
Setelah pertarungan tersebut mereka semua kembali ke istana dan bersiap-siap untuk mengadakan pesta ulang tahun pangeran, dan seperti janji yang telah mereka ucapkan sebelum pertarungan Duke Daniel harus menjadi pelayan mereka selama mereka ada di istana.
Namun Lily, Leo, dan Line menolak untuk di layani oleh Duke Daniel dan hanya Ryuzen saja yang akhirnya dilayani oleh Duke Daniel, selama menjadi pelayan Ryuzen, Duke Daniel merasa harga dirinya sebagai bangsawan sudah tidak ada lagi, dia ingin membantah namun kekuatan Ryuzen bukanlah sesuatu yang bisa ia lawan.
"Pelayan bisa tolong ambilkan minum" kata Ryuzen.
"Baik tuan" jawab Duke Daniel.
"Hahaha ternyata sangat menyenangkan memiliki pelayan pribadi" gumam Ryuzen.
"Ryuzen sebaiknya kau hentikan ini semua, aku rasa sudah cukup kau permalukan Duke Daniel" kata Lily
"Eh,.. apa kau merasa iba?" tanya Ryuzen.
"Bukan begitu, dia adalah seorang bangsawan aku tidak ingin kita menjadi buruk di mata orang lain" kata Lily menjelaskan.
"Baiklah karena kau yang meminta maka akan aku turuti" kata Ryuzen
"ini minumannya tuan" kata Duke Daniel memberikan gelas minuman pada Ryuzen
"Terimakasih, setelah ini kau bisa bebas dan tidak perlu melayaniku lagi" kata Ryuzen.
"Baiklah, kalau begitu terimakasih tuan" ucap Duke Daniel kemudian lansung pergi meninggalkan Ryuzen karena takut dia akan berubah pikiran.
Setelah semua persiapan selesai, para bangsawan kembali ke kota mereka masing-masing dan hanya Lily saja yang masih di istana karena memang Letak kota Lembah angin merupakan yang paling jauh dari kota lainnya.
Lily dan teman-temannya di berikan pelayan terbaik oleh pihak istana, karena setelah melihat bagaimana kekuatan Ryuzen raja menjadi lebih berhati-hati agar tidak menyinggung Lily serta teman-temannya.
Waktu cepat berlalu dan tibalah hari dimana perayaan ulang tahun pangeran di laksanakan, Para bangsawan serta para penduduk kota berdatangan ke istana untuk mengucapkan selamat atas bertambahnya usia pangeran.
Dan hari itu raja mengumumkan bahwa untuk satu bulan kedepannya para penduduk kota di bebaskan dari pajak, serta gaji dari setiap prajurit dinaikkan.
Para bangsawan sudah mulai berdatangan dengan keluarga mereka dan mulai memenuhi aula istana, sedangkan untuk para penduduk mereka hanya diperbolehkan untuk berkumpul di halaman istana yang sangat Luas, setelah lama menunggu akhirnya raja keluar untuk menyapa para penduduk bersama sang ratu.
"Penduduk kerajaan Cronos, terimakasih telah hadir di istana ini untuk merayakan hari ulang tahun pangeran, namun karena kalian tidak diperbolehkan untuk masuk ke istana untuk ikut berpesta maka aku memperbolehkan kalian mengadakan pesta sendiri di kota" kata raja Carlos.
"Dan sambutlah pangeran pertama kerajaan Cronos, pangeran Diego" kata raja memperkenalkan anaknya.
Setelah itu dari belakang raja muncul seorang pemuda yang sangat tampan dan gagah, dia melambaikan tangannya kepada seluruh penduduk dengan tersenyum ramah.
"Perkenalkan semuanya aku adalah pangeran Diego, dan terimakasih telah hadir untuk mengucapkan selamat padaku, untuk itu aku sebagai pangeran akan mengabdikan diri untuk kalian semua" kata pangeran Diego.
Seluruh penduduk bersorak gembira setelah mendengar ucapan pangeran Diego, mereka sangat senang karena telah diperbolehkan untuk bertemu secara lansung dengan sang pangeran, selama ini pangeran tidak diperbolehkan meninggalkan istana jadi para penduduk tidak mengetahui bagaimana rupa pangeran mereka.
"Tidak hanya itu aku juga memiliki berita bahagia yang lainnya yaitu, sekarang ratu sedang mengandung anak kedua kami" kata raja.
Para penduduk kemudian terdiam dan lansung berlutut di hadapan raja, ratu serta pangeran.
"Selamat yang mulia" kata mereka serempak.
"Terimakasih" kata raja
Setelah itu mereka semua bangkit dan kembali bersorak gembira, setelah memberikan sedikit sambutan serta mengucapkan rasa terimakasih pada para penduduk raja, ratu serta pangeran kembali masuk ke istana dan lansung menuju ke aula untuk menemui para bangsawan, dan para penduduk mulai meninggalkan istana untuk mengadakan sebuah pesta di kota.
"Yang mulia memasuki aula" teriak salah seorang penjaga.
Seluruh bangsawan yang hadir kemudian berdiri dari tempat duduk mereka kemudian membungkukkan sedikit badan mereka untuk memberi hormat pada raja, ratu serta pangeran.
"Terimakasih semuanya karena telah datang" kata pangeran Diego sambil membungkuk hormat.
"Selamat atas bertambahnya umur anda pangeran" ucap mereka serempak.
"Tidak hanya itu saja, aku juga akan mengumumkan bahwa pangeran Diego secara resmi aku angkat menjadi pangeran mahkota dan juga saat ini istriku sedang mengandung anak kedua kami" kata raja.
"Selamat yang mulia" ucap mereka serempak.
Setelah raja mengumumkan bahwa pangeran Diego diangkat menjadi pangeran mahkota banyak para bangsawan mengucapkan selamat bahkan mereka yang memiliki anak perempuan juga ikut memperkenalkannya pada pangeran dengan harapan pangeran akan tertarik pada putri mereka.
Meskipun banyak wanita cantik yang mencoba untuk mendekatinya dan mencoba untuk mendapatkan hatinya, namun sang pangeran yang baru menginjak usia 15 tahun itu hanya bersikap biasa saja, dan setelah selesai berkenalan dengan semua anak bangsawan yang datang pangeran Diego lansung menghampiri Lily dan teman-temannya yang sedari tadi hanya duduk di kursi mereka.
"Halo bibi, terimakasih sudah datang menemuiku" kata pangeran menyapa.
"Sama-sama pangeran, maaf aku tidak membawakan hadiah apa-apa untukmu" kata Lily.
"Tidak masalah bibi, aku sangat senang bibi bisa datang kesini" kata pangeran.
"Pangeran, jika ada yang ingin kau katakan maka katakanlah tidak perlu sungkan" kata Lily.
"Anu, begini bibi jika diizinkan aku ingin paman Ryuzen mengajarkanku teknik berpedang" kata pangeran Diego canggung.
"Ukhuukk!!" Ryuzen tersedak minumannya sendiri.
"Maaf pangeran apa yang barusan anda bilang?" tanya Ryuzen.
"Aku ingin menjadi murid paman Ryuzen" kata pangeran.
"APA!!!" Ryuzen berteriak kaget, hingga membuat semua tamu memandangnya.
"Hehehe maaf, maaf semuanya" kata Ryuzen.
"Yang mulia pangeran apa anda sehat?" tanya Ryuzen.
"Aku sangat sehat paman" jawab pangeran.
"Lalu kenapa anda mau menjadi murid saya, bukankah guru di istana jauh lebih baik" kata Ryuzen.
"Aku sudah mendengar semuanya tentang paman, jadi aku sudah memutuskan bahwa aku akan menjadi murid paman, jika paman menolak aku akan bersujud sampai paman setuju" kata pangeran serius.
"Oke-oke, kau aku terima jadi muridku" kata Ryuzen sambil menghentikan pangeran yang ingin berlutut.
"Ya ampun kenapa anak ini sangat nekat" kata Ryuzen dalam hati.
"Terimakasih guru" kata pangeran Diego.
"Y-ya sama-sama" jawab Ryuzen canggung.
"Ayah, ibu aku diterima oleh paman Ryuzen untuk menjadi muridnya" kata pangeran Diego sambil berteriak.
"Hahahaha, bagus anakku setelah ini kau harus belajar dengan rajin, dan untukmu Ryuzen terimakasih banyak telah mau menjadi guru untuk anakku" kata raja.
"Hahahaha, tidak masalah yang mulia" kata Ryuzen sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.