
"Tapi yang mulia, bukankah wajar untuk seorang raja memiliki lebih dari seorang istri" kata Dixgard.
"Memang benar apa yang anda katakan" Shin menatap Lily dengan tatapan dan senyuman yang hangat, "Namun bagiku Lily adalah segalanya bagiku, aku tidak ingin memiliki istri yang lain lagi" kata Shin
Mendengarkan apa yang di katakan oleh Shin raja Dixgard hanya diam saja, dia tidak bisa berkata-kata lagi, sementara Celestina dia nampak tenang saja dengan sedikit senyum di wajahnya namun di hatinya saat ini sungguh hancur dadanya seperti di tusuk oleh ribuan pedang setelah mendengar apa yang baru saja Shin ucapkan.
"Tuan putri maafkan aku, mungkin perkataan ku tadi akan menyakiti hatimu namun hal ini tidak bisa ku pungkiri, aku yakin suatu saat nanti kau akan menemui pria yang lebih baik daripada diriku" kata Shin.
Setelah mengatakan hal itu Shin dan Lily lansung meninggalkan ruangan singgasana, dan juga mereka lansung meninggalkan istana, mereka tidak ingin membuat keadaan makin memburuk terutama Shin.
Mereka berdua memilih kembali ke guild, karena menurut Shin tempat itu lebih nyaman meskipun hanya rumah yang sederhana, sebelum kembali mereka singgah di pasar membeli beberapa bahan makanan untuk mereka.
Setelah selesai berbelanja mereka berdua kemudian berjalan menuju rumah mereka, setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai, dan kedatangan mereka di sambut meriah oleh semua anggota guild.
"Baiklah dengarkan aku semuanya" kata Shin.
"Karena kalian semua sedang ada di sini maka dari itu aku umumkan bahwa tiga hari yang akan datang aku akan mengadakan pesta pernikahan di sini...."
"Eh... memangnya siapa yang mau menyewa tempat kita untuk menikah" belum selesai Shin bicara Ryuzen lansung memotongnya.
"Hey... bisakah kau biarkan aku selesai bicara" kata Shin dengan nada yang terdengar sedikit kesal.
"Hehehehe maaf maaf" kata Ryuzen.
"dengarkan semuanya, tiga hari dari sekarang aku akan meresmikan pernikahanku dan Lily jadi untuk itu aku akan mengadakan pesta, jadi mulai dari sekarang kalian harus menyiapkan segalanya" kata Shin.
".........." mereka semua terdiam.
"Eh...apa kau bilang??" kata Ryuzen.
"Whoaaaaa!!!" teriak mereka semua.
"Selamat yang mulia" kata mereka serempak
"Saat ini tolong panggil aku master saja" kata Shin.
"Selamat master" ujar mereka serentak.
"Baiklah dengarkan aku lagi, aku akan membagi tugas untuk kalian semua, Ryuzen buatlah regu yang terdiri dari beberapa orang dan pergilah berburu, Leo siapkan segala kebutuhan pesta kita nanti, Rayzen kau kembali ke istana kabari Raiga dan Zuryu tentang pernikahan ku dan Lina kau pasti tau apa yang harus kau lakukan" kata Shin.
"Siap master" jawab mereka serentak.
Setelah itu Shin kembali ke kamarnya, sementara Lily dia tidak henti-hentinya di tanyai oleh Lina, dan yang lainnya mulai sibuk melakukan persiapan masing-masing.
"Ah.... akhirnya aku bisa kembali ke kamarku" gumam Shin pelan, kemudian dia menutup matanya dan tertidur.
***
"King Elf hamba membawa kabar gembira dari yang mulia" kata Rayzen.
"Tiga hari dari sekarang yang mulia akan meresmikan pernikahannya dengan yang mulia ratu" kata Rayzen.
"Benarkah itu, aku turut senang mendengarnya, baiklah kau pulanglah dan katakan pada yang mulia besok kami akan ke sana" jawab Raiga.
"Kalau begitu hamba pamit" ujar Rayzen kemudian dia kembali ke guild dengan mengendarai Griffin miliknya.
***
Keesokan harinya,
Shin membuka matanya dan melihat keluar jendela ternyata dia tertidur sampai pagi, setelah itu dia membersihkan dirinya kemudian berganti pakaian, setelah itu dia turun ke lantai bawah.
"Pagi Lyli..." sapa Shin
"Pagi Shin, apa kau lapar?" jawab Lily.
"Yah... begitulah kemarin aku ketiduran dan sekarang aku sangat lapar" ujar Shin.
"Baguslah, aku tadi sudah menyiapkan makanan untukmu, sebentar aku ambilkan" kata Lily.
"Ah... senangnya, jadi sekarang aku tidak perlu lagi masak sendiri" gumam Shin pelan.
Setelah beberapa saat Lily akhirnya datang membawa makanan, kemudian Shin memakan makanan itu dengan lahap, entah itu sangat lezat atau dia kelaparan hanya dia yang tau.
Setelah selesai sarapan Shin kemudian keluar rumah dan berjalan-jalan di tepi danau, dia terlihat senang karena sebentar lagi dia akan segera melangsungkan pernikahan dengan wanita yang dia cintai.
Tiba-tiba dia teringat akan sesuatu "Apa yang harus aku siapkan?" Gumam Shin.
"Karena ini adalah yang pertama bagiku, jadi apa yang harus aku lakukan" Shin bingung dan tak tau harus berbuat apa.
"Apa sebaiknya aku tanya pada Raiga saja??" gumam Shin lagi.
"Raiga kau dimana" kata Shin, dia memanggil Raiga dengan panggilan batinnya.
"Kami tengah dalam perjalanan menuju ke sana yang mulia" jawab Raiga.
"Bagus cepat lah datang ada hal darurat yang ingin aku tanyakan padamu" kata Shin, nada bicaranya terdengar panik.
"B..Baik yang mulia kami akan secepatnya ke sana" jawab Raiga.
"Ada apa Raiga" tanya Zuryu.
"Aku tidak tau tapi sepertinya yang mulia dalam kesulitan, sebaiknya kita bergegas" jawab Raiga.
Mereka kemudian melesat terbang dengan kecepatan penuh menuju ke guild milik Shin