
Suasana di dalam mansion menjadi sangat ramai karena kehadiran ratu Aurora dan juga seorang wanita yang berada di samping Leo, namun suasana ramai tersebut tidak dirasakan oleh Shin, dan sebaliknya malah ia merasa suasana di dalam mansion sangat mencekam bahkan ia sampai mengeluarkan keringat dingin.
"Ma-maaf semuanya apa aku boleh bicara?" tanya Shin sedikit gugup.
"Tentu saja siapa yang melarang mu" jawab Lily acuh.
"Begini semuanya pertama perkenalkan dia adalah Aurora, dia juga adalah istriku.."
"Sudah kuduga kau mengkhianati Lily" ujar Lina kesal.
"Bukan begitu Lina, sebenarnya Aurora ini adalah istri pertama Shin namun saat ribuan tahun yang lalu, memang sulit jika di jelaskan secara rinci tapi kenyataannya memang demikian karena sebenarnya Shin adalah raja dari bangsa phoenix dan Aurora adalah ratu pertama bangsa Phoenix" ujar Lily menjelaskan.
"Ba-bagaimana kau bisa tau?" tanya Shin bingung.
"Itu karena sebelumnya aku pernah mengunjungi Lily dan menceritakan semuanya padanya, dan hal itu pulalah yang membuat kami bisa akrab seperti sekarang" jawab Aurora.
"Apa kenapa kau tidak memberitahukannya padaku?" tanya Shin.
"Justru aku yang harus bertanya kenapa kau tidak menjelaskan semuanya padaku lebih dulu dan malah kak Aurora yang datang dan menjelaskannya" ujar Lily kesal.
"Maafkan aku Lily, aku akui memang ini semua salahku karena saat itu aku juga masih tidak percaya dengan ini semua" kata Shin menjelaskan.
"Hahhhhhh, walaupun aku sebenarnya kesal padamu namun mau bagaimana lagi, semuanya terungkap begitu saja dan aku juga sudah memaafkan mu" ucap Lily lembut.
"Terimakasih sayang.." jawab Shin.
"Namun tetap saja nanti malam kau harus tidur di luar karena kami bertiga akan tidur sekamar" kata Lily tegas.
"Baiklah" jawab Shin lesu.
"Aku masih tidak mengerti dengan keadaan ini karena menurutku ini sedikit aneh, namun aku merasa senang setidaknya kalian berdua bisa akrab dan keluarga kita akan semakin besar" ujar Lina.
"Sebentar aku masih ingin bertanya, siapa dia?" tanya Shin sambil melihat perempuan yang berada di sebelah Leo.
"Yang mulia apa anda sudah melupakan aku? aku adalah Reyna putri ratu Riana penguasa kerajaan es" kata Reyna memperkenalkan diri.
"Jadi itu kau, pantas saja aku merasa tidak asing denganmu" ucap Shin.
"Lalu kenapa kau ada di sini?" tanya Shin bingung.
"Sayang, dia sekarang adalah istrinya Leo" jawab Lily.
"Benarkah, kapan itu terjadi?" Shin semakin bingung.
"Jadi begini...." Lily kemudian menjelaskan semuanya pada Shin, sejak kepergiannya waktu itu banyak yang telah terjadi di kerajaan Angin, mulai dari penambahan pasukan Blue Lightning, lalu di lanjutkan dengan pernikahan Leo dan juga putri Reyna, bahkan sekarang Ryuzen dan Lina telah menjadi pasangan suami istri, dan semua itu terjadi saat Shin tidak ada di sana.
"Begitu banyak yang terjadi saat kepergianku, bahkan aku tidak menyangka kalian berdua juga pada akhirnya menikah, tapi aku sangat senang karena keluarga kita sekarang bertambah besar" ucap Shin dengan senyuman khasnya.
Shin agak terkejut mendengar hal itu, ia tidak menyangka bahwa pada akhirnya raja Dixgard menunjukkan sifat aslinya, sejak awal Shin memang sudah mengira bahwa ini akan terjadi namun ia tidak akan menyangka bahwa dia akan berperang dengan raja Dixgard saat ia telah kehilangan kerajaannya.
"Raja Dixgard akan aku buat menyesali perbuatannya karena telah berani mengganggu ketenangan ku" gumam Shin kesal.
Perbincangan mereka terus berlanjut sampai sore hari dan di akhiri dengan makan bersama, kali ini Shin bisa merasakan suasana yang sangat berbeda dimana ia bisa merasakan kehangatan sebuah keluarga yang jauh berbeda dari sebelumnya bahkan kehangatan ini belum pernah ia rasakan bahkan di masa hidupnya saat di bumi dulu.
Jika di ibaratkan dengan sebuah keluarga maka Shin adalah kepala keluarga tersebut, dan jauh di dalam lubuk hatinya Shin berjanji dengan nyawanya sendiri bahwa ia akan menjaga kehangatan keluarga tersebut dan tidak akan ia biarkan seorangpun menghancurkan keluarganya termasuk raja Dixgard yang telah menantangnya untuk berperang.
"Raja Dixgard kau akan merasakan akibatnya karena telah berani mengancam keluargaku" batin Shin.
**
Malam harinya Shin, Lily, dan Aurora terlihat tengah duduk bersama di halaman mansion di bawah indahnya langit malam, namun suasana yang sangat canggung sangat terasa saat itu karena tidak ada satupun dari mereka yang berbicara.
"Ekheemm,.. jadi apa kalian benar-benar tidak masalah dengan hal ini?" tanya Shin memulai obrolan.
"Maksudnya?" tanya Lily.
"Ya maksudnya dengan keadaan kita saat ini" jawab Shin.
"Tenang saja kami telah membicarakan hal ini dan aku rasa semua ini sama sekali tidak masalah bagiku" kata Lily sambil merebahkan kepalanya di bahu kanan Shin.
"Lily benar, dan sebenarnya akulah yang salah karena aku terlalu egois, padahal aku hanya istri masa lalu mu namun Lily dengan lapang dada menerima kehadiranku, aku sangat berterimakasih untuk itu karena telah diberikan kesempatan untuk bisa bersama denganmu lagi, sebenarnya jika saja waktu itu Lily menolak maka aku pasti akan pergi dari kehidupan kalian berdua" ucap ratu Aurora yang juga menyenderkan kepalanya di bahu kiri Shin.
"Aku benar-benar minta maaf" lanjut Aurora.
"Kakak, jangan minta maaf kita berdua telah setuju dengan hal ini lagipula aku merasa senang karena mendapatkan saudara yang sangat baik dan pengertian sepertimu" jawab Lily.
"Syukurlah aku bisa memiliki kalian berdua, karena kalian berdua adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupku dan sekarang kita adalah sebuah keluarga dengan Alisha sebagai anak kita" ujar Shin.
Shin merangkul dan memeluk erat kedua istrinya, meskipun awalnya ia sama sekali tidak pernah berfikir untuk memiliki dua istri namun sepertinya takdir berkata lain, meskipun begitu Shin sangat bahagia karena ia tau kedua istrinya adalah wanita yang sangat baik dan berhati besar dan Shin berjanji tidak akan pernah mengkhianati mereka berdua.
"Karena sekarang tidak ada masalah lagi, apa aku boleh tidur bersama kalian?" tanya Shin.
"Kalau masalah itu biar Lily yang memutuskan" jawab Aurora.
"Bukannya tidak boleh, hanya saja tempat tidur di kamar kita hanya cukup untuk tiga orang dan tidak mungkin aku membiarkan Alisha tidur di luar, meskipun aku sangat merindukanmu tapi..."
"Sudahlah sayang, kalian berdua tenang saja aku akan tidur di luar sampai istana kita selesai, jika pembangunan istana sudah selesai maka kita akan bisa tidur bersama karena aku telah membuatkan kamar khusus untuk putri kita" ucap Shin memotong ucapan Lily.
"Apa itu tidak masalah?" tanya Aurora.
"Tenanglah itu tidak akan jadi masalah, dan perlu kalian tau aku sangat menyayangi kalian berdua, aku ingin keluarga kita tetap utuh sampai kita tidak bisa lagi menatap indahnya dunia ini" kata Shin sambil memeluk kedua istrinya