
Shin terbang menggunakan kecepatan tingginya untuk menuju ke ibukota kerajaan sehingga waktu yang seharusnya dua hari perjalanan hanya di tempuh oleh Shin selama beberapa jam saja.
Selama di perjalanan Shin masih memikirkan tentang nama Alisha tersebut, dia masih sangat penasaran dengan kapan dan dimana ia pernah mendengar nama itu, namun sekeras apapun dia mencoba dia tetap saja tidak ingat.
"Ya ampun kenapa aku sangat pelupa" gumam Shin.
Sesampainya di kota kerajaan Shin lansung mencoba untuk mencari dimana letak akademi tersebut di sekitar kota, namun setelah lama mencari dia sama sekali tidak menemukan adanya bangunan yang mirip akademi
Shin kemudian memutuskan untuk turun dan bertanya kepada penduduk kota, tentang dimana letak akademi tersebut.
"Permisi tuan boleh aku bertanya" kata Shin mendarat di samping pria tersebut.
"A-ada apa tuan?" jawab orang itu gugup.
"Begini aku sedang mencari akademi, dimana itu?" tanya Shin.
"Akademi ada di dekat istana tuan" jawab orang tersebut
"Baiklah terimakasih banyak tuan" ucap Shin kemudian dia terbang kembali menuju ke istana.
Orang yang di tanyai oleh Shin hanya bisa tercengang ketika melihat Shin melompat dan terbang begitu saja, semua orang tau bahwa untuk bisa terbang haruslah memiliki kekuatan serta energi yang sangat tinggi.
Shin segera bergegas menuju ke istana dan benar saja tidak jauh dari Istana terdapat beberapa bangunan megah, dan di gerbang tertulis "Dragon Academic".
"Pasti ini" gumam Shin.
Shin lansung mencoba untuk mendekat kearah bangunan tersebut, namun ketika ia hendak mendekat tiba-tiba saja ia seperti menabrak sebuah kaca, dan setelah ia cari tahu ternyata itu adalah dinding formasi pelindung.
"Tenyata ada dinding formasi di sini, kalau begitu aku hanya bisa masuk lewat gerbang, atau apa aku hancurkan saja ya?" gumam Shin.
Shin berfikir sejenak, apakah dia harus masuk lewat gerbang atau dia menghancurkan dinding formasi tersebut, setelah beberapa saat berfikir Shin akhirnya memiliki sebuah cara, dia tidak ingin menghancurkan dinding formasi tersebut karena akan menimbulkan masalah, namun dia juga tidak ingin masuk lewat gerbang karena penjaga gerbang pasti akan menahannya.
Shin kemudian menggunakan sedikit tenaga dan menjentikkan jarinya ke dinding Formasi sehingga membuat dinding tersebut sedikit berguncang.
Di dalam ruang kepala Akademi, seorang pria tua melebarkan kedua matanya saat ia merasakan adanya getaran di dinding Formasi, setelah itu dia lansung mengedarkan energinya untuk memeriksa apakah ada kerusakan atau serangan dari musuh.
Namun ketika ia sedang mencari tau menggunakan energinya, dia sangat terkejut sekaligus sedikit gemetar ketika ia melihat seorang pria yang tengah melayang di udara sambil menjentikkan jarinya ke dinding Formasi.
"Gawan siapa orang ini, aku harus menghentikannya jika tidak kerajaan ini akan rata dengan tanah" gumam kepala akademi.
Dia kemudian mengajak beberapa guru akademi untuk ikut bersamanya menemui orang tersebut, guru-guru tersebut merasa bingung dengan sikap kepala akademi yang terlihat sangat cemas.
"Kepala akademi ada apa?, kenapa anda terlihat cemas?" tanya salah satu guru.
"Saat ini aku tidak bisa cerita, yang pastinya jika kita tidak bertindak maka seluruh kerajaan ini akan hancur, dan aku ingatkan pada kalian jangan bersikap tidak sopan dan berlagak sombong" kata kepala akademi.
Mereka semua semakin bingung dengan perkataan kepala akademi, setelah beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai di liar gerbang akademi, para guru kembali menjadi bingung karena tidak ada siapapun di sana.
"Kepala akademi, siapa yang akan kita temui?, anda sudah lihat sendiri bahwa tidak ada siapa-siapa di sini?" kata salah satu guru.
"Yang akan kita temui ada di sana" jawab kepala akademi sambil menunjuk ke atas.
Mereka semua bergetar ketakutan ketika melihat orang yang akan mereka temui sedang berada di udara, yang artinya orang yang akan mereka temui tersebut bukanlah orang sembarangan, sekarang barulah mereka mengerti apa yang dimaksudkan oleh ucapan kepala akademi tadi.
Shin kemudian mengalihkan pandangannya ke bawah dan menemukan beberapa orang tengah memandanginya, setelah itu Shin turun perlahan-lahan dan akhirnya mendarat di depan mereka.
"Syukurlah kalian segera keluar, jika tidak aku pasti sudah menghancurkan dinding formasi tersebut" kata Shin santai.
"Ma-maaf tuan, ada keperluan apa tuan datang ke akademi kami?" tanya kepala akademi.
"Aku ada perlu, tapi sebelum itu kau ini siapa?" tanya Shin ramah.
"Maaf tuan jika saya lupa memperkenalkan diri, saya adalah kepala akademi ini nama saya Charles, dan mereka bertiga adalah guru yang ada di sini, William, Efan, dan Zoya" kata kepala akademi memperkenalkan diri dan para guru.
"Namaku Shin, dan senang bertemu dengan anda kepala akademi" ucap Shin ramah.
"Lalu apa tujuan tuan Shin datang ke tempat kami?" tanya Charles.
"Begini aku datang ke sini hanya untuk bertemu dengan anakku yang belajar di akademi ini" jawab Shin.
Mereka berempat kembali di kejutkan dengan ucapan Shin, mereka tidak mengira bahwa anaknya akan belajar di akademi mereka, hal ini tentu saja membuat kepala akademi menjadi senang.
"Benarkah, kalau begitu siapa nama anak anda tuan Shin?" tanya Charles.
"Namanya Alisha, dan baru masuk akademi beberapa minggu yang lalu" jawab Shin.
"Baiklah tuan Shin, kalau begitu mari kita bicara di dalam dan aku akan meminta para guru untuk mencarikan anak tuan" ajak Charles.
"Baiklah tuan, tapi tidak perlu repot-repot aku bisa memanggil anakku sendiri" ucap Shin.
Shin kemudian memejamkan matanya, aura yang sangat kuat keluar dari tubuhnya hingga membuat kepala akademi beserta ketiga guru tersebut menjadi bergetar ketakutan, Shin kemudian mencari keberadaan dari api suci menggunakan energinya dan benar saja di dalam akademi tersebut hanya ada satu murid yang memiliki aura api suci.
"Alisha ayah datang menemuimu, sekarang ayah berada di depan gerbang akademi" kata Shin melalui telepati.
Alisha yang sedang belajar di kelasnya terkejut ketika mendengar ada suara yang memasuki pikirannya, dan suara itu bilang kalau dia adalah ayahnya, karena penasaran Alisha kemudian meminta izin pada gurunya dan lansung pergi menuju ke gerbang akademi.
Sesampainya di gerbang alisha kembali di kagetkan dengan kedatangan paman yang ia temui di hutan, tidak hanya itu di sana bahkan ada kepala akademi dan beberapa guru yang terkenal dengan kehebatan mereka.
"Paman kenapa anda di sini?" tanya Alisha bingung.
"Ooohh, sekarang aku ingat aku pernah bertemu dengan anakku saat di hutan, pantas saja waktu itu aku merasakan energi api suci ternyata dia memang benar-benar anakku" kata Shin dalam hati.
"Hahaha Alisha berhentilah memanggilku paman" kata Shin ramah.
"Kenapa paman?" tanya Alisha bingung.
"Karena kau adalah anakku" jawab Shin.
Jantung Alisha berdetak kencang ketika mendengar ucapan Shin, sosok ayah yang selama ini ia rindukan ternyata adalah pria yang ia temui di hutan beberapa minggu yang lalu.
"Be-benarkah, La-lalu apa buktinya kalau kau adalah ayahku?" tanya Alisha.
"Tentu saja aku tau, pertama kau bisa mendengar panggilan batinku, kedua karena istriku bernama Lily yang merupakan ibumu, ketiga kau memiliki dua paman yang bernama Ryuzen dan Leo, dan satu bibi yang bernama Lina, apa itu cukup putriku?" ucap Shin sambil tersenyum.
Alisha tidak lagi menahan dirinya, dia kemudian berlari dan melompat kedalam pelukan Shin sambil menangis dengan keras, ia sama sekali tidak merasa malu pada kepala akademi dan para guru yang tengah berada di sana, yang ia rasakan hanyalah kebahagiaan karena telah berjumpa dengan ayahnya yang selama ini ia rindukan.