The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Rencana Raja Iblis



Di kerajaan bangsa iblis saat ini raja iblis Azazel tengah mengumpulkan tiga jendralnya yaitu, Alex yang memiliki jiwa Aldeous, Jeviero, dan terakhir adalah Azhura.


Alex yang memiliki jiwa dari Aldeous saat ini telah di angkat oleh raja iblis menjadi jendralnya untuk menggantikan posisi Aldeous, dia juga telah di berikan kekuatan yang sangat besar oleh raja iblis setelah kekalahannya melawan Shin, kini Alex sepenuhnya telah menjadi bangsa iblis dan di juluki sebagai iblis api, sama seperti Aldeous sebelumnya.


Jendral kedua yaitu Jeviero yang merupakan sahabat Aldeous, Jeviero sendiri merupakan jendral iblis terkuat dan dia di juluki sebagai iblis kegelapan, karena ia memiliki energi kegelapan yang sangat kuat di bandingkan dengan iblis lainnya.


Dan yang terakhir adalah Azhura satu-satunya jendral iblis perempuan, meskipun begitu kekuatannya bukanlah hal yang bisa di anggap remeh bahkan kekuatannya hampir menyamai Jeviero, dan Azhura sendiri di juluki sebagai iblis darah, karena setiap kali dia meminum darah kekuatannya akan menjadi semakin besar dan darah juga merupakan sumber kekuatan terbesar bagi Azhura selain kegelapan.


"Hari ini, aku mengumpulkan kalian semua untuk memberitahukan pada kalian bahwa aku akan segera melaksanakan rencana ku untuk menguasai dunia" kata bayangan hitam besar dengan dua bola mata yang menyala bagaikan bola api, dan dia adalah Azazel sang raja iblis.


"Namun sebelum itu, kita harus memusnahkan salah satu musuh terbesarku yaitu sang dewa Phoenix" kata Azazel.


"Maaf yang mulia, bukankah dewa Phoenix telah tiada" ucap Jeviero.


"Dia memang sudah tiada tapi yang aku maksudkan adalah keturunannya, dan baru-baru ini Alex sudah pernah bertempur dengannya" jawab Azazel.


"Benarkah itu Alex?" tanya Azhura.


"Benar sekali senior, dan untung saja waktu itu yang mulia berhasil menyelamatkan aku, jika tidak mungkin aku sudah mati" jawab Alex.


"Kalau begitu dia harus secepatnya kita musnahkan, karena kekuatan api suci yang dia miliki adalah ancaman terbesar bagi bangsa iblis" ujar Jeviero.


"Kau benar Jeviero, namun sepertinya saat ini dia hanya memiliki api abadi saja, jadi sebelum dia mendapatkan kekuatan api suci kita harus segera melenyapkannya" kata Azazel.


"Tapi yang mulia, dimanakah dia sekarang?" tanya Azhura.


"Dia masih berada di kerajaan Phoenix, jadi siapkan semua pasukan dan kita akan segera menyerang kerajaan tersebut" kata Azazel memberikan perintah.


"Baik yang mulia" jawab mereka bertiga serempak.


"Hahahaha, sebentar lagi aku akan kembali menguasai dunia ini, kau tidak akan pernah bisa menghalangiku lagi dewa Phoenix, keturunanmu itu hanya akan menjadi mainan di tanganku, hahahaha" kata raja iblis tertawa senang.


Ketiga jendral tersebut segera menyiapkan seluruh bala tentara pasukan iblis, mereka semua tidak mau membuat raja mereka menanti lama.


"Alex, seberapa hebat dewa Phoenix yang baru itu?" tanya Azhura.


"Dia sangat kuat senior, namun saya rasa anda bisa mengalahkannya dengan mudah" jawab Alex.


"Hahahaha, kau pandai sekali Alex aku jadi tidak sabar ingin segera bertarung dengannya" ujar Azhura.


"Tenanglah, aku rasa yang mulia raja tidak akan mengizinkan hal itu" ucap Jeviero.


"Kenapa kau berkata seperti itu Jeviero?" tanya Azhura.


"Aku yakin, yang mulia sendiri yang akan turun tangan, dan nampaknya yang mulia akan merebut kekuatan api abadi dari dewa Phoenix" kata Jeviero menjelaskan.


"Tapi bukankah, api abadi dan api suci tidak bisa kita sentuh?" tanya Alex.


"Baiklah, kalian berdua urus para pasukan aku akan melaporkan pada yang mulia bahwa semuanya telah siap" ucap Jeviero kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.


***


Sementara itu di kerajaan Phoenix, saat ini Shin tengah mengajarkan kepada Lily bagaimana cara mengontrol api suci, dia ingin Lily secepatnya bisa mengontrol kekuatan tersebut karena entah mengapa setelah bangun dari tidurnya Shin memiliki firasat buruk, namun ia tidak tau apa penyebabnya.


"Lily sudah saatnya kau berlatih mengontrol kekuatanmu dan berubah ke bentuk Phoenix" kata Shin.


"Baiklah, ajarkan aku caranya" kata Lily.


"Seperti biasa tenangkan hatimu dan fokuskan pikiranmu pada kekuatan yang ada dalam dirimu, lalu kau rasakan kekuatan itu dan bayangkan kekuatan api beku itu berasal dari seekor burung Phoenix" kata Shin.


"Baiklah akan aku coba" kata Lily kemudian dia memejamkan matanya dan melakukan seperti yang telah di jelaskan oleh Shin.


"Wah... aku bisa melihat inti api menjadi seekor burung Phoenix yang sangat cantik" kata Lily.


"Bagus sekarang coba kau satukan dirimu dan burung Phoenix itu, ingat jangan terlalu di paksakan jika tidak bisa maka sudahi saja" kata Shin menjelaskan.


"Baiklah" jawab Lily singkat.


Secara perlahan dari tubuh Lily keluar aura yang sangat kuat dan berwarna putih, lama kelamaan aura tersebut mulai memenuhi dirinya, namun setelah tubuhnya di selimuti oleh aura itu tiba-tiba saja aura tersebut meledak karena tidak terkontrol, untung saja latihannya mereka lakukan di lapangan latihan yang sepi, jika tidak sudah pasti ada yang akan terluka akibat ledakan aura tersebut.


"Sudah kubilang pelan-pelan saja, dan ingat untuk selalu mengontrol aura yang di keluarkan oleh tubuhmu" kata Shin.


"Maaf" jawab Lily sambil menundukkan kepala.


"Sudahlah jangan di pikirkan, ulangi lagi dan selalu ingat untuk mengontrol aura yang kau keluarkan" ujar Shin.


Lily kemudian menutup matanya lagi, dia kembali menenangkan hatinya dan memfokuskan pikirannya, namun lagi-lagi dia gagal dan ledakan aura kembali terjadi, namun Lily tidak putus asa dia terus saja mencobanya hingga tak terasa hari sudah sore namun Lily masih saja belum berhasil.


"Coba ulangi sekali lagi, dan jika masih gagal sebaiknya kita ulangi besok saja" kata Shin.


"Baiklah kali ini aku pasti akan berhasil" kata Lily menyemangati diri sendiri.


Shin tersenyum lembut pada Lily kemudian dia berjalan mendekati Lily, setalah itu Shin mengecup kening Lily dan berkata "semangat ya sayang, kau pasti bisa".


Setelah itu entah mengapa semangat dalam diri Lily kembali membara, dia memejamkan matanya lagi dan melakukan setiap yang Shin jelaskan padanya, aura yang kuat kembali menyelimuti dirinya dan semakin lama aura tersebut semakin besar, namun tidak seperti sebelumnya kali ini aura tersebut berhasil di kontrol oleh Lily.


Beberapa saat kemudian tubuhnya melayang dan dipenuhi oleh cahaya yang sangat terang dan menyilaukan mata, perlahan-lahan namun pasti aura dingin mulai terasa di sekitar Lily dan semakin lama semakin kuat bahkan Shin harus menggunakan kekuatan api abadi untuk menahan aura dingin tersebut.


Cahaya yang menyilaukan mata itu perlahan-lahan menghilang dan menampilkan sosok perempuan yang sangat cantik dengan rambut putih panjang dengan bola mata berwarna biru, dan dengan sepasang sayap burung berwarna putih di punggungnya menambah kesan kecantikannya bahkan Shin sampai tidak bisa memalingkan pandangannya dari wanita tersebut yang merupakan istrinya sendiri yaitu Lily.


"Jangan menatapku seperti itu" kata Lily sambil perlahan-lahan turun dan akhirnya kembali menyentuh tanah.


"Selamat sayang kau telah berhasil menjadi sang Dewi Phoenix" kata Shin kemudian memeluk dan mencium Lily.