
***
Shin dan Lily melanjutkan perjalanan mereka untuk mendaki gunung saat melihat kedua sosok binatang besar tengah terbang menjauhi gunung lava.
"Bagus, Garda bisa meyakinkannya" kata Shin melihat kedua binatang raksasa itu terbang.
"Ayo kita sekarang juga cepat naik keatas dan jangan sia-siakan kesempatan ini" ujar Lily
"Kau benar Lily semakin cepat kita mendapatkan inti api, maka itu akan semakin baik" jawab Shin
Mereka berdua kemudian melanjutkan perjalanan mereka ke puncak gunung lava, semakin mendekati puncak udara semakin terasa panas jika bukan karena perlindungan yang di miliki oleh Shin mungkin mereka berdua sudah hangus terbakar.
Setelah bersusah payah mendaki gunung yang panas itu akhirnya mereka berdua sampai di puncak gunung, namun saat melihat danau lava yang membentang lebar dan sama sekali tidak memiliki jalan mereka sempat hampir putus asa.
"Bagaimana ini, bahkan jalan menuju ke tengah pulau itu saja tidak ada" kata Shin.
"Eh... tunggu dulu kau lihat itu, ada sebuah jalan kecil yang terhubung dengan pulau, dan di ujung jalan itu ada sebuah goa" kata Lily sambil menunjuk kearah goa itu.
"Ah... ya kau benar Lily aku bisa melihatnya, namun bagaimana kita bisa sampai ke sana, jika kita memutari gunung ini, maka itu akan memakan waktu yang sangat lama" Jawab Shin.
"Eh....Tunggu sebentar bukankah kau bisa terbang" kata Lily.
"Astaga aku lupa itu!!!" jawab Shin sambil memegang kepalanya.
Setelah itu Shin mengubah wujudnya kedalam bentuk 'Knight of Phoenix', Shin lalu membawa Lily terbang ke tengah pulau, mereka melesat dengan cepat dan akhirnya mendarat di pulau tengah-tengah lava.
Mereka berdua tidak menunggu waktu lama dan lansung berlari menuju Goa itu, saat semakin dekat dengan mulut goa aura yang sangat kuat dan panas menekan mereka berdua, Lily tak mampu menahan panas dan tekanan yang sangat kuat itu dia akhirnya menyerah dan hanya menunggu di depan Goa.
Shin yang melihat Lily tak mampu melanjutkan perjalanan lagi menyuruh Lily untuk menunggu di luar karena dia tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak di inginkan terhadap Lily, kemudian Shin melanjutkan perjalanan sendiri masuk kedalam goa yang semakin lama tekanan didalam goa tersebut semakin kuat.
Dia berusaha sekuat tenaga untuk memaksa masuk kedalam goa dia sampai memuntahkan darah karena tekanan yang ia rasakan sangatlah kuat, dia terus berusaha meskipun harus merangkak.
"Kenapa ini bukankah aku adalah pemilik inti api ini, kenapa malah seperti ia menolak keberadaan ku" gumam Shin.
Dia berfikir sangat keras bagaimana caranya untuk menyerap inti api ini, bahkan untuk menyentuhnya saja ia tidak bisa apalagi untuk menyerapnya.
"Ingatlah nak, api yang ada di dalam dirimu akan membakar jika kau ingin ia membakar, begitu juga dengan hal lainnya, semuanya tergantung keinginan hatimu nak" tiba-tiba sebuah suara terngiang di telinga Shin.
"Benar juga aku sampai lupa dengan hal itu, Terimakasih dewa Phoenix" kata Shin.
Setelah itu Shin duduk didepan inti api itu, dia memfokuskan pikirannya dan mencoba membayangkan bahwa api di dalam dirinya menyerap inti api itu.
Perlahan namun pasti tubuh Shin di selimuti oleh api, dan perlahan-lahan api dari inti api juga mulai merasuki tubuh Shin seakan-akan sedang di serap oleh api yang berasal dari tubuh Shin.
Proses itu membutuhkan waktu yang sangat lama dan menguras tenaga, sementara di dahi Shin perlahan-lahan mulai nampak simbol api berwarna merah, dan juga kekuatan serta levelnya perlahan-lahan mulai meningkat seiring masuknya api dari inti api membara.
Setelah satu jam lebih akhirnya Shin bisa menyerap semuanya dan inti api membara telah sepenuhnya terserap oleh Shin, penampilan Shin juga berubah sepenuhnya, rambutnya sedikit memanjang dan kini warna rambutnya sepenuhnya berubah berwarna merah, di dahi Shin ada simbol api berwarna merah tepat di tengah-tengah dahinya.
Pandangan matanya menjadi sangat tajam, bahkan dia bisa melihat seekor semut tengah berjalan di dinding goa, padahal jarak antara Shin dan dinding goa sangat jauh karena goa itu juga sangat besar
Shin kemudian berjalan keluar goa dan menghampiri Lily, saat melihat wajah Shin, Lily tak bisa menyembunyikan kekagumannya, pasalnya wajah Shin berubah seutuhnya dan bahkan menjadi lebih tampan dari sebelumnya.
"Hey jika kau memandangku seperti itu nanti kau bakal suka" kata Shin sedikit menggoda Lily.
"Eh.... Ehkemm, bukannya kau yang tergila-gila padaku" jawab Lily.
"Hahaha kau benar, baiklah sudah saatnya kita membantu mereka berdua" kata Shin.
Lily hanya mengangguk, setelah itu Shin memunculkan sayapnya sepasang sayap yang membara seperti api namun sangat indah untuk di pandang ditambah dengan ketampanan wajah Shin membuat Lily sedikit gugup jantungnya berdegup kencang, serta wajahnya sedikit memerah.
Shin hanya tersenyum lalu terbang membawa Lily kearah pertempuran Cronos dan Garda melawan pasukan Iblis, beberapa saat kemudian mereka sampai karena memang jarak mereka tidak terlalu jauh, Shin menjadi kesal dan marah saat melihat iblis raksasa yang tengah melontarkan bola api kearah Garda dan Cronos, dia kemudian mengangkat tangannya lalu menggerakkan tangannya seperti sedang menebas dengan pedang, seketika sayap iblis itu terpotong.