The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Pasukan Kerajaan



Tak terasa waktu cepat berlalu, sudah satu minggu lebih sejak kehancuran kerajaan Phoenix dan sejak saat itu pula Shin dan Lily berpisah, kini Lily dan pasukan Blue Lightning berada di sebuah hutan yang masih tidak di ketahui ada di daerah kerajaan apa, dan Shin juga saat ini berada di sebuah pulau yang sangat jauh dan masih belum sadarkan diri.


Untuk saat ini Lily menjadi pemimpin pasukan Blue Lightning yang merupakan orang-orang terakhir yang tersisa dari kerajaan Phoenix, saat di dalam hutan mereka juga berburu monster-monster yang ada di sana untuk meningkatkan kekuatan mereka semua.


"Ryuzen apa kau masih belum mengetahui kita berada di mana?" tanya Lily.


"Untuk saat ini aku belum mengetahui kita berada di mana, hanya saja di luar hutan ini ada sebuah kerajaan besar" jawab Ryuzen.


"Baiklah kalau begitu untuk saat ini teruskan mencari informasi tentang keberadaan kita saat ini ada dimana" kata Lily memberikan perintah.


"Baik" kata Ryuzen kemudian pergi meninggalkan tenda Lily.


"Bagaimanapun juga aku harus bisa bertahan dengan keadaan ini" kata Lily dalam hatinya.


Sementara itu tidak jauh dari perkemahan pasukan Blue Lightning saat ini tengah terjadi pertempuran hebat antara pasukan manusia melawan sekelompok Orc, pasukan manusia itu terlihat seperti pasukan sebuah kerajaan karena armor dan senjata yang mereka kenakan terlihat sama dan ada lambang naga di setiap armor yang mereka kenakan.


"Jendral minta salah seorang prajurit untuk pergi mencari bantuan, kita tidak akan sanggup menghadapi monster ini" kata seorang pria paruh baya yang mengenakkan mahkota.


"Baik yang mulia" kata jendral tersebut, lalu dia pergi menemui salah seorang prajurit yang sedang bertempur di barisan belakang.


"Ada apa jendral?" tanya prajurit itu.


"Kau pergilah mencari bantuan, jika tidak kita semua akan tamat" kata jendral itu.


"Baik jendral" kata prajurit tersebut dan lansung pergi dari tempat pertempuran itu untuk mencari bantuan.


Prajurit tersebut terus berlari dengan sekuat tenaganya berharap bisa menemui beberapa orang petualang di dalam hutan agar bisa di mintai bantuan, setelah setengah jam berlari bukannya menemui petualang prajurit tersebut malah melihat sebuah perkemahan kecil yang di jaga ketat oleh pasukan dengan armor biru.


"Perkemahan kerajaan mana ini, aku belum pernah melihat armor mereka sebelumnya" gumam prajurit itu.


"Ahhh siapa peduli, sebaiknya aku mereka" gumamnya lagi kemudian lansung berlari menuju perkemahan itu.


"Hey berhenti, siapa kau dan mau apa?" tanya salah seorang penjaga.


"Maaf tuan, aku butuh bantuan" kata prajurit tersebut.


"Astaga dia hanya seorang prajurit sepertiku tapi dia punya aura yang sangat kuat, bahkan hampir sama dengan seorang jendral" kata prajurit itu dalam hatinya.


"Baiklah mari ikuti aku" kata penjaga tersebut, kemudian membawa prajurit itu menemui Ryuzen dan Leo yang sedang duduk bersama.


"Salam jendral saya membawa seseorang, dia bilang sedang membutuhkan bantuan" kata penjaga tersebut.


"Baiklah, kau boleh pergi dan kembali berjaga" jawab Ryuzen.


"Baik jendral" kata penjaga tersebut kemudian pergi ke tempatnya semula.


"Jadi apa yang terjadi padamu?" tanya Leo.


"Begini tuan, saya adalah prajurit dari kerajaan Cronos dan saat ini pasukan kami sedang mencoba bertahan dari serangan para Orc, jadi raja kami mengutus saya untuk meminta bantuan" kata prajurit itu menjelaskan.


"Apa, para Orc?, baiklah kau tunggu di sini sebentar akan aku laporkan pada pemimpin kami" kata Ryuzen.


Ryuzen kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Lily dan beberapa menit kemudian Ryuzen kembali ke tempat prajurit tersebut bersama Lily.


"Jadi kau adalah prajurit kerajaan Cronos?" tanya Lily.


"Benar nona" jawab prajurit itu.


"Baiklah kami akan bersedia membantumu" kata Lily.


"Leo siapkan semua pasukan kita bantu mereka" Lily memberi perintah.


"Baik" jawab Leo kemudian dia pergi menyiapkan semua pasukan, dan tidak butuh waktu lama hanya dalam beberapa menit saja seluruh pasukan dengan armor biru telah berkumpul dan berlutut kepada Lily memberikan hormat.


"Ti-tidak mungkin, apa-apaan dengan pasukan ini, aura mereka sangat kuat dan menakutkan" gumam prajurit tersebut.


"Baiklah, kalian pasti sudah tau alasan kenapa kalian di kumpulkan, jadi jangan menunggu lagi mari kita segera berangkat" kata Lily memberi perintah.


Seluruh pasukan Blue Lightning kemudian mulai bergerak di bawah kepemimpinan Lily dengan Ryuzen, Leo dan Lina sebagai komando serta jendral dari tiap pasukan dengan keahlian masing-masing, prajurit kerajaan tersebut hanya bisa terkagum-kagum ketika melihat seluruh pasukan berjalan dengan tegap, dan gagah berani, tidak ada rasa takut di raut wajah mereka semua yang hanya adalah semangat yang sudah membara menandakan bahwa mereka siap untuk bertempur kapanpun.


Kurang dalam waktu satu jam akhirnya mereka sampai di tempat pertarungan yang sedang terjadi, terlihat saat ini pasukan kerajaan Cronos tengah kesulitan menghadapi para Orc dan sudah banyak korban yang berjatuhan di pihak kerajaan.


"Lina, bekukan mereka semua" kata Lily.


Lina tidak menjawab ucapan Lily melainkan lansung mengangkat tangannya kemudian mengucapkan sebuah mantra, seketika udara menjadi sangat dingin dan perlahan-lahan setiap tubuh dari para Orc mulai membeku akibat suhu dingin itu.


Raja dan seluruh pasukan menjadi kaget karena melihat para Orc yang menyerang mereka tiba-tiba saja membeku, raja kemudian mencoba mencari apa penyebab hal itu.


"Leo, panah mereka semua" kata Lily.


Leo lansung menarik busurnya dan sebuah anak panah yang terbuat dari sihir tercipta, setelah itu Leo lansung melepaskan anak panah tersebut bersamaan dengan itu sebuah lingkaran sihir tercipta dan ketika panah tersebut melewati lingkaran sihir seketika satu anak panah itu menjadi seratus anak panah yang melesat dengan cepat kearah para Orc.


Ratusan anak panah melesat dengan cepat dan menancap di tubuh para Orc yang sedang membeku, dan dalam sekejap puluhan Orc jatuh ke tanah dengan nyawa yang telah melayang, dan lagi-lagi raja serta pasukannya di kejutkan dengan serangan mendadak tersebut.


"Ryuzen, kau tau apa yang harus kau lakukan" ucap Lily.


"Hahahaha, siap laksanakan" jawab Ryuzen.


Dia lansung mencabut dua pedangnya dalam sekejap dia sudah menghilang dari pandangan dan lansung menyerang seluruh Orc yang tersisa, tidak butuh waktu lama hanya dalam beberapa detik saja dia sudah berhasil menghabisi seluruh Orc yang tersisa.


"Si-siapa kau?" tanya raja ketika melihat Ryuzen yang tiba-tiba muncul di depannya.


"Aku bukan siapa-siapa" jawab Ryuzen.


"Baiklah tuan, terimakasih sudah membantu saya dan pasukan saya tuan" ucap raja.


"Tidak, bukan aku yang membantumu tapi pemimpin kami, jika bukan karena dia aku tidak akan membantumu" ujar Ryuzen.


"Kalau begitu, bisakah anda mempertemukan saya dengan pemimpin anda?" tanya raja.


"Baik yang mulia, mari saya antar" ucap Ryuzen kemudian membawa raja untuk menemui Lily.