
Matahari pagi mulai menunjukkan dirinya memancarkan cahayanya yang hangat menyinari setiap benda yang ada, di guild blue lightning tepatnya di halaman guild para anggota guild Elf dan manusia Griffin terlihat tengah tergeletak di tanah.
Mereka semua masih belum bangun dari tidur karena semalaman mereka berpesta dan minum sepuasnya, meskipun begitu satupun dari mereka tidak ada yang berbuat onar hingga semuanya berjalan lancar dan pesta itu di akhiri dengan semua orang yang ada si sana tertidur sampai pagi, ada yang benar-benar ngantuk bahkan ada yang terlalu mabuk hingga tertidur.
Sementara itu di dalam ruangan tepatnya di lantai dua dan di dalam sebuah kamar, dua insan yang berbeda jenis juga tengah terlelap dalam tidur mereka, terlihat senyuman bahagia di wajah mereka berdua, keduanya tertidur hanya dengan di tutupi oleh selimut dan tanpa mengenakkan apapun selain selimut yang menutupi tubuh mereka.
"Hoaammm!!" Lily membuka matanya kemudian melihat kearah jendela dan menyadari bahwa matahari telah bersinar terang yang menandakan bahwa pagi hari telah datang.
Lily menoleh ke sampingnya dan mendapati seseorang yang sangat ia sayangi tengah terlelap dalam tidurnya, Lily tersenyum lembut dan kemudian mengecup bibir Shin.
"Selamat pagi sayang" ucap Lily dengan senyum lembutnya.
"Ya selamat pagi" jawab Shin kemudian membuka matanya dan bangun dari tempat tidur.
"Aku akan menyiapkan air panas untuk kau mandi" ucap Lily.
"Hey mengapa kita tidak mandi bersama" balas Shin menggoda Lily.
"Ini masih pagi dan kau sudah menggodaku" jawab Lily.
Kemudian dia meninggalkan Shin di kamar dan segera membersihkan dirinya, setelah selesai dia kemudian mengganti pakaiannya dan menyiapkan air panas untuk Shin.
"Air panasnya telah selesai aku siapkan, aku akan segera ke bawah untuk membuat sarapan" kata Lily.
"Bisakah kau tidak terlalu sibuk?" tanya Shin.
"Hah.... sudahlah, kau mandi saja sana setelah itu turun dan bantu aku" jawab Lily kemudian keluar dari kamar.
Shin hanya tersenyum lembut melihat tingkah Lily, kemudian dia bangkit dari tempat tidur dan segera pergi mandi, setelah selesai mandi dan mengganti pakaian Shin kemudian turun kelantai bawah, dia tidak lansung ke dapur melainkan keluar rumah terlebih dahulu untuk menikmati udara pagi.
Saat berada di luar rumah betapa terkejutnya Shin melihat semua bahawanya tergeletak di lapangan dan masih belum bangun, Shin menggelengkan kepalanya pelan dan kemudian berjalan menuju ke arah mereka untuk membangunkan mereka semua namun langkahnya terhenti oleh Lily yang melarangnya.
"Sudahlah, biarkan saja mereka istirahat mereka semua lelah" ucap Lily.
"Tapi bagaimana mungkin pasukan kerajaan Phoenix kita terlihat begitu menyedihkan begini?" jawab Shin menunjuk ke arah mereka.
"Sudahlah, ayo bantu aku di dapur" ujar Lily.
Shin hanya bisa pasrah dan mematuhi keinginan istrinya, dia sangat ingin marah melihat pemandangan di depannya saat ini, bagaimana bisa prajurit kerajaan dari sang dewa agung terlihat sangat menyedihkan dengan tergeletak di tanah.
Dia segera menyusul Lily ke dapur untuk membantunya menyiapkan sarapan.
"Ryuzen dan yang lainnya juga belum bangun?" tanya Shin.
"Iya mereka semua masih tidur" jawab Lily.
"Apa harus aku bangunkan" tanya Shin lagi.
"Tidak usah, biarkan saja mereka bangun sendiri, jika mereka lapar nanti mereka juga bakalan bangun" jawab Lily.
Mereka berdua kemudian menyiapkan sarapan setelah selesai mereka membawanya ke ruang makan, karena teman-teman mereka belum ada yang bangun akhirnya mereka memutuskan untuk sarapan berdua saja, dan setelah selesai sarapan mereka berdua duduk di ruang tamu.
"Lily bagaimana kalau hari ini kita pindah ke kerajaan" ucap Leon.
"Aku akan mengikuti apapun keputusanmu sayang" jawab Lily dengan lembut.
"Wah, wah sejak kapan kau berani memanggilku sayang" ujar Shin menggoda Lily.
"A-apa salahnya, sekarangkan kau adalah suamiku" jawab Lily, wajahnya sedikit memerah.
"Hey apa yang lucu, mulai sekarang aku tidak akan memanggilmu begitu lagi" ujar Lily dengan kesal.
"Eh.... apa kau marah?" tanya Shin ketus.
"Menurutmu!!!" jawab Lily
"Hehehe, maaf-maaf aku hanya tidak tahan jika tidak menggoda mu" kata Shin.
"Jangan marah lagi ya" lanjutnya.
Lily tidak menjawab melainkan malah memalingkan wajahnya dari Shin.
"Ayolah sayang, aku hanya bercanda kenapa kau malah serius" kata Shin dengan nada sedikit sedih.
"Hehehehe, iya-iya aku tidak marah" jawab Lily.
Mereka berdua mengobrol dengan santainya di ruang tamu, sesekali mereka berdua bercanda dan tertawa bersama, bahkan tawa mereka berdua sampai membangunkan Ryuzen dan yang lainnya.
"Ya ampun apa yang di lakukan pasangan baru itu, hingga mereka begitu bahagia" kata Ryuzen yang baru keluar dari kamarnya.
"Ya kau benar, aku penasaran apa yang mereka lakukan di bawah" ujar Leo.
"Kau juga terbangun Leo" tanya Ryuzen.
"Siapa yang bisa tidur dengan suara bising seperti itu" jawab Ryuzen.
Mereka berdua kemudian berjalan dengan malasnya ke lantai bawah sesampainya di lantai bawah mereka menemukan Shin dan Lily yang tengah asik bergurau.
"Kapten, bisakah kalian pelankan sedikit suara tawa kalian" ujar Ryuzen.
"Akhirnya kalian bangun juga, cepatlah mandi dan sarapan ada yang ingin aku sampaikan" jawab Shin.
"Baik kapten!" jawab mereka berdua serentak dan kemudian kembali lagi ke kamar mereka untuk mandi dan mengganti pakaian, setelah selesai mandi dan mengganti pakaian mereka berdua kemudian turun ke lantai bawah diikuti oleh Lina yang nampak juga telah selesai membersihkan diri mereka bertiga lansung menuju ruang makan untuk sarapan.
Setelah selesai mereka bertiga kemudian berkumpul bersama Shin dan Lily di ruang tamu.
"Ada apa kapten, pagi-pagi begini sudah mengumpulkan kami" tanya Leon.
"Begini, aku berencana nanti sore akan mengajak kalian semua pindah ke kerajaan, agar kalian bisa segera berbaur dengan yang ada di sana" kata Shin.
"Kalau itu aku sangat setuju, aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan nona Elf yang cantik-cantik" ujar Ryuzen.
"........"
"Dasar mesum" ujar Lina.
"Hah.... dasar kau ini, sebaiknya kalian siapkan semua pasukan dan beritahu mereka jika mereka ingin membawa keluarganya segera berkumpul di sini sore nanti" ucap Shin.
"Baik kapten" jawab mereka serentak, kemudian mereka bertiga pergi keluar rumah untuk menyiapkan pasukan namun saat mereka berada di luar mereka di kejutkan dengan pemandangan yang menyedihkan, dimana semua pasukan mereka tergeletak tengah tidur di tanah.
"Astaga apa yang terjadi di sini!!!" kata Ryuzen dengan berteriak keras.
Teriakannya membangunkan semua pasukan dan segera berdiri dengan tegap.
"Ya ampun kenapa kalian begitu menyedihkan, baiklah aku tidak akan berlama-lama nanti sore kita akan pindah ke kerajaan jika diantara kalian ada yang ingin membawa keluarga kalian, maka sekarang pulanglah dan nanti sore berkumpul lagi di sini" kata Ryuzen.
"Siap Jendral" jawab mereka serentak dan setelah itu mereka semua bubar dan pulang kerumahnya masing-masing.