The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Meninggalkan Kerajaan Elessar



Setelah menyelesaikan acara yang sangat melelahkan (menurut Shin), atau bisa di bilang acara yang sangat membosankan tersebut Shin kembali untuk berisitirahat di dalam kamarnya, hal ini sangat bertentangan dengan dirinya dimana dia termasuk orang yang kurang suka berdiam diri, namun kali ini berbeda karena jika dia tidak berdiam diri di kamar maka sepanjang jalan dia akan mendengar panggilan yang sangat tidak disukainya yaitu Dewa Agung.


"Sayang apa kabar?" tanya Ratu Aurora yang tiba-tiba muncul di sebelah Shin.


"Aku baik-baik saja, kemana saja kau selama ini?" tanya Shin.


"Hahahaha aku senang kau mulai menghawatirkan aku lagi, tenanglah aku tidak kemana-mana kau tau sendiri aku hanyalah roh jadi aku tidak bisa berlama-lama bersamamu, kecuali jika kekuatan rohku sudah pulih, maka aku akan bisa melayanimu seperti dulu lagi" jawab ratu Aurora.


"Baiklah, kalau begitu aku ingin tidur" ujar Shin.


"Kenapa tidur?, bukankah kau ingin bermain-main denganku?" goda ratu Aurora.


"Aurora, aku sangat lelah dengan semua hal yang terjadi di negeri para Elf, jadi bisakah kau biarkan aku untuk istirahat" kata Shin sedikit tegas.


"Apa kau marah,.. hiks, aku tau kau sebenarnya sudah tidak suka lagi padaku" ucap ratu Aurora menangis.


Shin yang semula ingin tidur menjadi tidak tega dan merasa bersalah karena telah membuat ratu Aurora menangis, mau bagaimanapun ratu Aurora adalah istri dewa phoenix di masa lalu, dan hal ini pulalah yang membuat ratu Aurora juga berfikir bahwa dia adalah suaminya di masa lalu.


Walaupun benci untuk mengakuinya namun Shin tidak bisa mengelak dari hal tersebut sebab dimasa lalu dia adalah Shin yang sama yang menjadi raja bangsa phoenix, yang berarti secara tidak langsung dia juga adalah Shin yang sama dengan yang menjadi suami ratu Aurora. Shin kemudian mengalihkan tubuhnya dan memeluk roh ratu Aurora yang sedang menangis tersebut.


"Maafkan aku, aku tidak marah hanya saja saat ini aku benar-benar kelelahan, tapi tenang saja setelah selesai beristirahat nanti aku pasti akan bermain-main denganmu, apapun yang kau inginkan akan aku berikan" Shin mencoba untuk membujuk ratu Aurora.


"Benarkah?" tanya ratu Aurora memastikan.


"Tentu saja, kenapa aku harus berbohong" kata Shin dengan senyuman khasnya.


"Baiklah, kalau begitu aku tidak akan menggangumu sekarang" kata ratu Aurora kemudian menghilang.


"Huhhhh ada-ada saja" gumam Shin.


Shin kemudian kembali memejamkan matanya dan mencoba sekali lagi untuk tidur agar hati dan pikirannya menjadi lebih tenang, namun entah kenapa tiba-tiba saja ia memikirkan kembali ucapannya pada ratu Aurora barusan.


"Tunggu dulu, jika aku berkata begitu berarti secara tidak langsung aku telah menyetujui jika dia ingin melakukan hal itu denganku..." gumam Shin.


"Sial, kenapa aku tidak berfikir dulu sebelum bicara.." raut wajah Shin berubah menjadi jelek, dengan sangat berat hati ia harus rela melakukan hal-hal yang akan diminta oleh ratu Aurora.


Setelah berkali-kali mencoba untuk tertidur dan meskipun sedikit di paksakan akhirnya Shin benar-benar bisa tertidur pulas dan melupakan segala sesuatu yang mengganggu pikirannya walaupun hanya sebentar.


**


Keesokan harinya Shin kembali membuka matanya dengan tubuh yang segar serta pikiran yang sangat fresh, Shin bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena hari ini dia berencana untuk melanjutkan perjalanan menjelajahi seluruh wilayah Elf kingdom.


Sepuluh menit berlalu Shin keluar dari kamar mandi dengan pakaian berwarna hitam serta dipadukan dengan sedikit warna emas dan juga silver sebagai corak dan hiasan, pakaian tersebut nampak serasi dengan rambut panjang Shin yang juga berwarna hitam pekat.


"Auro.." ucapan Shin berhenti saat menyaksikan penampilan ratu Aurora yang menurutnya sangat berbeda dari biasanya, jika biasanya ratu Aurora selalu muncul di hadapan Shin dengan pakaian ataupun gaun khas seorang ratu namun kali ini berbeda ia muncul dengan pakaian ketat sehingga setiap lekuk tubuhnya tergambarkan dengan jelas. bisa di katakan penampilannya saat ini terlihat seperti seorang petualang perempuan.


"Aurora... apa kau baik-baik saja?" tanya Shin.


"Tentu, aku sangat baik, memangnya ada apa?" tanya ratu Aurora.


"Tidak apa-apa hanya saja, aku merasa penampilan mu kali ini sangat berbeda" kata Shin.


"Itu karena kali ini aku ingin kita berpetualang dan mencari kristal biru untuk menyembuhkan kembali kekuatan rohku" kata ratu Aurora semangat.


"Baiklah kalau begitu kebetulan sekali karena aku juga ingin pergi menjelajahi dunia para Elf" kata Shin.


Shin dan ratu Aurora kemudian berjalan menuju keluar kamar untungnya tidak ada yang bisa melihat keberadaan ratu Aurora jika tidak maka sudah bisa di pastikan bahwa para laki-laki akan jadi menggila saat melihatnya.


Sudah tentu pakaian ketat yang menampilkan seluruh lekukan tubuhnya tersebut dapat memancing hasrat laki-laki apa lagi laki-laki hidung belang. Bisa di katakan ratu Aurora sengaja melakukan hal tersebut agar Shin bisa tertarik padanya namun entah kenapa Shin malah nampak acuh dan biasa saja.


"Selamat pagi yang mulia Dewa Agung" sapa raja Aragorn dan raja Celeborn bersamaan.


"Ya ada apa" tanya Shin.


"Yang mulia kami berencana untuk mengajak yang mulia pergi ke kerajaan Lorient" kata raja Celeborn.


"Mohon maaf raja Celeborn, bukannya aku tidak mau hanya saja saat ini aku sedang menjalankan tugas yang sangat penting, namun tenang saja aku pasti akan ke kerajaanmu saat urusanku telah selesai" kata Shin ramah.


"Baiklah yang mulia, jika memang demikian tidak masalah" ucap raja Celeborn.


"Baiklah kalau begitu aku pamit dulu, raja Aragorn terimakasih untuk semuanya" kata Shin dengan senyum ramah, kemudian menghilang dari pandangan mereka berdua.


Di langit cahaya ungu yang sangat terang melesat dengan sangat cepat seperti meteor yang jatuh ke bumi, itu adalah Shin yang terbang dengan kecepatan tinggi melewati hamparan padang rumput yang sangat luas.


Setelah satu jam terbang akhirnya Shin dapat melihat sebuah hutan yang sangat luas di depannya dan dengan segera ia melesat turun dan masuk ke dalam hutan tersebut.


"Baiklah mulai dari sini aku akan berjalan kaki" gumam Shin.


"Sayang jika aku tidak salah ingat di hutan ini ada sebuah danau yang di bawahnya terdapat banyak sekali kristal api, namun danau tersebut di jaga oleh seekor ular yang sangat besar dan juga kuat" kata ratu Aurora.


"Kristal api ya, kebetulan sekali kalau begitu mari kita ke sana, dan untuk ular tersebut kau tenang saja dia akan segera menemui ajalnya" kata Shin dengan tenang.


"Semangat bertarung mu masih sama seperti dulu, semoga saja kali ini kau akan benar-benar berhasil mengalahkan dan menghancurkan Azazel" batin ratu Aurora.