
Shin yang masih sangat penasaran memutuskan untuk tetap mencari informasi mengenai pasukan armor biru tersebut, namun tetap saja tidak ada yang berani untuk membicarakannya, hingga akhirnya Shin memutuskan untuk mencari tau dengan menggunakan auranya.
Setelah mengedarkan auranya yang sangat kuat akhinya rasa penasaran Shin terobati, dan benar saja pasukan dengan armor biru tersebut adalah benar pasukan Blue Lightning yang merupakan pasukan khusus miliknya, dia juga dapat merasakan aura dari ketiga sahabatnya yang merupakan jendral pasukan tersebut.
Beberapa hari telah berlalu namun pasukan monster tersebut masih belum menampakkan diri mereka, saat ini raja dan jendral serta para bangsawan tengah membahas mengenai strategi yang akan mereka lakukan.
Setiap bangsawan mengutarakan pendapatnya masing-masing, dan mencoba untuk lebih menonjol agar raja merasa senang dengan mereka semua, bahkan ada juga yang menjelekkan Lily karena dia tidak hadir dalam peperangan ini, meskipun begitu raja tidak mempermasalahkannya karena dengan bantuan pasukannya saja raja sudah sangat senang.
Ketika mereka sedang membahas strategi salah seorang prajurit memasuki tenda dan memberitahukan bahwa pasukan monster telah terlihat.
"Lapor yang mulia, pasukan musuh telah terlihat namun kami tidak menemukan adanya pasukan bangsa iblis" kata prajurit tersebut.
"Baiklah kembali ke tempatmu" kata raja.
"Baik yang mulia" jawab prajurit tersebut kemudian lansung pergi.
"Jendral siapkan seluruh pasukan, dan para bangsawan sekalian segera siapkan pasukan kalian juga" kata raja memerintah.
"Siap yang mulia" jawab mereka serempak kemudian lansung pergi.
Seluruh pasukan kemudian berkumpul dengan berbaris rapi, pasukan kerajaan di pimpin lansung oleh jendral kepercayaan raja yaitu jendral Albert dan untuk para bangsawan mereka memutuskan untuk memimpin pasukan mereka masing-masing, begitu juga para petualang mereka juga ikut berbaris namun dalam barisan yang berbeda dan yang memimpin mereka adalah seorang master Guild.
Di barisan terdepan 300 pasukan dengan armor biru yang di pimpin oleh Ryuzen, Leo dan Lina berdiri dengan tegap dan siap menerima perintah mereka bertiga kapan saja, Aura yang sangat kuat terpancar dari mereka semua hingga membuat prajurit lain merasa takut dengan mereka.
Tak lama kemudian dari arah hutan satu persatu monster mulai bermunculan hingga mencapai jumlah yang sangat banyak, bahkan sampai membuat seluruh pasukan merasa sedikit negri dengan jumlah mereka.
"SERAAAANG!!!"
Jendral Albert lansung memberi komando pada seluruh pasukan, mereka semua kemudian bergerak kearah para monster dan lansung menyerang, begitu juga dengan pasukan para bangsawan mereka semua mulai bergerak maju dan menyerang seluruh monster.
Namun ada sedikit keanehan, meskipun jumlah monster tersebut sangat banyak namun mereka semua hanya terdiri dari monster-monster kecil dan juga lemah, dan yang menyadari hal ini hanyalah pasukan Blue Lightning dan juga para petualang yang tidak ikut menyerang pasukan monster tersebut.
Sementara untuk para pasukan kerajaan dan juga pasukan para bangsawan mereka semua sangat menikmati pembantaian tersebut karena monster-monster yang menyerang mereka sangatlah lemah, namun kesenangan mereka berakhir ketika mereka sedang asyik membantai para monster lemah bola api raksasa lansung menghantam mereka semua.
Dan hanya dalam sekejap mata banyak korban berjatuhan akibat serangan bola api tersebut, seluruh pasukan menjadi kacau karena serangan mendadak tersebut dan saat itulah para monster raksasa seperti Orc, Troll dan lainnya menyerang seluruh pasukan.
Dan sekali lagi, banyak korban yang berjatuhan dari pasukan kerajaan maupun pasukan bangsawan karena mereka di serang dalam keadaan yang tidak siap, dan dengan susah payah mereka semua mencoba untuk mundur.
"Baiklah sudah saatnya kita ikut dalam peperangan ini, keluarkan kemampuan terbaik kalian" kata master Guild.
"Maju dan habisi para monster itu!!"
Dengan komando dari master Guild seluruh petualang maju dan ikut dalam pertemuan, namun dari semua pasukan para petualang tersebut hanya ada satu orang yang masih berdiri di tempatnya dengan tenang dia adalah Shin, yang masih belum bergerak dan seperti menanti sesuatu.
"Aku tau kalian ada di sana, dan aku akan menanti dengan sabar sampai kalian menunjukkan diri" kata Shin pelan.
"Hey lihat, kenapa orang tersebut tidak ikut menyerang" kata Lina yang kebetulan melihat kearah Shin.
"Entahlah, sepertinya dia sangat tenang dan entah kenapa aku merasakan aura yang akrab dengan orang tersebut" ucap Leo.
"Bagaimana kalau kita menghampirinya?" tanya Lina.
"Baiklah mari kita menghampirinya" ujar Leo.
Mereka bertiga kemudian memutuskan untuk menghampiri orang tersebut, ketika mereka semakin mendekat aura yang sangat besar dapat mereka rasakan padahal orang tersebut terlihat sangat tenang.
"Permisi tuan, kenapa anda tidak ikut menyerang" kata Ryuzen menyapa.
"Hahahaha, untuk apa aku menyerang jika musuhnya masih belum keluar" kata Shin sambil membelakangi mereka.
"Maaf tuan, musuh sudah ada dan kenapa tuan berkata musuh belum keluar?" tanya Leo penasaran.
Mereka bertiga sangat penasaran dengan wajah orang tersebut namun mereka tidak berani untuk maju dan melihat wajahnya, dan orang tersebut juga masih berdiri sambil membelakangi mereka.
"Huhhhh, setelah sepuluh tahun apa kekuatan kalian melemah sehingga tidak menyadari keberadaan musuh yang sebenarnya" ucap Shin kecewa.
Mereka bertiga terkejut mendengar ucapan orang tersebut.
"Kalian semua adalah prajurit terbaik, dan lebih kuat bila dibandingkan dengan pasukan Elit dari sebuah kerajaan, bahkan untuk meratakan satu kerajaan saja cukup dengan jumlah kalian yang sedikit itu, dan sekarang apa kalian benar-benar tidak merasakan keberadaan musuh yang sesungguhnya?" ucap Shin.
Tubuh merek bergetar mendengar setiap ucapan yang keluar dari mulut pria tersebut, jantung mereka berdetak cepat dan pikiran mereka tertuju pada satu orang.
"Ryuzen, Leo, Lina apakah benar kekuatan Blue Lightning telah menurun?" tanya Shin sambil memutar badannya.
Jantung mereka bergerak semakin cepat, tubuh mereka bertiga kembali bergetar ketika melihat wajah dari orang tersebut, meskipun dengan rambut panjang dan penampilannya yang berbeda mereka mengetahui siapa orang itu.
"Pemimpin" kata mereka serempak kemudian lansung memeluk Shin.
"Aku sangat merindukan kalian, teman-teman" ucap Shin.
"Hahaha aku rasa Lily akan sangat bahagia jika mengetahui kau selamat" ujar Lina sambil menghapus air matanya.
"Selamat datang kembali pemimpin" kata Leo.
"Hahaha kau selalu saja begitu Leo" ujar Shin.
"Kapten, kau terlihat luar biasa" ucap Ryuzen.
"Hahahaha, terimakasih Ryuzen" jawab Shin.
"Yang mulia!" seluruh pasukan Blue Lightning kemudian berlutut dan memberi hormat pada Shin, dari wajah mereka nampak kebahagiaan karena orang yang selama ini mereka cari akhirnya telah kembali.
"Hahahaha aku senang kalian masih setia dan saling menjaga, dan satu hal lagi jangan panggil aku yang mulia lagi, aku sudah tidak memiliki kerajaan" kata Shin.
"Baiklah semuanya karena pemimpin telah kembali bakar semangat kalian semua dan sekali lagi kita akan bertempur bersama pemimpin untuk menumpas para iblis" kata Leo tegas.
"Siap jendral" jawab mereka serempak.