
Suasana di ruang singgasana seketika berubah mencekam ketika Lily mengeluarkan auranya, tidak seorangpun dari mereka yang berani berbicara termasuk raja sekalipun.
"Aku sudah mengira bahwa wanita ini sangat kuat, hanya saja aku tidak menyangka bahwa akan sekuat ini" kata raja dalam hati.
"Ti-tidak mungkin, aura macam apa ini"
"Ku-kuat sekali"
"Aku tidak bisa bergerak"
"Awalnya aku tidak ingin seperti ini hanya saja, kalian semua terlalu meremehkan aku, jika kalian bertanya kualifikasi apa yang aku miliki maka rasakanlah ini adalah kualifikasiku, satu hal lagi aku mempunyai tiga ratus pasukan yang bahkan satu orangnya setara dengan jendral kerajaan jadi bagiku sangat mudah untuk menghabisi kalian semua, hanya saja aku masih memandang raja, jika tidak kalian akan hancur" kata Lily sombong.
Memang benar dengan apa yang diucapkan oleh Lily pasukannya sangatlah kuat, bahkan jika pasukan Blue Lightning ingin menyerang sebuah kerajaan maka dengan mereka saja sudah cukup, karena kekuatan tempur pasukan Blue Lightning sangatlah mengerikan.
"Yang mulia seperti yang aku katakan sebelumnya, jika mereka tidak setuju maka aku akan lansung pergi" kata Lily sambil menyerap kembali auranya.
"Tu-tunggu, tunggu sebentar mari kita bicarakan lagi masalah ini, dan untuk perlakuan sebelumnya kami benar-benar minta maaf" ucap salah seorang menteri.
"Dia sangat kuat, bagaimanapun kerajaan ini harus bisa merekrutnya, dan aku akan mencoba untuk mendekatinya agar mendapatkan dukungan yang kuat nantinya hehehe" gumamnya dalam hati.
"Bagaimana semuanya, kalian juga setuju dengan pendapatku kan?" tanya menteri tersebut.
"Dengar semuanya, nona Lily ini memiliki sebuah pasukan meskipun jumlah mereka sedikit namun aku sudah menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana kekuatan pasukannya, mereka bahkan bisa mengalahkan satu Orc hanya dengan beberapa anak panah" kata raja menjelaskan.
"Apa!!!, yang mulia apakah itu benar?" tanya salah seorang menteri.
"Untuk apa aku berbohong, dan karena mereka tidak terikat dengan kerajaan manapun untuk itu aku ingin mereka bergabung dengan kerajaan kita, dan memberikan nona Lily gelar bangsawan sebagai hadiah karena telah menyelamatkan nyawaku" ucap raja.
"Kami semua mematuhi perintah yang mulia" kata mereka semua serempak.
"Baiklah dengan begini aku raja Carlos menyatakan bahwa mulai saat ini dan seterusnya nona Lily adalah salah seorang bangsawan kerajaan Cronos dengan gelar Duchess dan wilayah kekuasaannya adalah Lembah Angin" kata raja tegas.
"Nona Lily apa kau menerima itu?" tanya raja.
"Hamba menerima dengan sepenuh hati yang mulia, dan mulai hari ini hamba dan pasukan hamba adalah bagian dari kerajaan Cronos" kata Lily sambil menunduk memberi hormat.
"Lalu bagaimana dengan kalian?" raja bertanya pada bangsawan lain dan para menteri
"Kami menerima keputusan yang mulia" jawab mereka serempak.
"Bagus kalau begitu, nona Lily sudah menjadi bagian dari kerajaan kita dan sudah resmi menjadi seorang Duchess, berita ini akan segera di sebarkan di seluruh kerajaan Cronos"
"Dan untuk sementara Duchess Lily bisa tinggal di istana terlebih dahulu untuk mengurus segala sesuatu yang di perlukan" kata raja.
"Baik yang mulia" jawab Lily.
"Baiklah dengan ini pertemuan kita akhiri, dan untuk Duchess Lily selamat bergabung di kerajaan Cronos" ucap raja kemudian pergi meninggalkan ruang singgasana.
Setelah kepergian raja suasana kembali menjadi canggung, bagaimana tidak mereka yang awalnya menentang raja memberikan gelar bangsawan pada Lily sekarang malah setuju setelah merasakan kekuatan Lily yang hebat, dan pada akhirnya mereka semua memberanikan diri untuk mendekat dan memberikan selamat pada Lily.
Bagi Lily yang masih belum terbiasa dengan hal ini hanya bisa tersenyum ramah menyambut mereka semua, namun tetap saja dia tidak ingin sembarangan mengambil tindakan, agar tidak merugikannya di masa depan nanti.
"Duchess Lily selamat atas gelar anda, dan anda adalah bangsawan wanita pertama yang di angkat lansung oleh raja, tanpa silsilah keturunan ataupun ikut dalam keluarga suami" kata salah seorang bangsawan.
"Terimakasih tuan.."
"Eric, nama saya adalah Eric dan gelar saya adalah Duke untuk kekuasan saya sendiri adalah kota Forse itu berdekatan dengan Lembah angin yang menjadi wilayah kekuasaan anda" kata bangsawan yang bernama Eric tersebut.
"Terimakasih Duke Eric" ucap Lily.
"Maaf jika saya kurang sopan, apakah Duchess Lily sudah menikah?" tanya Duke Eric.
"....."
"Maaf jika pertanyaan saya menyinggung Duchess Lily" kata Duke Eric.
"Tidak masalah Duke Eric, saya sudah menikah dan saat ini sedang hamil, hanya saja saya terpisah dengan suami saya ketika melawan para iblis" jawab Lily.
"Sekali lagi saya mohon maaf Duchess Lily, saya turut prihatin dengan suami anda" ucap Duke Eric.
"Tidak apa-apa Duke Eric, kalau begitu saya permisi dulu" kata Lily kemudian pergi meninggalkan ruang singgasana diikuti oleh Ryuzen dan yang lainnya.
Setelah keluar dari ruang singgasana Lily lansung berkeliling istana dan akhirnya dia berhenti di sebuah taman yang sangat indah.
"Lily apa kau sedih dengan perkataan orang tadi?" tanya Lina.
"Jika kau mau aku akan memberi pelajaran pada orang itu" kata Ryuzen.
"Hahaha kalian ini ada-ada saja, aku tidak sedih karena ucapan orang itu tapi aku merindukan Shin" kata Lily sambil mengusap perutnya.
"Tenanglah Lily aku yakin Shin baik-baik saja" ujar Leo.
"Leo benar, kapten pasti baik-baik saja" kata Ryuzen
"Terimakasih, karena selalu menemaniku" ucap Lily.
"Apa yang kau bicarakan Lily, kan sudah pernah kubilang kami adalah sahabatmu dan juga kita adalah keluarga, benarkan?" ujar Lina.
"Ya itu benar" jawab Lily sambil tersenyum.
Setelah itu mereka berempat mengobrol di taman hingga sore, mereka berhenti mengobrol ketika seorang prajurit datang memberitahukan pada mereka bahwa raja mengundang mereka untuk makan malam bersama.
Setelah selesai makan raja mengajak mereka untuk berbincang-bincang agar bisa saling menjalin persahabatan, raja juga bertanya pada Lily apakah dia sudah menikah atau belum, dan Lily menjelaskan hal yang sama seperti saat dia menjelaskan pada Duke Eric.
Lily juga tidak menyembunyikan kehamilannya, karena baginya ini sangat penting agar tidak akan ada dari para bangsawan yang mengganggunya, karena ketika mereka memberikan selamat pada Lily sebelumnya, diantara mereka semua memiliki tatapan yang aneh pada Lily, seakan-akan seekor serigala yang sedang menatap mangsanya.
Mereka berlima mengobrol hingga larut malam, lalu setelah itu raja memerintahkan seorang pelayan untuk menunjukkan kamar mereka untuk istirahat, sebenarnya mereka di berikan kamar masing-masing hanya saja Leo meminta Lina untuk tidur bersama Lily agar bisa menjaga Lily.