The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Valley Of The Winds



Untuk sampai ke lembah angin mereka membutuhkan waktu dua hari karena letak lembah angin tidak terlalu jauh dari ibukota kerajaan, dan tentu saja untuk sampai di Lembah angin mereka harus melewati kota Forse yang di pimpin oleh Duke Eric.


Setelah perjalanan yang lumayan melelahkan itu akhirnya Lily serta semua pasukannya sampai di sebuah kota yang lumayan luas, kota tersebut diapit oleh banyak bukit yang menjulang tinggi bagaikan dinding raksasa.


Mereka semua kemudian memasuki kota yang nampak hanya di jaga oleh prajurit biasa, seluruh penduduk kota beramai-ramai keluar dari rumah mereka untuk melihat pemimpin kota mereka yang baru, karena sebelumnya para warga kota lembah angin telah di beritahu bahwa kota mereka akan di pimpin oleh seorang wanita yang sangat kuat.


Para penduduk yang memenuhi kedua sisi jalan menunduk memberikan hormat pada penguasa kota mereka, karena melihat ketulusan hati para penduduk Lily kemudian menghentikan kereta kuda tersebut kemudian keluar dari kereta dan menyapa semua penduduk kota.


"Wah ternyata pemimpin kota sangat cantik"


"Tapi dari berita yang aku dengar dia sangat kuat bahkan melebihi semua bangsawan".


"Hey, lihat mereka bertiga itu sepertinya pengawal penguasa kota kita".


"Akhirnya kota kita akan memiliki pemimpin yang hebat".


"Semoga saja dia seorang pemimpin yang baik"


Para penduduk kota membicarakan tentang Lily, namun Lily hanya tersenyum hangat kepada mereka semua dan melambaikan tangannya.


"Semuanya dengarkan aku" kata Lily


Seketika sorakan ramai para penduduk kota berhenti dan suasana menjadi hening.


"Mulai saat ini aku akan menjadi pemimpin kota ini, dan aku berjanji akan memberikan yang terbaik untuk kalian semua, dan jika ada yang mengeluh tentang masalah silahkan datang ke tempatku dua hari lagi" kata Lily.


"Hidup pemimpin kota!"


"Hidup pemimpin kota!"


"Hidup pemimpin kota!"


Semua penduduk bersorak gembira kembali setelah mendengarkan ucapan Lily, sudah lama mereka ingin mengadu kepada seseorang tentang masalah mereka selama ini namun selalu tidak ada.


Pemimpin kota sebelumnya sangat jahat dan tidak memperdulikan mereka semua, dia hanya mementingkan kekayaannya sendiri, dia menaikkan pajak penduduk kota, menculik para gadis untuk di jadikan pelayannya, serta membantu organisasi gelap sehingga mereka memiliki markas di kota lembah angin.


Setelah memberikan sedikit sambutan kepada seluruh warga kota Lily serta rombongannya kemudian lansung menuju ke sebuah mansion yang terletak di atas bukit di ujung kota, dari mansion tersebut akan terlihat seluruh kota lembah angin karena memang kota lembah angin merupakan kota terkecil di kerajaan Cronos.


Sesampainya di mansion tersebut di sana sama sekali tidak ditemukan adanya penjaga gerbang mansion ataupun pelayan, yang ada hanyalah sebuah mansion kosong yang terlihat seperti tidak terurus selama beberapa tahun.


"Ryuzen, mulai saat ini kau akan bertugas untuk mengurus keamanan kota" kata Lily


"Hahahaha kau tau saja jika aku suka bertarung" jawab Ryuzen sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Leo kau akan mengurus ekonomi kota ini, apa kau keberatan?" tanya Lily.


"Maaf Lily hanya saja aku lebih terbiasa mengurus masalah yang ada, jadi aku rasa Lina lebih tepat untuk itu" jawab Leo.


"Baik kalau begitu kau akan mengurus segala sesuatu yang bersangkutan dengan masalah kota, dan yang lainnya" ucap Lily.


"Hahaha siap laksanakan Nona Lily" jawab Leo.


"Hey jika kau memanggilku begitu lagi akan ku hajar kau" kata Lily.


"Hahahaha baiklah-baiklah" ujar Leo.


"Tentu saja sahabatku" jawab Lily santai.


"Sebelum itu, mari kita bersihkan tempat ini" lanjutnya.


"Baik yang mulia" jawab mereka serentak.


"Tunggu jangan panggil aku begitu, aku tidak ingin identitas kita di ketahui oleh orang lain" ujar Lily.


"Baik pemimpin" jawab mereka semua.


"Itu lebih baik" kata Lily.


Mereka kemudian bekerja sama membersihkan mansion yang sudah tidak terurus itu, tidak butuh waktu lama hanya dalam waktu sepuluh menit seluruh mansion sudah kembali menjadi bersih baik itu di luar maupun di dalam, karena mereka semua menggunakan kekuatan sihir untuk membersihkan mansion dan sekitarnya.


Mansion tersebut terdiri dari dua lantai yang mana lantai pertama terdapat ruang pertemuan, ruang makan, ruang tamu, dapur dan kamar mandi, sementara lantai dua terdapat tujuh kamar yang besar lengkap dengan kamar mandi di masing-masing kamar.


Karena semua urusan sudah selesai Lily kemudian masuk kedalam kamarnya yang merupakan kamar utama dan lansung merebahkan tubuhnya di tempat tidur.


"Sayang kita sudah sampai di rumah baru" gumam Lily pelan sambil mengelus perutnya.


Tiga hari berlalu, dan seperti janji Lily para warga mulai berkumpul di halaman mansion, karena mereka semua terlalu banyak Leo memilih beberapa orang diantaranya yang akan menjadi juru bicara mereka semua.


"Baik tuan, silahkan katakan apa saja masalah di kota ini?" tanya Leo.


"Begini tuan masalah yang pertama adalah pajak yang terlalu tinggi sedangkan ekonomi kota ini sangat rendah, lalu masalah yang kedua adalah organisasi gelap yang masih berada di kota ini dan mengganggu ketentraman warga, ketiga kota kita sangat susah untuk menjual hasil panen ke kota terdekat, karena takut ancaman dari monster serta para bandit, untuk saat ini itu saja tuan" kata salah seorang dari mereka.


"Baiklah, masalah ini akan aku selesaikan satu persatu dan aku janji dalam waktu dekat kalian akan mendengar kabar mengenai hancurnya organisasi gelap tersebut" kata Leo serius.


"Terimakasih banyak tuan, kalau boleh tau dimanakah pemimpin kota?" tanya salah satu dari mereka.


"Pemimpin kota saat ini sedang tidak bisa di ganggu, dia sedang istirahat" jawab Leo.


"Apa pemimpin kota sedang sakit?"


"Tidak, sebenarnya pemimpin kota tengah mengandung anak pertamanya jadi beliau butuh banyak istirahat" jawab Leo.


"Ini berita yang luar biasa, jadi sebentar lagi kota kita akan punya tuan muda" kata orang tersebut dengan semangat.


"Lalu dimanakah suami pemimpin kota?"


"Huuuhhh" Leo menghela nafas panjang


"Sebenarnya aku tidak ingin menceritakan ini tapi jika aku tidak ceritakan mungkin kalian akan berfikiran buruk tentang pemimpin kota, sebenarnya saat menuju ke sini kami di serang oleh monster tingkat tinggi dan suami pemimpin kota mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan kami semua serta calon anaknya, saat ini kami tidak tau apakah dia masih hidup atau sudah mati" jawab Leo.


"Suamiku masih hidup, aku yakin itu" kata Lily yang baru saja tiba.


"Ma-maaf atas kelancangan kami pemimpin" kata mereka serempak.


"Sudahlah jangan di pikirkan lagi, dan ingat ini baik-baik suamiku belum mati, aku yakin dia akan datang dan menemui kami di sini" kata Lily.


"Itu pasti pemimpin, kami akan selalu mendoakan keselamatan suami pemimpin kota" kata salah seorang dari mereka.


"Kalau begitu kami pamit pemimpin" jawab mereka serempak kemudian berjalan meninggalkan mansion dan kembali ke kota.