
Setelah selesai menakut-nakuti sekelompok orang tersebut Shin menyerap kembali auranya dan kemudian melompat turun kearah gadis Elf tersebut.
"Ja-jangan makan aku!!" kata gadis Elf itu ketakutan.
"......"
"Kau pikir aku ini apa?" kata Shin kesal.
"Bu-bukankah tadi kau bilang, kau adalah arwah penghuni hutan ini?" ucap gadis Elf tersebut.
"Hahahaha, itu hanya untuk menakut-nakuti mereka saja, oh ya sebenarnya kau ini siapa dan berasal dari mana?" tanya Shin.
"Namaku Olivia, putri dari raja Aragorn dan ratu Gladriel penguasa kerajaan Elessar di Elf kingdom" jawab Olivia dengan bangga
"Oh, jadi intinya kau ini tuan putri ya?" tanya Shin cuek.
"Benar sekali lalu kau ini siapa?" tanya Olivia.
"Hanya manusia biasa yang sedang lewat di sini" jawab Shin pelan.
"Lalu apa yang kau cari di sini?" tanya Shin.
"Aku sedang mencari keberadaan dewa, karena hanya dia yang dapat membantu kami" jawab Olivia.
"Hahahaha lelucon apa itu, memangnya kau mau mencarinya kemana" kata Shin tertawa lepas.
"Aku tidak bercanda, ayahku bilang dulu ada sepasang dewa yang singgah di kerajaan kami, nama salah satunya adalah Dewi Aurora, dan yang satunya lagi kami tidak tau namun mereka berdua adalah Dewa serta Dewi yang sangat baik, mereka juga telah banyak membantu kami bahkan berhasil mendamaikan dua kerajaan besar Elf" kata Olivia menjelaskan.
"Dewi Aurora, apa ini bersangkutan dengan Aurora yang itu??" Shin bertanya-tanya dalam hatinya.
"Begitu ya, lalu apa kau sudah bertemu dengannya?" tanya Shin.
"Belum, dan sekarang aku malah tersesat" jawab Olivia malu-malu.
"Hahahaha bukannya bertemu dewa malah tersesat, baiklah besok akan aku antar kau pulang" kata Shin.
"Apa kau tau negeri Elf?" tanya Olivia penasaran.
"Tidak" jawab Shin singkat.
"Lalu kenapa kau mau membantuku, dan bagaimana caranya kau bisa mengantarku pulang?" tanya Olivia kesal.
"Sudahlah besok saja difikirkan, sekarang lebih baik tidur dan beristirahat karena aku sudah sangat lelah" kata Shin lalu melompat ke atas dahan pohon.
"Selamat malam tuan putri" kata Shin kemudian mulai memejamkan matanya.
"Dasar orang aneh" gumam Olivia kesal.
**
Keesokan harinya Shin dan Olivia melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, hanya saja kali ini mereka berjalan tanpa tau arah, setelah setengah hari mereka tak kunjung keluar dari hutan lebat tersebut dan malah terlihat semakin jauh memasuki hutan.
"Olivia sebenarnya kerajaan para Elf itu terletak di mana?" tanya Shin.
"Aku lupa arahnya kemana, yang jelas kerajaan Elf itu ada di balik gunung yang sangat besar" jawab Olivia.
"Kalau begitu lebih baik mencari sambil terbang" kata Shin sambil menarik tangan Olivia kemudian melesat melewati pepohonan yang menjulang tinggi.
"Aaaaaa!!!" Olivia berteriak keras ketika menyadari dirinya mulai terbang dan meninggalkannya tanah.
"Berhenti berteriak atau akan aku lepaskan kau" kata Shin.
Wajah Olivia jadi sangat pucat setelah mendengar ucapan Shin dia tidak akan bisa memikirkan bagaimana jadinya jika ia jatuh dengan jarak setinggi ini, tanpa ia sadari ia sudah memeluk erat tangan Shin.
"Memangnya tidak boleh ya?" tanya Shin.
"Bu-bukan begitu, aku hanya penasaran saja" jawab Olivia.
"Hahahaha itu adalah rahasia" jawab Shin.
Shin terbang dengan perlahan sambil mencari gunung yang di maksud oleh Olivia, hingga setelah beberapa jam mencari akhirnya Shin melihat sebuah gunung yang sangat besar dan juga tinggi, bahkan puncaknya sampai menembus awan.
"Aneh, kenapa aku merasa akrab dengan gunung ini?" kata Shin dalam hatinya.
"Apa itu gunung yang kau maksudkan?" tanya Shin menunjuk ke arah gunung tersebut.
"Benar itu dia, di balik gunung itu adalah tempat bangsa Elf atau Elf kingdom, tapi harus hati-hati karena di puncak gunung tersebut ada elang api" kata Olivia.
"Ternyata benar, pantas saja aku merasa tidak asing dengan gunung ini" Shin membatin.
"Baiklah kalau begitu kita akan lewat atas biar cepat sampai" kata Shin kemudian melesat dengan cepat menuju ke puncak gunung.
"A-apa yang kau lakukan sudah kubilang di puncaknya ada elang api yang sangat ganas" teriak Olivia.
Namun Shin tidak mendengarkannya dia terus saja melesat terbang dengan kecepatan tinggi, dan hanya dalam hitungan menit saja mereka berdua telah sampai di puncak gunung tersebut.
Sesampainya di puncak gunung merek berdua di sambut oleh dua elang api yang merupakan penjaga gunung tersebut.
"Hey siapa kalian dan mau apa" kata salah satu elang api sinis.
"Katakan pada rajamu untuk datang ke sini" kata Shin dengan tatapan tajam.
Kedua elang api penjaga tersebut, bergidik ketakutan ketika melihat Shin entah kenapa mereka tiba-tiba merasakan tekanan aura yang sangat besar di tubuh mereka, kedua elang api tersebut lansung terbang menuju ke tengah-tengah puncak gunung yang merupakan tempat berkumpulnya semua elang api.
Tak lama kemudian dari tengah-tengah puncak gunung datang beberapa elang api dengan tubuh yang lebih besar serta aura yang menakutkan, Olivia mendekap erat lengan Shin karena ia merasa ketakutan.
Bagi bangsa Elf mengganggu elang api adalah mencari mati, mereka semua tau keganasan dan kekuatan elang api seperti apa, jika mereka marah maka semuanya akan tamat.
Namun apa yang terjadi berikutnya sangat membuat Oliva hampir jantungan karena kaget, ia tak menyangka bahwa beberapa elang api besar yang baru saja datang itu lansung menunduk di hadapan mereka berdua, lebih tepatnya di hadapan Shin.
"Selamat datang yang mulia, apa yang mulia ingin mengambil mutiara bunga kehidupan lagi?" tanya raja elang api.
"Tidak kali ini aku hanya ingin kalian mengantarku ke kerajaan bangsa Elf, dan satu lagi sepertinya penjagamu itu lumayan juga" kata Shin dengan senyuman hangat.
Elang api penjaga tersebut kembali bergidik ketakutan ia tidak menyangka bahwa yang datang adalah raja dari para burung yang merupakan hewan agung.
"Ma-maaf yang mulia hamba tidak tau bahwa itu yang mulia" kata Elang api penjaga tersebut.
"Sudahlah lupakan saja, sekarang antar kami ke kerajaan para Elf" kata Shin.
"Baik yang mulia, silahkan naik ke punggungku" kata raja Elang api.
Shin dan Olivia kemudian naik ke atas punggung raja Elang api setelah itu raja elang api membawa mereka terbang melewati puncak gunung dan hanya dalam waktu beberapa menit saja mereka telah sampai di seberang gunung tersebut, raja elang api lansung membawa merek menuju ke kaki gunung yang merupakan perbatasan dengan kerajaan bangsa Elf.
"Kita sudah sampai yang mulia, maaf saya hanya bisa mengantar yang mulia sampai di sini" kata raja Elang api.
"Tidak masalah, kau bisa kembali sekarang" ucap Shin.
"Baik yang mulia, saya permisi" kata Elang api kemudian kembali terbang ke puncak gunung.
"Se-sebenarnya kau ini siapa?, kenapa elang api sangat tunduk padamu bahkan memanggilmu yang mulia?" tanya Olivia.
"Hahahaha itu adalah rahasia" jawab Shin sambil tertawa.
"Yasudahlah mari kita lanjutkan perjalanan, dan selamat datang di Elf Kingdom" kata Olivia.