
Pertarungan Shin dan Azazel berdampak sangat besar bagi kerajaan Phoenix yang mana dampak dari pertarungan mereka menghancurkan banyak bangunan yang ada di kerajaan.
Karena takut akan nyawa rakyatnya terancam dan malah mati akibat serangannya sendiri Shin mencoba untuk menahan diri agar tidak menggunakan kekuatan penuhnya dalam bertarung karena dia tidak ingin rakyatnya menjadi korban dari keganasan serangannya sendiri.
Dan oleh sebab itu juga Shin perlahan-lahan mulai menurunkan tekanan panas dari api abadi, karena jika ia tetap menggunakan aura panas dari api abadi maka bisa di pastikan bahwa para penduduk kerajaan yang saat ini bersembunyi di kediaman mereka akan meleleh akibat panas yang sangat tinggi itu.
Azazel menggunakan kesempatan yang ada untuk berbalik menyerang Shin, awalnya ia hanya bisa menghindar dan bertahan dari serangan Shin karena tidak bisa mendekat akibat kekuatan panas dari api abadi, namun ketika ia merasakan kekuatan tersebut menurun dia lansung berbalik dan menyerang Shin.
"Hahaha ada apa dewa Phoenix apa hanya segini saja kemampuanmu?" kata Azazel sombong.
Shin tidak menjawab dia terus saja bertahan dari setiap serangan yang di arahkan kepadanya, namun karena Shin tidak bisa bertarung dengan kekuatan penuhnya beberapa serangan berhasil mengenai tubuhnya hingga menyebabkan luka yang lumayan serius.
Raiga dan Zuryu melesat dengan kecepatan tinggi meninggalkan lawan mereka dan lansung mendekati Shin, karena melihat Shin sangat kewalahan melawan raja iblis.
"Yang mulia, anda tidak apa-apa?" tanya Raiga.
"Aku baik-baik saja" jawab Shin.
"Hahahaha, sekalian saja kalian bertiga menghadapi ku" ujar Azazel.
"Dan untuk kalian bertiga bantu pasukan kita menghabisi sisanya" kata Azazel memberi perintah pada para jendralnya.
"Baik yang mulia" jawab mereka bertiga serempak.
"Baiklah mari kita lanjutkan" ucap Azazel dengan senyuman dingin di wajahnya.
Kemudian Azazel lansung menyerang Shin, Raiga dan Zuryu dengan membabi buta, aura kegelapan yang terpancar dari tubuhnya sangat kuat dan berhasil membuat Shin, Raiga dan Zuryu kesulitan untuk bergerak.
Shin terus mencoba untuk memancing Azazel agar menjauh dari kerajaan namun tetap saja Azazel selalu berhasil menggagalkan rencana Shin, setiap kali Shin dan yang lainnya akan pergi Azazel mengarahkan serangannya kearah rumah penduduk kerajaan.
Hal inilah yang membuat mereka bertiga kewalahan melawan raja iblis, karena di saat yang bersamaan mereka harus menahan serangan yang di lancarkan Azazel kepada mereka juga ke arah rumah para penduduk kerajaan.
Jika saja Shin bisa bertarung dengan kekuatan penuhnya maka sudah di pastikan mereka bertiga akan mampu mengalahkan raja iblis meskipun kemungkinannya sangat kecil, namun karena Shin bertarung dengan menahan kekuatannya dia malah menjadi kewalahan menghadapi raja iblis.
Zuryu mengerti ketika melihat Shin tidak menggunakan kekuatan penuhnya dan mencoba untuk membuat pelindung bagi para penduduk, namun rencananya dengan cepat di ketahui oleh Azazel sehingga Zuryu gagal membuat pelindung untuk para penduduk.
Sudah berjam-jam mereka bertiga bertarung melawan Azazel namun masih belum nampak tanda-tanda kalau Azazel akan kalah ataupun kelelahan, malah mereka bertiga yang berhasil di pojokan oleh Azazel, meskipun mereka bertiga menang dalam jumlah namun dari segi kekuatan mereka masih kalah.
"Aku sudah bosan bermain-main dengan kalian dan sudah saatnya untuk mengakhiri ini semua" kata Azazel.
"Yang mulia ini tidak bisa di biarkan, kekuatan api kegelapan sangatlah mengerikan" ujar Raiga.
"Tidak ada cara lain, aku akan mencoba untuk melawannya dengan kekuatan penuh, Zuryu buatlah pelindung yang sangat kuat untuk melindungi para penduduk" kata Shin.
"Baik yang mulia" jawab Zuryu dan dengan segera ia membuat pelindung sihir terkuat yang ia bisa.
Setelah pelindung selesai di buat Shin akhirnya bisa mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk menghadapi Azazel, Shin tidak lagi menahan dirinya dan seketika aura merah menyala menyelimuti seluruh tubuhnya dan bersamaan dengan aura yang semakin besar itu suhu udara menjadi semakin panas.
Shin mengangkat kedua tangannya dan membuat sebuah bola api yang semakin lama ukurannya menjadi semakin besar, suhu udara seketika menjadi semakin panas dari sebelumnya bahkan sampai membuat beberapa bangsa iblis yang dekat dengan bola api itu menjadi meleleh karena panas.
"Hahahaha apa kau pikir, api abadi yang cacat itu bisa melawan api kegelapan yang sempurna" kata Azazel sombong.
Shin tidak menjawab dia hanya terus memfokuskan kekuatannya pada bola api yang sedang dia ciptakan, setelah ukuran bola api yang ia ciptakan sama dengan bola api hitam milik Azazel, Shin lansung melemparkan bola api raksasa itu kearah bola api hitam yang sedang mengarah padanya.
"BOOMMMM!!!"
Dua bola api raksasa bertabrakan dan menyebabkan ledakan yang amat sangat besar bahkan sampai terdengar ke seluruh wilayah empat kerajaan besar, meskipun ukuran dari dua bola api tersebut sama namun karena kekuatan api abadi yang tidak sempurna sehingga membuat api abadi berhasil di serap oleh api kegelapan dan meledak seketika.
Karena kekuatan api kegelapan yang lebih besar dari api abadi sehingga dampak yang di akibatkan dari ledakannya sangatlah dahsyat
bahkan sampai menghanguskan hampir setengah dari hutan yang sangat luas.
Istana kerajaan Phoenix juga ikut rata dengan tanah akibat dari dampak serangan tersebut, bahkan para prajurit kerajaan ataupun bangsa iblis juga ikut hangus terbakar karena ganasnya dampak ledakan serangan terhebat dari mereka berdua.
Shin, Raiga dan Zuryu juga ikut terkena dampak dari ledakan dua bola api yang bertabrakan tersebut, perisai sihir yang di buat Zuryu bahkan tidak mampu untuk menahan kekuatan ledakan itu hingga mereka bertiga mengalami luka yang sangat serius akibat dari api kegelapan.
Sementara itu Azazel dan ketiga jendralnya berhasil bersembunyi di dalam lubang hitam yang ia ciptakan sesaat sebelum ledakan itu terjadi.
"Hahahaha bagaimana dewa Phoenix, kekuatan api abadi bukanlah apa-apa jika tidak ada api suci" kata Azazel sombong.
"Kalian bertiga habisi mereka" ucap Azazel memberi perintah.
"Baik yang mulia" jawab ketiga jendralnya.
Ketiga jendral iblis lansung menyerang Shin, Raiga dan Zuryu yang sedang terluka parah, mereka hanya bisa bertahan dari setiap serangan yang mengarah ke mereka, namun karena luka yang sangat parah mereka tidak mampu menahan semua serangan dari ketiga jendral iblis.
Shin berusaha sekuat tenaga untuk berbalik menyerang namun usahanya sia-sia, tenaga serta kekuatannya sudah terkuras habis akibat mengeluarkan bola api raksasa tadi, bahkan cahaya dari kristal api abadi dalam dirinya menjadi sedikit redup.