
Setelah melakukan perjalanan selama dua hari penuh akhirnya pasukan kerajaan Tempest yang di pimpin lansung oleh raja Dixgard sampai di perbatasan, namun jarak antara kedua pasukan masih sangat jauh dan di batasi oleh padang rumput yang sangat luas.
Setelah sampai jendral memerintahkan setengah dari pasukan untuk berjaga-jaga dan yang lainnya diperintahkan untuk mendirikan tenda-tenda untuk raja dan juga para bangsawan.
Setelah selesai membangun tenda dan melakukan persiapan lainnya raja meminta para bangsawan serta para jendral pasukan untuk berkumpul dan membahas mengenai strategi.
"Jendral menurutmu, berapa jumlah pasukan kerajaan Light Born" tanya raja.
"Menurut perkiraan saya prajurit kerajaan Light Born mungkin hanya sedikit lebih banyak dari kerajaan kita yang mulia" jawab jendral.
"Tapi bagaimana dengan bantuan dari pasukan iblis?" tanya salah seorang bangsawan.
"Untuk itu sampai saat ini kita belum mengetahuinya" jawab jendral.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya bangsawan lainnya.
"Jangan khawatir bukan hanya mereka yang memiliki bantuan" ucap raja dengan nada meyakinkan.
Mendengar apa yang di katakan oleh raja mereka semua bingung siapakah bantuan yang di maksud raja, apakah raja telah memiliki sekutu baru namun kenapa bara bangsawan tidak tau akan hal itu, berbagai macam pertanyaan muncul di benak mereka yang ada di sana kecuali jendral Baston yang sedari awal sudah mengetahui siapa yang akan membantu mereka.
Disaat mereka tengah membahas strategi apa yang akan mereka lakukan tiba-tiba datang seorang prajurit menghadap.
"Salam hormat yang mulia" ucap prajurit itu memberi hormat.
"Ya, ada apa?, apa ada hal penting yang ingin kau laporkan?" tanya raja.
"Benar yang mulia, seorang utusan dari kerajaan Light Born datang dan ingin menghadap yang mulia" jawab prajurit itu.
"Seorang utusan, baiklah izinkan dia masuk" ucap raja.
"Baik yang mulia" jawab prajurit itu dan kemudian pergi meninggalkan tenda.
***
Di ujung padang rumput yang berlawanan dengan tempat pasukan kerajaan Tempest saat ini, di sana terlihat jutaan pasukan masih berbaris dengan rapi lengkap dengan senjata dan juga armor namun yang memakai armor hanya dua kelompok saja yaitu manusia dan bangsa iblis.
Raja Lyon dan pangeran Alex masih duduk santai menikmati minuman, tiba-tiba saja seorang bangsa iblis turun dari langit dan kemudian menundukkan kepalanya memberikan hormat pada mereka berdua.
"Yang mulia, pasukan kerajaan Tempest telah datang" ucap iblis tersebut.
"Hahahaha bagus-bagus kirimkan seseorang ke sana dan buat penawaran dengan mereka" ucap raja.
"Tunggu ayah biarkan aku saja yang datang ke sana" ujar pangeran Alex.
"Lalu apa yang kau rencanakan" tanya raja Lyon.
"Ayah tenang saja, aku sudah merencanakan sesuatu yang sangat menarik" ucap pangeran Alex sambil tersenyum sinis.
"Hahahaha baiklah nak, akan aku percayakan semuanya denganmu" jawab raja.
"Baiklah ayah aku akan berangkat sekarang" ucap pangeran Alex dan kemudian pergi meninggalkan ayahnya.
Setelah melewati luasnya padang rumput pangeran Alex akhirnya sampai di tempat pasukan kerajaan Tempest, sesampainya di sana dia mengatakan kepada salah seorang prajurit yang sedang berjaga bahwa dia adalah utusan dari kerajaan Light Born ingin bertemu dengan raja Dixgard.
Prajurit itupun pergi melapor kepada raja, beberapa menit kemudian prajurit itu kembali lagi dan mengatakan kepada pangeran Alex bahwa raja mempersilahkan dirinya untuk menghadap raja.
Setelah mengatakan kepada pangeran Alex prajurit tersebut membawa pangeran Alex menuju ke tenda tempat raja dan para bangsawan membicarakan strategi perang, setelah sampai prajurit tersebut kemudian meninggalkan pangeran Alex sendiri dan kembali ke tempat ia berjaga.
"Yang mulia, utusan kerajaan Light Born telah datang" ucap salah satu prajurit yang berjaga di luar.
"Baiklah persilahkan dia untuk masuk" jawab raja.
Setelah mendengar dia dipersilahkan untuk masuk kedalam tenda pangeran Alex kemudian masuk ke dalam, dan saat raja melihat wajah utusan tersebut dia menjadi sangat kaget dan terkejut serta sama sekali tidak menyangka bahwa utusan itu adalah pangeran Alex.
Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah pangeran Alex yang sudah mati kini berada di depannya dengan keadaan yang sehat dan segar bugar, raja sama sekali tidak bisa berkata apa-apa dia hanya diam dan seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Salam yang mulia raja Dixgard, kita bertemu lagi" ucap Alex
"Yang mulia tidak perlu terkejut begitu, aku yakin yang mulia pasti bertanya-tanya kenapa aku bisa hidup lagi, benar kan?” lanjutnya.
"Be-benar" ucap raja Dixgard.
"Hahaha sudahlah jangan kita bahas masalah itu, aku datang ke sini untuk memberikan sebuah penawaran" ucap pangeran Alex.
"Penawaran apa itu?" tanya jendral.
"Kalian menyerah kepada kerajaan Light Born dan nikahkan aku dengan putri Celestina, dan aku akan menjamin kerajaan kalian akan tetap utuh, jika tidak kalian semua akan aku habisi" jawab pangeran Alex dengan angkuh.
"Sialan, jangan sombong kau pangeran Alex kami bisa saja menangkap dan memenggal kepalamu" ujar jendral Baston.
"Hahaha lakukan saja jika kau mampu" jawab Alex sombong.
"Dasar bocah sombong" ucap salah satu bangsawan kemudian mencabut pedangnya dan lansung menyerang pangeran Alex,
"Hahaha dasar manusia bodoh, kau kira besi rongsokan ini mampu melukaiku" ucap pangeran Alex sambil menangkap pedang bangsawan itu dengan dua jarinya.
Mereka semua membelalakkan mata melihat yang baru saja di lakukan pangeran Alex.
"Ti-tidak mungkin" ucap bangsawan itu dia mencoba menarik pedangnya namun sangat keras, pedangnya seperti menancap di batu yang sangat kuat dan tidak bisa di cabut.
Pangeran Alex kemudian mengangkat jari telunjuknya dan mengayunkannya ke arah bangsawan itu dengan sangat cepat, dalam hitungan detik tiba-tiba saja kepala bangsawan itu telah terlepas dari tubuhnya, dia meninggal bahkan tanpa tau apa yang telah menyerangnya.
"Hahahaha ini sebagai tanda bahwa kalian menolak niat baikku, kalau begitu persiapkan diri kalian semua" ucap pangeran Alex lalu tiba-tiba sepasang sayap membentang di punggungnya dan setelah itu dia melesat terbang menabrak langit-langit tenda itu dan membuat tenda tersebut menjadi bolong.
"Ti-tidak mungkin, ini sama sekali tidak mungkin, apakah raja Lyon telah mengorbankan anaknya pada raja iblis" ucap raja.
"Saya rasa memang itu yang sebenarnya terjadi yang mulia, pangeran Alex bukan lagi manusia dan sekarang dirinya adalah iblis" jawab jendral Baston.
"Lalu bagaimana ini, apa kita akan tetap melawan mereka" ujar salah satu bangsawan.
"Tidak ada cara lain, daripada kita menyerah lebih baik kita mati dengan membela kerajaan kita" jawab jendral Baston dengan nada tegas.