
Alex agak sedikit kaget dengan ucapan orang yang saat ini berada di depannya, dia mencoba mengingat-ingat kejadian sepuluh tahun yang lalu namun dia tidak mengingat sama sekali bahwa pernah bertemu dengan orang yang ada di depannya saat ini.
"Cukup, siapa kau sebenarnya aku tidak pernah merasa bertemu denganmu" kata Alex.
"Hahaha baiklah-baiklah, akan aku ceritakan sedikit padamu, apa kau masih ingat dengan kerajaan yang kalian hancurkan sepuluh tahun lalu?" tanya Shin.
"Sepuluh tahun lalu, kerajaan yang telah kami hancurkan!?" gumam Alex.
"Cukup aku sudah tidak mengingatnya karena sudah banyak kerajaan yang kami hancurkan, jadi cukup bicaranya karena aku sudah sangat ingin menghabisi dirimu" kata Alex.
"Hahahaha, terserah kau saja" kata Shin santai.
Alex yang sudah sangat kesal lansung melesat maju dan menyerang menyerang Shin dengan ganas, namun Shin masih nampak santai dan tenang menghadapi setiap serangan yang di arahkan padanya.
Meskipun dia sangat dendam dan benci dengan para iblis yang telah memisahkannya dari keluarganya dan juga telah menghancurkan kerajaannya namun entah mengapa sikap Shin seolah-olah semua itu tidak pernah terjadi.
Disela-sela pertarungan wajahnya masih terlihat sangat tenang bahkan nampak senyuman indah terukir di lewat bibirnya, Lina dan Leo yang menyaksikan hal tersebut merasa sangat heran, mereka tidak menyangka bahwa Shin akan sangat tenang saat bertarung.
"Kakak, apa ada yang salah dengan Shin kenapa dia sangat tenang?" tanya Lina.
"Entahlah Lina aku juga tidak tau" jawab Leo.
"Ekheemm aku sangat penasaran dengan satu hal namun aku lupa bertanya tadi, jadi aku tanyakan saja sekarang apa Lily baik-baik saja?" tanya Shin melalui telepati.
"Ya ampun bahkan sambil bertarung dia masih sempat bertanya" gumam Lina.
"Lily baik-baik saja kapten, dan sekarang dia ada di kerajaan Cronos" jawab Leo.
"Syukurlah, ah ya satu lagi anakku laki-laki atau perempuan?" tanya Shin penasaran.
"Anakmu perempuan, dia sangat cantik sama seperti Lily dan juga sangat kuat sama sepertimu" ujar Lina.
"Hahahaha aku sudah menduga hal tersebut, lalu siapa namanya?" Shin semakin penasaran.
"Ya ampun Shin bisakah kau lebih serius bertarung, kau saat ini sedang menghadapi salah satu jendral iblis" ucap Lina kesal.
"Iya iya tapi jawab dulu pertanyaanku tadi" kata Shin.
"Namanya Alisha" ujar Lina.
"APAAAA!!!!"
Shin berteriak kaget ketika mendengar Lina menyebutkan nama anaknya, dan di saat yang bersamaan saat kaget Shin tidak sengaja menggunakan tenaga yang cukup besar dan kebetulan juga saat itu ia sedang mencoba untuk memukul Alex, sehingga pukulan yang sangat bertenaga tersebut mengenai dada Alex hingga membuatnya terpental dan menabrak bukit hingga membuatnya hancur.
Tidak hanya itu semua orang yang ada di bawahnya juga ikut terkejut ketika mendengar teriakan Shin yang sangat keras, hingga membuat pertarungan berhenti sejenak dan lansung memandang kearah Shin yang nampak tengah berfikir.
"Hey kenapa kau berteriak seperti orang kesurupan" teriak Lina kesal.
"Eh,... hahahaha maaf-maaf aku hanya kaget saja" kata Shin sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Sementara itu Alex masih terbaring sambil menatap langit dengan tatapan kosong ia sungguh tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi, dan entah bagaimana ia bisa berada di sela-sela tumpukan tanah.
"Ya ampun apa yang menabrak ku barusan?" ucap Alex bingung.
Alex kemudian berdiri dan lansung terbang kemudian dia melihat kearah Shin yang terlihat bingung dan seperti memikirkan sesuatu.
"Apa yang orang aneh itu lakukan, apa dia yang menyerangku tadi?" gumam Alex.
Dia mengangkat kedua tangannya kemudian aura gelap yang sangat menakutkan keluar dari tubuhnya, hingga membuat semua orang yang ada di sana menjadi tertindas akibat aura tersebut.
Dari telapak tangannya muncul dua cahaya hitam yang semakin lama semakin besar sampai menutupi cahaya matahari dan membuat langit yang cerah seketika menjadi gelap.
"Hahaha akan aku habisi kalian semua!!" kata Alex.
Raja, jendral, para bangsawan dan para prajurit menjadi cemas tubuh mereka mulai meneteskan keringat dan bergetar hebat karena rasa takut yang sangat besar menghantui mereka.
Entah kenapa tiba-tiba saja mereka merasa bahwa akhir dari dunia akan segera sampai, suasana di perbatasan yang awalnya penuh dengan suara besi yang beradu, ledakan, teriakan serta raungan kini berubah menjadi hening seperti tak berpenghuni.
"A-apa kita akan berakhir?"
Prajurit yang putus asa tanpa sadar menjatuhkan senjata mereka, saat ini mereka tidak peduli lagi dengan para monster yang tengah menyaksikan mereka bahkan mentertawakan mereka, namun mereka hanya memikirkan tentang satu hal yaitu apakah ini adalah akhir dunia.
Sementara Alex masih mengumpulkan seluruh kekuatannya dan berpusat pada bola hitam raksasa tersebut, Shin malah nampak tenang dan tak peduli dengan hal itu dia seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Alisha, sepertinya aku pernah mendengar nama ini, tapi dimana ya?" gumam Shin sambil mengelus dagunya
"Hahaha apa yang kau pikirkan, apa kau takut akan kekuatanku?" kata Alex.
"Sebentar lagi, sebentar lagi aku akan menghabisi kalian semua dan seluruh kerajaan di dunia ini, dan aku akan mendapat pujian serta kekuatan yang lebih hebat lagi dari raja iblis" ucap Alex lagi.
"Bisakah kau tidak berisik, aku sedang berfikir" ujar Shin.
"K-kau..."
"Hahahaha, kau berhasil memancing emosiku dasar sialan, sebentar lagi kau akan merasakan kekuatanku yang sesungguhnya" kata Alex.
Shin menghela nafas panjang ketika mendengar ocehan Alex, dia menghilang dari pandangan dan dalam sekejap dia sudah berada tepat di depan Alex, tidak hanya itu Shin lansung memukul dada Alex dengan kuat hingga membuatnya terpental sangat jauh dan menghilang dari pandangan.
"Berisik!!" kata Shin kesal.
"A...."
Mereka semua tercengang dengan mulut yang terbuka lebar ketika melihat bagaimana Shin membuat jendral iblis tersebut melayang dari tempatnya, dan kekuatan yang telah di kumpulkan Alex lenyap dalam seketika.
"He-hebat, sungguh hebat"
"Kekuatan yang sangat mengerikan"
"Bahkan jendral iblis saja bukan tandingannya"
"Tapi siapa dia?"
"Apakah dia ada di pihak kita?"
Para prajurit mulai membicarakan Shin, mereka semua kagum sekaligus khawatir melihat kekuatan Shin yang sangat besar, mereka takut bahwa Shin adalah musuh mereka dan apa jadinya jika itu benar.
Bahkan jendral iblis saja ia terbangkan dengan mudah hanya dengan kekuatan pukulan biasa saja, lalu apa jadinya jika mereka yang akan menjadi lawannya.
Namun Shin nampak tidak menghiraukan hal itu sama sekali, dia terus memikirkan tentang dimana dia pernah mendengar nama Alisha tersebut, sambil perlahan-lahan ia mulai turun kearah Leo dan Lina.
Seluruh pasukan merasa lega ketika melihat Shin mendarat di depan Leo dan Lina yang artinya Shin bukanlah musuh mereka, melainkan bagian dari kerajaan mereka karena melihat Leo dan Lina serta pasukannya yang begitu hormat dengan Shin.