The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
"The Blue Lightning"



Setelah sampai di kerajaan Shin di sambut hangat oleh Lily yang nampak terukir kekhawatiran di wajahnya, Shin menyadari hal itu karena dia pergi selama satu minggu penuh dan tidak ada kabar sama sekali.


"Syukurlah kau sudah kembali, apa kau terluka" tanya Lily.


"Tenanglah, kau lihat saja apa aku seperti orang yang terluka" jawab Shin.


Lily hanya tersenyum mengetahui bahwa suaminya baik-baik saja dan tidak terluka sama sekali.


"Raiga kau urus mereka semua" ucap Shin menunjuk ke arah para tawanan yang sangat banyak.


"Yang mulai berapa banyak tawanan yang anda bawa" tanya Raiga.


"Entahlah, nanti kau hitung saja" ucap Shin.


"Baik yang mulia" jawab Raiga dan kemudian menuju ke kerumunan manusia itu.


Sementara untuk semua pasukan Shin meminta Ryuzen dan yang lainnya membawa mereka semua untuk beristirahat, karena mereka semua telah melakukan pertarungan dan perjalanan yang sangat panjang.


Shin kembali ke dalam istana bersama Lily mereka lansung menuju kamarnya, sesampainya di kamar Lily menyiapkan air untuk Shin mandi dan membersihkan diri lalu setelah itu dia kemudian keluar untuk menyiapkan makanan.


Sebenarnya dia bisa saja meminta pelayan untuk melakukan hal itu, namun Lily tidak ingin melakukannya dan memilih untuk menyiapkan makanan untuk Shin dengan tangannya sendiri.


Setelah selesai mandi dan berpakaian Shin keluar kamar dan menuju ruang makan istana, dia merasa sangat lapar karena selama seminggu dia hanya makan makanan seadanya saja.


Sore harinya Shin menuju ke halaman istana untuk menemui para tawanan mereka, sesampainya di sana dia melihat kerumunan manusia yang telah berbaris rapi.


"Wah ternyata Raiga bisa mengatur mereka semua" gumam Shin dalam hati.


"Dengarkan aku semuanya, aku tidak akan membunuh kalian, sebaliknya aku malah akan memberikan kehidupan yang layak untuk kalian semua, kalian bisa tinggal di sini dengan syarat kalian akan menjadi rakyatku dan juga kalian harus setia padaku"


"Aku tidak menerima penghianatan, dan aku pasti akan menindak tegas dia yang berkhianat, namun jika kalian setia kalian akan aku jamin hidup yang aman dan tentram" ucap Shin.


"Satu hal lagi, kalian bisa memilih untuk menjadi rakyat biasa dan membuka usaha atau kalian juga bisa memilih untuk menjadi kesatria kerajaan, dan aku jamin gaji kalian akan sangat besar yaitu senilai 5 koin emas perbulannya"


"Dan untuk kalian yang membuka usaha, jangan khawatir pajak di sini akan lebih rendah daripada pajak di kerajaan lainnya" ucap Shin lagi.


"Jadi apa kalian berminat menjadi rakyatku?" tanya Shin.


"......"


Mereka semua diam, dan kemudian menjawab dengan serentak " kami setia pada yang mulia".


Shin tersenyum senang mendengar jawaban mereka semua, dia tidak perlu khawatir lagi dengan keadaan ras manusia yang sangat sedikit di kerajaannya.


"Raiga, berapa jumlah mereka semua?" tanya Shin.


"jumlah mereka semua ada 1.359.000 yang mulia" jawab Raiga.


"Huh ternyata sangat banyak ya,... baiklah aku mohon padamu dan Zuryu untuk meminta para Elf dan juga manusia Griffin untuk membantu mereka membangun kediaman mereka masing-masing" ucap Shin.


"Baik yang mulia, akan hamba sampaikan pada Zuryu" jawab Raiga.


Setelah itu Shin pergi meninggalkan mereka semua dan menuju ke arah barak pasukan khususnya yaitu di belakang istananya, di sana semua pasukannya tengah beristirahat Shin tidak ingin mengganggu mereka jadi dia mengurungkan niatnya untuk pergi ke sana.


"Yang mulia" ucap salah seorang prajurit yang melihat kedatangan Shin, semua yang ada di sana kemudian berkumpul dan memberikan hormat kepada Shin.


"Bagaimana semuanya apa kalian masih lelah?" tanya Shin.


"Tidak yang mulia" jawab mereka serentak


"Sudahlah jangan berbohong, aku tau kalau kalian sangat lelah jadi untuk beberapa hari kedepannya kita tidak akan berlatih dulu dan kalian bisa beristirahat sepenuhnya, anggap saja ini sebagai hadiah dariku" ucap Shin.


"Baik yang mulia!!" jawab mereka serentak.


"Tolong panggilkan Ryuzen dan yang lainnya" ucap Shin memberi perintah, lalu salah seorang dari prajurit itu pergi untuk memanggil Ryuzen dan yang lainnya di dalam barak.


Beberapa saat kemudian mereka bertiga keluar dan lansung menghadap kepada Shin.


"Hormat kami yang mulia" ucap mereka bertiga sambil menunduk memberikan hormat.


"Sudahlah jangan terlalu formal begini, sekarang hari libur jadi santai saja" kata Shin pada mereka bertiga.


"Begini aku ingin kalian mengecek pembuatan Armor yang di kerjakan oleh Zarga, sudah berapa banyak yang ia buat namun beritahukan kepadanya untuk tidak terlalu terburu-buru, karena aku ingin hasil dan kualitas yang bagus" lanjutnya.


"Baik yang mulia" jawab mereka bertiga.


"Baiklah, dengarkan aku semuanya karena kehebatan kalian dan kecepatan kalian dalam menghadapi musuh, maka dengan ini pasukan khusus ini akan aku namakan sebagai The Blue Lightning". ucap Shin dengan suara lantang.


"Dan satu hal yang harus wajib kalian miliki adalah elemen petir, dan kalian semua jangan khawatir karena kalian akan diajarkan menggunakan mantera elemen petir" lanjut Shin.


Mereka semua bingung dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh Shin, namun karena melihat kebingungan di wajah para pasukannya Shin kembali melanjutkan penjelasannya.


"Kalian pasti bingung kenapa kalian semua harus belajar elemen petir, jawabannya sangat mudah karena bagi para penyihir yang menguasai elemen petir sangatlah langka, untuk para kesatria elemen petir berguna untuk meningkatan kekuatan dan kecepatan serangan dan pergerakan kalian, untuk para pemanah elemen petir akan meningkatkan kecepatan anak panah kalian" ucap Shin menjelaskan.


"Aku akan meminta raja Zuryu mengajarkan kalian tentang elemen petir saat kalian sudah siap untuk berlatih lagi" lanjutnya.


"Kami semua sudah siap yang mulia" jawab mereka serentak.


"Apa kalian yakin" tanya Shin meyakinkan


"Kami sangat yakin yang mulia" jawab mereka serentak.


" Baiklah kalau begitu, latihan akan dimulai pada esok hari, jadi hari ini beristirahatlah sepuasnya" ucap Shin kemudian pergi meninggalkan para pasukan khususnya.


Ryuzen dan yang lainnya hanya bisa terkagum-kagum dengan Shin, mereka tidak menyangka bahwa Shin yang dulunya hanyalah petualang biasa dan kemudian menjadi ketua party lalu menjadi ketua guild dan sekarang dia adalah seorang raja yang sangat hebat.


Ryuzen awalnya tidak pernah menyangka bahwa dia akan menjadi salah satu jendral kerajaan, sebelum dia bertemu Shin dia hanyalah seorang petualang kesepian.


Leo dan Lina juga sama sekali tidak menyangka akan diangkat menjadi jendral, padahal sebelumnya mereka hanyalah anak yatim piatu yang di adopsi oleh seorang kakek di desa terpencil namun sekarang mereka adalah jendral pasukan dan tinggal di istana yang sangat megah.