
Sore harinya, semua anggota guild sudah berkumpul kembali dengan semua anggota keluarga mereka, dan Ryuzen masih saja sibuk mengatur mereka semua.
Leo juga sudah kembali dari kerajaan dan menyerahkan kristal pemberian Shin pada raja, meskipun raja masih sangat ingin Shin tinggal di kerajaannya namun dia juga tidak ingin menghentikan rencana Shin.
Sementara untuk putri Celestina dia semakin sedih, karena tahu Shin akan meninggalkan kerajaannya, dan mustahil baginya untuk bertemu dengan Shin lagi.
"Sayang, bangun sekarang sudah sore bukankah sore ini kita akan berangkat" ucap Lily membangunkan Shin.
"Hoaammm!!, apakah semuanya sudah berkumpul?" tanya Shin sambil bangkit dari tempat tidurnya.
"Iya semuanya sudah ada di sini, mereka hanya menunggumu" jawab Lily.
"Baiklah sampaikan pada Ryuzen aku akan turun sebentar lagi" ucap Shin.
Lily tidak menjawab dan lansung turun untuk menemui Ryuzen dan yang lainnya, sesampainya di bawah dia melihat Ryuzen yang masih saja sibuk menjawab beberapa pertanyaan dari para keluarga anggota guild.
"Hey, Lily dimana kapten aku sudah capek menjawab pertanyaan mereka semua" ucap Ryuzen saat melihat Lily yang baru datang.
"Sebentar lagi dia akan turun" jawab Lily
"Sebaiknya begitu jika tidak aku akan naik dan membangunkannya sendiri" ujar Ryuzen dengan nada yang sedikit kesal.
Tak lama kemudian Shin akhirnya turun dan menemui semua anggota guild dan juga para calon rakyatnya itu, Shin tidak menyangka bahwa yang akan ikut ke kerajaannya sebanyak itu, namun hal itu juga membuatnya senang karena banyak juga yang mau mengikutinya.
"Baiklah semuanya terimakasih sudah berkumpul di sini, hari ini kita akan pindah ke kerajaan baru yang aku pimpin, aku tidak bisa menjamin kalian bisa kaya, namun aku bisa menjamin kalian akan aman dan tentram di sana, di sana nanti tidak hanya kita para manusia namun juga ada bangsa Elf, dan manusia Griffin" ucap Shin.
"Kalian jangan khawatir mereka semua ramah dan bersahabat, mereka juga sangat suka membantu sesama, di sana nanti kalian bisa membuka usaha apa saja yang kalian inginkan, dan jangan khawatir di sana nanti pajak kalian tidak akan semahal saat kalian di sini" lanjutnya.
Mendengar perkataan Shin semua orang bersorak gembira, karena diantara mereka semua hanyalah rakyat biasa dengan ekonomi yang rendah, bahkan terkadang gaji yang mereka dapatkan habis hanya untuk membayar pajak kerajaan dan hanya tersisa sedikit untuk mereka.
"Baiklah semuanya jika kalian sudah siap kita akan segera berangkat" ucap Shin.
"GARDA!!!" teriak Shin.
Mereka semua kecuali para prajurit sangat terkejut saat melihat ratusan Griffin turun dari langit, mereka sempat takut dengan kedatangan para Griffin itu namun para prajurit menjelaskan kepada keluarga mereka masing-masing bahwa Griffin itu adalah tunggangan mereka menuju ke kerajaan yang baru.
"Baiklah semuanya saatnya kita berangkat" ucap Shin.
Mereka semua mulai menaiki punggung Griffin, meskipun masih merasa sedikit takut mereka mencoba untuk memberanikan diri, Shin dan Lily melompat naik keatas punggung Garda dan memimpin semuanya untuk segera berangkat.
"Tuan kenapa anda memilih sore hari untuk berangkat ke kerajaan" tanya Garda.
"Jika kita berangkat pagi atau siang maka akan menimbulkan masalah" jawab Shin santai
"Baiklah yang tuan, hamba mengerti" ucap Garda.
Setelah perjalanan yang lumayan lama dan melewati lebatnya hutan, akhirnya mereka semua sampai di kerajaan saat matahari hampir terbenam, mereka semua sangat kagum melihat kerajaan yang begitu besar dan megah, tidak hanya itu ada 3 istana yang mana dua diantaranya berukuran lebih kecil.
Para Griffin mendarat di halaman istana yang sangat luas, meskipun saat di lihat dari atas halaman istana sudah nampak luas namun ketika mereka turun dan mendarat di halaman itu nampak sangatlah luas, bahkan jauh dari perkiraan mereka semua.
"Selamat datang yang mulia raja dan ratu" ucap para bangsa Elf dan manusia Griffin serentak, mereka semua menyambut kedatangan raja mereka dan di pimpin oleh Raiga dan Zuryu
"Terimakasih semuanya, Raiga mintalah beberapa rakyatmu untuk membantu mereka, biarkan mereka memilih rumah mereka masing-masing yang telah di siapkan" ucap Shin.
"Baiklah yang mulia" jawab Raiga dan kemudian memerintahkan para Elf untuk membantu mereka.
"Kalian semua dengarkan, silahkan pilih kediaman kalian masing-masing, para Elf akan membantu kalian semua" ucap Shin dengan suara lantang.
Mereka semua berjalan meninggalkan halaman istana dengan bantuan para Elf mereka memilih kediaman mereka masing-masing.
"Maaf apakah disini ada restoran" tanya seorang warga pada Elf.
"Apa itu restoran?" tanya Elf itu bingung.
"Restoran adalah tempat anda membeli makanan" jawab orang itu.
"Kalau itu tidak ada di sini" jawab Elf itu ramah.
"Baguslah kalau begitu aku akan membangun restoran di sini" ucap orang itu senang.
Setelah semua warga pergi, Shin mengajak Lily dan yang lainnya menuju ke istana, Lily dan yang lainnya tidak bisa menyembunyikan keterkejutan mereka dengan kebesaran dan kemegahan istana itu, mereka semua di sambut oleh para pelayan yang sangat cantik, dan mereka semua adalah bangsa Elf.
"Baiklah semuanya silahkan pilih kamar kalian masing-masing" ucap Shin.
"Baik kapten" jawab mereka bertiga dan kemudian memilih kamar mereka masing-masing.
"Kau mau kemana?" tanya Shin saat melihat Lily juga ingin pergi.
"Aku juga akan memilih kamarku" jawab Lily.
"Lalu apa kau akan membiarkan suamimu ini tidur sendirian" ucap Shin dengan nada kesal.
"Eh... maaf-maaf, hehehe" jawab Lily tertunduk malu.
"Pelayan tunjukan pada ratu di mana kamar kami" ucap Shin.
"Baik yang mulia" ucap para pelayan dan kemudian menuntun Lily menuju kamar mereka.