The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Night Party



Hari sudah menjelang sore dan semua tamu sudah pulang semuanya, terlihat beberapa anggota guild tengah membereskan halaman depan guild, mereka memindahkan semua meja dan kursi ke halaman belakang guild.


"Hah... sungguh hari yang melelahkan" ujar Ryuzen.


"Sudahlah Ryuzen, ini semua demi kapten" jawab Leo.


"Ya aku tau itu, jika bukan karena kapten aku tidak akan pernah mau melayani orang sebanyak ini" ucap Ryuzen.


"Sudahlah sebaiknya kita segera membereskan semua ini" kata Leo.


Setelah itu mereka berdua kembali melakukan pekerjaan mereka yaitu bersih-bersih, sementara Lina sedang sibuk mencuci piring di dapur dan di bantu oleh Lily pekerjaan mereka terbilang tidak terlalu berat karena Lina menggunakan sihirnya untuk mencuci semua piring.


Sementara Shin dia sedang memikirkan cara dan waktu yang cepat untuk menyerahkan cincinnya pada Lily, dan juga dia memikirkan bagaimana caranya agar dia dapat mengambil inti api pembeku dengan cepat, karena dia tidak ingin membahayakan nyawa Lily.


"Raiga datang ke ruangan ku sekarang" kata Shin memanggil Raiga lewat telepati.


"Baik yang mulia" jawab Raiga.


Beberapa saat kemudian Raiga sudah muncul di hadapan Shin dan lansung membungkuk memberi hormat.


"Raiga aku ingin menanyakan sesuatu padamu" kata Shin.


"Apa itu tuan" jawab Raiga.


"Begini apa kau tau dimana inti api pembeku?" tanya Shin.


"Hamba tau yang mulia, inti api pembeku berada di utara tepatnya di benua es, dan inti api pembeku di jaga oleh Golem Es yang sangat kuat dan agak keras kepala" jawab Raiga.


"Golem es ya..!" ujar Shin.


"Benar tuan, untuk mengalahkan Golem itu tuan hanya perlu menggunakan api abadi" jawab Raiga.


"Aku tidak ingin mengalahkannya, melainkan aku ingin dia menjadi bawahanku dan setia kepadaku sama seperti dia setia kepada dewa Phoenix yang lalu" ucap Shin.


"Jika demikian, sebaiknya yang mulia meminta bantuan dengan Garda dan Cronos yang mulia" jawab Raiga.


"Baiklah kalau begitu, terimakasih Raiga kau boleh kembali" ucap Shin.


"Baik yang mulai" ujar Raiga kemudian menghilang dari hadapan Shin.


"Sesulit apapun akan aku lakukan demi Lily" gumam Shin pelan.


*


Matahari telah tenggelam menandakan siang telah berganti dengan malam semua anggota guild berkumpul di lapangan dekat danau, mereka semua menunggu kedatangan master guild, karena malam ini mereka akan mengadakan pesta khusus untuk pemimpin mereka.


Raiga dan yang lainnya juga telah datang, halaman guild dipenuhi oleh bangsa Elf dan juga Manusia Griffin mereka semua datang untuk menghadiri pesta pernikahan raja mereka.


Meskipun anggota guild sedikit merasa asing dengan keberadaan Elf dan juga manusia Griffin namun mereka mencoba untuk lebih akrab dan berbaur dengan mereka, karena sekarang mereka adalah satu kelompok di bawah kepemimpinan Shin.


Beberapa saat kemudian Shin dan Lily keluar dari dalam rumah diikuti oleh Ryuzen dan yang lainnya, Shin dan Lily berjalan menuju ke depan semua orang yang ada di halaman guild.


"Terimakasih semuanya karena telah hadir di sini, ada hal penting yang ingin aku sampaikan pada kalian semua


Pertama kalian para anggota guild Blue Lightning sekarang kalian adalah pasukan kerajaan Phoenix.


Kedua untuk para Elf dan manusia Griffin perkenalkan dia adalah istriku Lily yang artinya sekarang dia adalah ratu kalian" kata Shin dengan tegas.


Melihat sikap mereka yang begitu hormat Lily menjadi sedikit gugup kemudian dia memandang kearah Shin, namun Shin hanya mengangguk pelan dan tersenyum kearah Lily.


"Te-terimakasih semuanya, aku akan berusaha menjadi ratu yang baik untuk kalian semua" ucap Lily


"Kami akan mematuhi semua perintah yang mulia ratu" jawab mereka serentak.


"Baiklah semuanya sekarang mari kita mulai pestanya" kata Shin.


Mereka semua bersorak gembira dan mulai menumpuk kayu bakar untuk membuat api unggun, setelah selesai mereka semua memanggang binatang hasil buruan mereka untuk di santap bersama-sama.


Shin sangat senang melihat mereka semua sudah bisa akrab dan saling berbaur satu sama lain, meskipun mereka dari ras yang berbeda namun mereka bisa menjadi akrab.


Malam semakin larut namun mereka masih sangat bersemangat, Shin kemudian mencoba memberanikan dirinya untuk memberikan hadiah pada Lily di depan semua orang.


"Lily, ada yang ingin aku bicarakan padamu" kata Shin.


"Apa harus sekarang?" jawab Lily.


"Iya harus sekarang, karena sekarang adalah waktu yang sangat tepat" ucap Shin.


Shin kemudian berlutut di depan Lily kemudian mengambil sesuatu dari dalam saku celananya.


"Lily, terimakasih karena kau telah bersedia menjadi pendamping hidupku, dan terimakasih karena kau selalu setia bersamaku, aku berjanji di depan semua pasukan kerajaan kita bahwa kau akan menjadi ratuku satu-satunya, dan maukah kau menerima hadiahku yang sederhana ini" kata Shin sambil mengulurkan kotak yang berisi sebuah cincin.


"Kenapa kau melakukan ini, aku sangat malu" jawab Lily dengan wajah yang sudah memerah.


"Jadi bagaimana apa kau mau menerima hadiahku?" tanya Shin.


Lily tidak menjawab pertanyaan Shin melainkan hanya menganggukkan kepalanya pelan sebagai tanda bahwa ia setuju, setelah itu Shin kemudian berdiri dan membuka kotak itu terlihat sebuah cincin yang sangat indah ada di dalam kotak yang baru saja di buka oleh Shin, tanpa berlama-lama Shin kemudian lansung mengambil cincin itu dan lansung memasangkannya di jari manis Lily.


Shin merasa senang melihat cincin itu sangat pas di jari Lily, meskipun awalnya dia sedikit khawatir akan ukurannya yang kebesaran atau terlalu kecil.


"Cium"


"Cium"


"Cium"


Entah siapa yang memulai kata itu namun mereka semua serentak menyebutkan kata cium.


"Hey bisakah kalian hanya menonton saja" kata Shin sedikit kesal.


"Hahaha kapten kami hanya memberi semangat saja" ujar Ryuzen.


"Ryuzen.... dasar kau!!" Shin sangat kesal dengan perkataan Ryuzen namun dia tidak marah melainkan dia malah senang.


Sementara Lily dia hanya menundukkan kepalanya dengan wajah yang sudah memerah layaknya sebuah tomat yang sudah sangat matang.


"Sudah, sudah hentikan semuanya dengarkan aku dalam waktu dekat kita semua akan pindah ke kerajaan Phoenix, kalian juga bebas membawa keluarga kalian untuk ikut pindah ke sana" kata Shin.


"Baik yang mulia" jawab mereka serentak.


Setelah itu mereka semua menikmati daging panggang hasil buruan mereka yang sebelumnya sudah mereka bakar, dan malam itu berakhir dengan pesta sederhana yang hanya menikmati daging bakar dan juga arak.


Shin sengaja membebaskan para prajuritnya untuk menikmati arak karena hari ini adalah hari bahagianya jadi dia ingin semua prajuritnya juga berbahagia, namun Shin tetap akan menindak tegas setiap prajuritnya yang berani berbuat onar.