
Suasana di dalam ruangan tersebut kembali menjadi hening, namun kali ini agak sedikit berbeda dengan sebelumnya dimana saat ini perasaan raja Celeborn menjadi tak karuan ia merasa takut, khawatir dan juga tak percaya di saat yang bersamaan.
Raja Celeborn merasakan takut saat mendengar ucapan Olivia dan juga tindakannya yang lansung berlutut memohon dengan memanggil manusia tersebut sebagai Dewa Agung, ia merasa khawatir jika benar yang di depannya saat ini adalah Dewa Agung Bangsa Elf maka dia harus siap menerima hukuman apapun itu karena ia telah berani bersikap tidak hormat di depan Dewa Agung Phoenix Ungu.
Meskipun begitu raja Celeborn juga masih merasa tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh putri Olivia barusan, bagaimana mungkin Dewa Agung mereka bisa duduk di kursi yang setara dengan para pengikutnya?, lalu bagaimana bisa seorang Dewa Agung tidak memiliki Aura yang kuat layaknya seorang dewa?, bahkan ia malah nampak seperti manusia biasa.
"Raja Celeborn, aku faham apa yang tengah kau pikirkan saat ini, bukan hanya kau saja yang tidak percaya bahkan aku sendiri juga tidak percaya dengan hal itu, namun mau bagaimanapun memang itulah kenyataannya" kata Shin santai
Suasana hening di ruangan tersebut tiba-tiba berubah mencekam, tubuh Shin yang sedang duduk dengan tenang tersebut tiba-tiba saja di selimuti oleh Aura ungu yang semakin lama semakin besar, Raja Aragorn dan semua yang ada di ruangan tersebut bergidik ketakutan saat merasakan tekanan dan Aura yang sangat kuat dan mengintimidasi mereka.
Aura ungu yang menyelimuti tubuh Shin kemudian berkumpul di belakang tubuhnya kemudian perlahan-lahan membentuk seekor burung Phoenix yang berwana senada dengan warna Aura tersebut, mereka yang melihat keagungan burung Phoenix tersebut lansung berdiri dari kursinya dan lansung berlutut di hadapan Shin.
"Ya-yang mulia Dewa Agung mohon anda jangan marah" kata raja Aragorn memohon.
"De-dewa Agung maafkan atas sifat kami yang sudah sangat angkuh dan tidak sopan di hadapanmu, silahkan anda hukum hamba Dewa Agung tapi hamba mohon lepaskan anak dan istri hamba" ujar raja Celeborn.
Raja Celeborn menyadari betul apa yang sudah ia perbuat, menyinggung seorang Dewa bukanlah sesuatu yang seharusnya ia lakukan, bahkan jika ia meminta bantuan seluruh bangsa Elf maka tidak akan ada seorangpun yang mau menyelamatkan dirinya.
Jika saja yang ia singgung itu adalah salah satu raja bangsa Elf yang lain maka dia bisa saja dengan mudah meminta bantuan pada bangsa Elf lainnya, namun tidak untuk kali ini karena ia dengan bodohnya malah bersikap angkuh dan berlagak di hadapan seorang Dewa yang mereka puja.
Hal yang sama juga di rasakan oleh jendral Daeron tubuhnya bergetar hebat bahkan sampai berkeringat dingin karena merasa ketakutan, ia merasa tidak percaya atas kebodohannya yang telah sangat berani merendahkan dan menghina seorang Dewa Agung.
Bahkan seorang raja Elf sekalipun akan tetap tunduk dan hormat padanya, di hadapan Dewa Agung seorang raja saja bisa di anggap sebagai semut kecil apa lagi dirinya yang hanya seorang jendral. Tubuh jendral Daeron kembali bergetar hebat saat memikirkan hukuman apa yang akan ia dapatkan karena telah menghina Dewa Agung yang sosoknya sangat ia kagumi.
"Jika ingin aku maafkan maka segeralah berdiri dan duduk kembali di kuris kalian, jika tidak jangan salahkan aku" kata Shin sinis.
Dengan tubuh yang masih gemetaran karena takut mereka semua mencoba untuk berdiri dan kemudian duduk di kursinya masing-masing, suasana kembali menjadi sangat hening dan juga tegang tidak ada yang melakukan aktivitas ataupun berbicara, hingga Shin mulai berbicara lagi namun sebelum itu ia menarik kembali seluruh Auranya.
"Ini lebih baik, jadi apa tujuan kalian datang ke sini?" tanya Shin dengan senyum ramah.
Raja Celeborn dan keluarganya serta kedua jendral sempat tertegun dengan sikap Shin yang tiba-tiba berubah dalam sekejap mata, bahkan mereka tidak menyangka bahwa Dewa Agung mereka akan sangat tampan saat tersenyum ramah.
"Be-begini Dewa Agung, maksud kedatangan kami ke sini adalah untuk melamar putri Olivia" jawab raja Celeborn.
"Ya ampun, inilah kenapa aku sangat malas menunjukkan wujud ku pada orang lain" gumam Shin kesal.
"A-ada apa yang mulia Dewa Agung?" tanya raja Celeborn.
"Tap.."
"Iya-iya aku sudah faham, jadi siapa nama anakmu itu?" tanya Shin.
"Perkenalkan nama saya adalah Haldir yang mulia" jawab Haldir memperkenalkan dirinya.
Shin tidak menjawab ucapan Haldir melainkan dia tengah melihat ke seluruh meja yang ada di ruangan tersebut sambil memegang gelas yang sudah kosong di tangan kanannya. Raja Aragorn menegang saat melihat Shin tengah memegang gelas kosong ia segera memanggil pelayan agar menyediakan minuman untuk Shin.
Suasana kembali menjadi hening untuk beberapa saat hingga datang seorang pelayan dengan membawa minuman untuk Shin. wajah Shin kembali cerah saat melihat pelayan tersebut datang ia lansung meminum minuman yang baru saja di letakkan di mejanya oleh pelayan tersebut.
"Mari lanjutkan, pertama-tama apa alasan pangeran Haldir ingin melamar putri Olivia?" tanya Shin
"Alasan hamba ingin melamar putri Olivia karena hamba sangat menyukainya yang mulia, sejak pertama bertemu dengannya waktu kami masih kecil hamba sudah memiliki perasaan terhadap putri Olivia bahkan sampai sekarang hamba masih tetap memiliki perasaan padanya, lalu hamba juga sangat ingin memiliki sebuah keluarga kecil bersama putri Olivia, kami sempat memiliki rencana untuk kabur ke dunia manusia dan hidup berdua saja karena pada saat itu kedua kerajaan masih berseteru" jawab pangeran Haldir.
Kalau begitu kalian sudah saling mengenal ya?, lalu apakah putri Olivia menerima lamaran tersebut?" tanya Shin.
Olivia tidak menjawab pertanyaan Shin melainkan hanya menundukkan kepalanya dengan kedua pipinya yang sudah merah merona.
"Olivia, jika kau menerima lamaran ini maka katakanlah dan jika kau menolak katakan juga dengan sopan dan jelaskan apa alasanmu agar tidak ada yang merasa tersakiti, satu hal lagi aku tidak ingin kau menentukan pilihan dalam lamaran ini karena kehadiranku di sini tapi aku ingin kau menentukan pilihan sesuai dengan keinginan hatimu agar di masa depan nanti kau bisa merasa bahagia dan tidak tersakiti" kata Shin.
"Hamba menerima lamaran ini dengan senang hati yang mulia" jawab Olivia.
"Syukurlah kalau begitu, raja Aragorn dan ratu Gladriel apakah kalian merestui mereka berdua?" tanya Shin ramah.
"Tentu saja yang mulia, apapun itu asalkan putri kami bahagia" jawab raja dan ratu serempak.
"Bagus mulai sekarang kedua kerajaan adalah saudara dan jangan ada pertikaian lagi, kalian juga tidak perlu khawatir karena dalam waktu dekat aku akan menyatukan semua bangsa Elf" kata Shin senang.
Pertemuan tersebut berakhir larut malam mereka semua hanya berbincang-bincang ringan membahas tentang permasalahan yang sering mereka alami sebagai raja, sesekali gelak tawa mereka terdengar dari dalam ruangan hingga membuat para prajurit yang berjaga di luar ruangan ikut merasa senang.
Setelah selesai raja Aragorn mengantarkan raja Celeborn dan yang lainnya menuju kamar mereka agar bisa segera istirahat, meskipun sebelumnya mereka ingin mengantarkan Shin namun Shin menolak mereka dengan alasan akan sangat merepotkan jika mereka semua ikut mengantarkannya menuju kamar.
(Untuk hari ini dua episode dulu ya karena Author baru nulis tadi malam, lagi pula kondisi Author masih belum sepenuhnya pulih jadi Author harap kalian semua memakluminya, tapi tenang secepatnya akan Author siapkan Crazy up untuk para pembaca sekalian...
Sekian dulu untuk hari ini.. sampai jumpa di next episode)