The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Didalam Gua



(Halo genks sebelum membaca chapter ini Author terlebih dahulu minta maaf jika akan ada di antara para pembaca sekalian merasa tersinggung, dan jangan pernah bosan untuk baca novel Author ya.. hehehe)


____________


Ratu Aurora kemudian melompat masuk kedalam kolam dan lansung memeluk tubuh Shin, sensasi hangat dari kulit yang bersentuhan bisa Shin rasakan yang artinya sekarang ratu Aurora benar-benar memiliki tubuh fisik sama seperti manusia walaupun pada dasarnya dia tetaplah roh.


"Sudah lama sekali aku ingin memelukmu, meskipun saat dalam bentuk roh aku bisa memelukmu namun aku tidak bisa merasakan hangatnya dekapanmu sayang" kata ratu Aurora lirih.


Cukup lama ratu Aurora memeluk tubuh Shin namun Shin hanya terdiam kaku dan tidak bergerak sedikitpun karena ia masih sangat tidak menyangka dan tidak bisa percaya dengan apa yang baru saja ia saksikan dan sekarang ia alami.


Ratu Aurora memeluk erat tubuh Shin, karena memang sudah sangat lama ia merindukan kehangatan dari suaminya tersebut. Setelah Shin menghilang ribuan tahun yang lalu ratu Aurora selalu saja kesepian bahkan saat ia memutuskan untuk menggunakan sisa tenaganya untuk mengubahnya menjadi roh dia masih saja kesepian sampai hari ini.


Namun saat ini kesepian dan kerinduan yang ia pendam selama ribuan tahun telah sirna bagaikan diterpa ombak kebahagiaan saat ia bisa merasakan kehangatan dari tubuh suami yang sangat ia cintai.


Air matanya perlahan-lahan mulai menetes dan membasahi pundak Shin, bukan air mata kesedihan yang bercucuran dari kedua matanya yang indah melainkan air mata kebahagiaan yang telah ia bendung selama ribuan tahun dan akhirnya bendungan tersebut hancur saat ia bisa memeluk Shin untuk pertama kalinya setelah ribuan tahun.


Shin merasa tidak tega dan merasa bersalah pada ratu Aurora, karena mau bagaimanapun juga ia adalah suaminya meskipun itu ribuan tahun yang lalu, Shin kemudian membalas pelukan ratu Aurora dengan sangat erat dan mengelus kepalanya pelan.


"Sudah jangan menangis lagi karena sekarang kau sudah bisa memelukku kapanpun kau mau" ucap Shin pelan.


"Aku sangat merindukanmu" kata ratu Aurora.


Mereka berpelukan cukup lama hingga ratu Aurora berhenti meneteskan air mata, ratu Aurora menggerakkan sedikit tubuhnya hingga membuay Shin bisa merasakan ada sesuatu yang mengganjal dan menempel di dadanya, sesuatu yang besar dan juga lembut.


Shin sangat tau betul benda apa itu, namun ia tetap mencoba untuk tenang dan berfikiran jernih serta positif. Namun berbeda dengan ratu Aurora semakin lama ia semakin sering menggerakkan tubuhnya hingga membuat gesekan pelan antara dada Shin dan sesuatu yang lembut tersebut.


Meskipun Shin tetap mencoba untuk tenang dan berfikiran jernih namun tetap saja yang di lakukan oleh Aurora berhasil membuat sesuatu yang seharusnya tetap diam dan tenang menjadi bergerak dan mengeras.


Shin tetap mencoba untuk bertahan dan terus berfikir jernih, namun karena kondisi mereka yang saat ini tengah berpelukan dalam kondisi tanpa sehelai benangpun akhirnya membuat sesuatu tersebut semakin membesar dan mengeras.


Ratu Aurora sendiri agak sedikit tersentak kaget ketika ia merasakan ada sesuatu yang bergerak dan menonjol mengenai pahanya, namun ia tetap diam dan malah menggerakkan tubuhnya semakin cepat.


"A-aurora, sebaiknya kita hentikan dulu karena aku masih belum selesai mandi" kata Shin mencoba untuk mengelak.


"Tidak... aku masih ingin memelukmu" jawab ratu Aurora manja.


"Tap...."


Ucapan Shin terhenti saat tiba-tiba ratu Aurora lansung mencium bibirnya, Shin sempat kaget karena perbuatan ratu Aurora namun rasa lembut dari bibir ratu Aurora bisa ia rasakan saat ratu Aurora ******* bibirnya.


"Aurora apa yang kau lakukan?" tanya Shin menghentikan aksi ratu Aurora.


"Tapi..."


"Ssstttt!!, untuk kali ini saja bisakah kau membagi sedikit cintamu untuk istri pertamamu ini?" tanya ratu Aurora sambil menempelkan telunjuknya di bibir Shin.


Shin menatap dalam mata ratu Aurora, dan dari tatapan matanya Shin bisa merasakan bahwa ratu Aurora benar-benar sangat menyayanginya, bahkan ia juga bisa merasakan kerinduan yang teramat sangat hanya dari tatapan tersebut.


Shin tiba-tiba teringat dengan Lily dan membuat hatinya benar-benar merasakan rindu pada sosok Lily yang sekarang berada jauh darinya, dan hal ini pulalah yang membuat Shin mengerti mungkin yang di rasakan ratu Aurora selama ini sama dengan apa yang sedang ia rasakan hanya saja ratu Aurora memendam kerinduannya selama ribuan tahun.


Kerinduan Shin pada Lily membuatnya memeluk erat tubuh ratu Aurora kemudian membisikkan kata-kata di telinga ratu Aurora.


"Maafkan aku karena telah membuatmu menunggu selama ini"


Ratu Aurora kembali meneteskan air matanya saat mendengar kalimat yang di bisikkan oleh Shin di telinganya, dan sekali lagi ratu Aurora larut dalam tangis kebahagiaan dalam pelukan Shin, setelah beberapa detik Shin melepaskan pelukannya dan menatap wajah ratu Aurora perlahan-lahan Shin mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Aurora dengan pelan.


Tidak hanya di situ saja, tangan kiri Shin mulai memeluk tubuh Aurora sementara tangannya bermain dengan bebas di dada Aurora. Aurora sedikit menggeliat menahan sensasi nikmat saat tangan Shin menyentuh dadanya, sensasi yang sudah sangat lama tidak ia rasakan selama ribuan tahun.


Setelah cukup lama dengan aksinya Shin kemudian menggendong ratu Aurora keluar dari kolam dan membaringkannya di atas sebuah batu yang lumayan besar dan juga rata.


Setelah membaringkan ratu Aurora di batu tersebut Shin kemudian ikut naik ke atas batu tersebut sehingga kini tubuhnya berada di atas tubuh ratu Aurora yang sedang terlentang, Shin kembali mencium bibir ratu Aurora sementara tangan kanannya kembali bermain dengan benda bulat dan lembut di dada ratu Aurora.


"Apa kau siap?" tanya Shin menghentikan aksinya.


"Mm" ratu Aurora hanya mengangguk pelan tanda bahwa ia telah siap.


"Uhhhh..."


Suara desahan keluar dari mulut ratu Aurora saat ia merasakan sesuatu yang keras dan besar perlahan-lahan memasuki tubuhnya, perasaan hangat serta bahagia meluap di dalam dirinya, ia sama sekali tidak menyangka setelah ribuan tahun lamanya akhirnya hari ini ia kembali menjadi satu dengan suami yang sangat ia cintai.


Suara erangan dan desahan samar-samar terdengar sampai keluar gua selama beberapa menit, lalu suara tersebut menghilang begitu saja dan menyisakan kesunyian dari dalam gua seperti suara tersebut telah hilang tertiup entah kemana oleh angin sepoi-sepoi yang masuk kedalam gua tersebut.


Di dalam gua sendiri dua pasang kekasih tengah terbaring lemas dan lelah, nafas keduanya nampak masih terengah-engah dengan tubuh yang telah basah oleh keringat, meskipun begitu raut kebahagiaan terpancar dari wajah keduanya di tandai dengan senyuman indah yang terukir di bibir mereka.


"Aurora, setelah ini kau harus mengikutiku kembali ke kerajaan Angin untuk bertemu Lily dan Alisha" kata Shin.


"Tentu saja" jawan ratu Aurora yang masih membenamkan kepalanya di dada Shin sambil memeluk tubuhnya.


"Sebaiknya aku tidak mengatakan pada Shin kalau aku sudah bertemu Lily dan Alisha" batin ratu Aurora.