The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Idril Sang Dewa Ular



Shin dan ratu Aurora terus melangkah masuk ke dalam hutan tersebut, tujuan mereka kali ini adalah sebuah danau yang menyimpan banyak kristal api, kristal api sendiri berguna bagi Shin untuk membangkitkan kembali bangsa Phoenix yang telah lama hilang, yang artinya dengan bantuan kristal api dia bisa mengubah seluruh pasukan Blue Lightning menjadi lebih kuat bahkan mereka akan bertransformasi menjadi bangsa phoenix yang agung.


Kristal api sendiri ada dua macam sama seperti dua macam api yang menjadi kekuatan bangsa phoenix, yaitu kristal merah dan kristal biru. Kedua kristal ini juga memiliki sifat yang sama seperti api suci dan juga api abadi.


"Aurora berapa jauh lagi danau itu?" tanya Shin.


"Hmmm panggil aki sayang maka akan aku beritahu" jawab ratu Aurora.


"Ya ampun kenapa aku harus jadi seperti ini" batin Shin.


"Sa-sayang, seberapa jauh lagi danau itu?" tanya Shin.


"Hehehe danaunya tidak terlalu jauh lagi sayang, sebentar lagi kau akan bisa melihatnya" jawab ratu Aurora.


Dan benar saja hanya dalam waktu lima menit mereka terus berjalan ke depan mereka berdua telah sampai di sebuah danau yang sangat indah dan juga sangat tenang.


"Sial, kenapa aku harus bertanya tadi" batin Shin.


Saat mereka sudah sampai di tepi danau tersebut keanehan mulai terjadi, air danau yang semula berwarna biru cerah tiba-tiba berubah menjadi hitam, air yang sangat tenang tiba-tiba saja berombak.


"Sayang hati-hati dia datang" kata ratu Aurora.


"BBOOMMMM!!" air yang ada di dalam danau tiba-tiba meluap dan meletus seperti ada sesuatu yang memaksa keluar dari dalam danau tersebut.


"Ssisstttt!!, siapa yang berani memasuki wilayah kekuasaan kami!!"


Shin terkejut bukan main saat melihat sosok yang baru saja berbicara tersebut, dia adalah ular raksasa yang di maksud oleh ratu Aurora namun apa yang ada dalam pikiran Shin sangat jauh dari yang ia lihat saat ini, awalnya Shin hanya mengira itu adalah ular besar biasa dengan kekuatan yang besar namun nyatanya tidak, ular penghuni danau tersebut sangatlah besar dan memiliki lima kepala yang hampir menyerupai naga.


"Sial, sebenarnya ular apa ini, bahkan kekuatannya tak dapat di ukur, dan lebih parahnya lagi apa dia pantas di sebut ular" kata Shin.


"Hehehe begini sayang, sebenarnya dia adalah raja dari semua ular, atau bisa di bilang dewa ular" kata ratu Aurora.


"Apa!!!,... kenapa kau baru bilang sekarang" kata Shin geram.


"Maaf, aku lupa" jawab ratu Aurora dengan tertunduk.


Shin hanya bisa menghela nafas panjang, ia sangat ingin marah pada Aurora namun itu tidak mungkin sekarang mau tidak mau dia harus berhadapan dengan ular berkepala lima tersebut, atau lebih tepatnya dewa ular.


"Kau manusia rendahan berani sekali masuk kedalam kawasan ku" kata dewa ular.


Sepasang sayap berwarna ungu muncul di punggung Shin, di melesat terbang mendekati dewa ular. Dewa ular terlihat sedikit terkejut karena mereka bisa merasakan aura yang sangat kuat datang dari tubuh Shin.


"Kau bukan manusia biasa, siapa kau sebenarnya?" tanya Dewa Ular.


"Dewa Ular maaf telah mengusik keberadaanmu aku tidak tau jika ini adalah rumahmu, perkenalkan namaku adalah Shin sang dewa Phoenix" kata Shin memperkenalkan diri.


"Hahahaha setelah ribuan tahun menghilang akhirnya kau muncul lagi Dewa Phoenix, aku Idril sang dewa Ular menyambut kedatanganmu" kata dewa ular kemudian berubah menjadi seorang pria seumuran dengan Shin, namun matanya seperti mata ular dengan lima lambang di kepalanya.


"Terimakasih Dewa Ular" kata Shin.


"Lalu apa tujuan anda datang kemari, Dewa Phoenix?" tanya Idril.


"Jadi kau ingin meminta kristal api ya, baik akan aku berikan asalkan dengan satu syarat" kata Idril sinis.


Awalnya Shin sudah tersenyum senang karena Idril mau memberikan kristal api padanya, namun senyumannya hilang saat Idril meminta syarat sebagai pertukaran.


"Syarat apa itu?" tanya Shin.


"Mudah saja, berikan istrimu padaku" kata Idril.


"Apa!!, jangan kurang ajar kau Idril, aku datang kemari dengan niat baik tapi kau malah meminta sesuatu yang berlebihan" kata Shin marah.


"Hahahaha terserah kau saja Shin, aku tau kekuatanmu saat ini belum sepenuhnya pulih jadi meskipun kau menolak aku akan tetap memiliki istrimu" kata Idril tertawa lepas.


"Sialan kau, jaga mulutmu Idril" kata Shin kemudian melesat dengan cepat dan lansung menyerang Idril.


Pertarungan sengitpun terjadi antara kedua dewa tersebut, ledakan kekuatan yang maha dahsyat terjadi di sekitar tempat itu hingga membuat penghuni hutan berlari berhamburan untuk menyelamatkan diri mereka.


Shin sangat marah karena perkataan Idril yang meminta istrinya sebagai ganti kristal api yang artinya sama saja dengan dia meminta Lily untuk di serahkan padanya, padahal yang di maksud Idril adalah ratu Aurora karena selama ini Idril sangat memuja kecantikan ratu Aurora.


Sementara itu ratu Aurora yang menyaksikan kemarahan Shin menjadi tersipu-sipu, dia tidak menyangka ternyata Shin masih mencintainya meskipun setelah ribuan tahun berpisah buktinya Shin sangat marah saat Idril menginginkan dirinya. padahal yang sebenarnya adalah Shin yang salah mengira bahwa Idril menginginkan Lily.


"BBOOMMMM!!!"


"BBOOMMMM!!!"


Ledakan demi ledakan terdengar di seluruh hutan tersebut bahkan membuat hutan tersebut hancur dan hangus terbakar akibat benturan dan efek kekuatan pertarungan mereka berdua.


"Hahahaha dewa Phoenix aku tidak menyangka bahwa kau masih saja kuat seperti dulu" kata Idril.


"Jangan sombong kau Idril" kata Shin.


Mereka berdua kembali melesat dengan kecepatan tinggi kemudian saling menyerang dengan kekuatan penuh mereka, ledakan besar kembali terjadi dan terdengar ke seluruh Elf kingdom, bahkan sampai membuat semua penghuni Elf kingdom merasakan ketakutan yang teramat sangat.


Baik itu Elf, hewan buas, monster, atau apapun itu mereka semua lari bersembunyi karena mereka tau siapapun yang sedang bertarung tersebut bukanlah yang bisa mereka saksikan dengan tenang, salah-salah mereka sendiri yang akan menjadi korban pertarungan besar tersebut.


**


Di kerajaan Elessar raja Aragorn dan raja Celeborn terlihat sangat khawatir dan takut karena mereka juga bisa mendengar ledakan besar yang menggelar di seluruh daratan Elf Kingdom, apa lagi saat ini dewa agung mereka tengah melakukan tugas dan tidak ada di sana dan sudah pasti jika yang sedang bertarung tersebut sampai di kerajaan mereka maka kerajaan mereka pasti akan rata dengan tanah.


"Raja Aragorn apa yang harus kita lakukan?" tanya raja Celeborn.


"Entahlah raja Celeborn, semoga saja yang mulia Dewa Agung bisa menghentikan pertarungan besar yang sedang terjadi tersebut" jawab raja Aragorn.


(Maaf lagi ya semuanya update-nya telat, tadi malam Author ketiduran dan baru tadi pagi mulai ngetiknya,


tapi tenang ya semua Author masih menyiapkan beberapa episode untuk Crazy up dan mudah-mudahan tidak ada kendala lain supaya besok Crazy upnya sudah bisa kalian baca....


Dukung terus Author ya dengan cara memberikan Like, komen, dan juga Vote.


Terimakasih)