The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Berburu Para Bandit



Keesokan harinya 300 prajurit pilihan telah berkumpul di halaman istana sesuai perintah Shin mereka terdiri dari tiga ras berbeda, awalnya mereka bingung kenapa mereka di kumpulkan namun pertanyaan tersebut hanya mereka simpan untuk mereka sendiri.


Tak lama kemudian Shin dan 3 temannya keluar dari istana.


"Baiklah semuanya sudah berkumpul dengarkan aku, hari ini kalian semua akan berlatih keras karena kalian adalah prajurit pilihan jadi aku harap kalian semua sanggup menjalani latihan keras" ucap Shin.


"Dan perkenalkan mereka bertiga adalah jendral kalian dan kalian semua akan dibagi menjadi 3 kelompok menurut ras masing-masing dan keahlian masing-masing"


"Baiklah pertama prajurit sihir, mulai sekarang kalian akan ada di bawah komando jendral Lina, berikutnya prajurit pedang kalian akan ada di bawah komando jendral Ryuzen, dan terakhir prajurit pemanah kalian akan berada di bawah komando jendral Leo, dan kalian semuanya akan ada di bawah kepemimpinan ku, apa kalian mengerti" ucap Shin dengan tegas.


"Kami mengerti yang mulia" jawab mereka serentak.


" jika kalian sudah mengerti maka hari ini kita akan lansung memulai latihannya yaitu menyerang markas bandit dan usahakan untuk mendapatkan banyak sandera, apa kalian siap" ucap Shin.


"Kami siap yang mulia" jawab mereka serentak.


"Baiklah kalau begitu kita berangkat sekarang" ucap Shin.


Kemudian mereka semua berangkat meninggalkan kerajaan, Shin memutuskan untuk tidak menggunakan Griffin karena akan membuat posisi mereka mudah di ketahui, selain itu Shin juga ingin prajuritnya menjadi prajurit yang tangguh dan tidak manja.


Setelah setengah hari berjalan mereka semua akhirnya sampai di dekat sebuah markas bandit, yang mana letak semua markas itu sudah di beritahukan oleh Raiga pada Shin jadi dia tidak perlu repot-repot untuk menghabiskan waktu dengan mencari markas mereka semua.


"Dengarkan semuanya, aku tidak akan membantu dan hanya akan mengawasi kalian dari jauh, mulai sekarang komando akan ada di bawah para jendral kalian masing-masing, ingat patuhi mereka semua dan jangan sampai ada yang terbunuh" ucap Shin memberi perintah.


Ryuzen, Leo dan Lina kemudian mengumpulkan semua prajurit untuk membicarakan tentang strategi yang akan mereka gunakan, setelah perbincangan yang lumayan lama, mereka akhirnya memutuskan untuk menggunakan serangan kejutan.


Para wizard akan menggunakan serangan kejutan dengan sihir api, lalu para kesatria akan menyerang lansung ke markas, dan para Archer akan menghujani musuh yang berkelompok, di sini tugas para kesatria adalah sebagai pembersih.


Setelah selesai mereka kemudian mulai menyerang sesuai arahan para wizard menggunakan sihir api untuk memberikan serangan kejutan.


"BOOMMM!!!"


"BOOMMM!!!"


"BOOMMM!!!"


Seratus bola api menghantam tembok markas para bandit dan membakar habis apapun yang terkena serangan itu, Para bandit yang tidak siap mulai berhamburan mengambil senjata mereka masing-masing, namun sebelum mereka siap dengan senjata mereka para kesatria sudah datang untuk membunuh mereka semua.


"Siapa yang berani menyerang markas ku" ucap seseorang yang bertubuh besar dan merupakan ketua para bandit.


"Pasukan jangan ada yang mundur berikan serangan balasan" ucap ketua bandit lagi,


Puluhan bandit keluar dari dalam barak mereka membawa senjata lengkap dengan armor tipis mereka, namun naas sebelum mereka mencapai para kesatria mereka semua telah tergeletak di tanah dengan anak panah tertancap di tubuh mereka semua.


Saat dia ingin maju sebuah bola api lansung menghantam tubuhnya, dan untungnya dia sudah menggunakan armor yang tebal dan kuat, dia bangkit kembali dan berlari ke arah Ryuzen namun lagi-lagi, satu anak panah menancap di bahu kanannya dan membuat senjatanya terlepas.


Ryuzen tak menyia-nyiakan kesempatan dia melesat dengan kecepatan tinggi, dengan kedua pedang di tangannya dia menebas ketua bandit itu dan membuat tubuhnya terpotong menjadi beberapa bagian, sebelum terpotong di tubuhnya terukir sebuah angka X yang menandakan akhir baginya.


Shin sangat puas dengan kerja sama antara mereka bertiga serta kemampuan mereka untuk mengarahkan para bawahan mereka yang membuat tidak ada satupun dari mereka yang terbunuh hanya ada beberapa yang mengalami luka kecil, namun para wizard segera menyembuhkan mereka semua.


Diantara ketiga pasukan yang paling beresiko untuk mati hanyalah pasukan kesatria, namun karena di lindungi oleh pasukan wizard dan Archer mereka jadi tidak khawatir dan sama sekali tidak membutuhkan seorangpun tanker.


"Bagus, aku sangat kagum dengan kerjasama kalian semua, berikutnya markas bandit yang akan kita serang jauh lebih besar, jadi kalian juga harus semakin waspada, jangan pernah meremehkan musuh meskipun kalian lebih kuat dari mereka semua"ucap Shin.


"Siap yang mulia" jawab mereka serentak.


"Ryuzen bawa beberapa prajurit dan kumpulkan para sandera" ucap Shin memberi perintah.


"Baik yang mulia" jawab Ryuzen dan kemudian meninggalkan tempat itu dengan beberapa kesatria.


"Sekarang istirahatlah, jangan sampai kalian semua kehabisan tenaga, karena perburuan kita masih sangat panjang" jelas Shin.


Setengah jam kemudian Ryuzen kembali dengan membawa sandera, Shin memandangi mereka semua ada beberapa bandit yang tersisa dan memilih untuk menyerah selebihnya hanyalah rakyat biasa yang mereka jadikan budak.


"Ryuzen berapa jumlah mereka semua" tanya Shin.


"Kurang lebih ada 300 orang yang mulia" jawab Ryuzen.


"Bagus, setelah istirahat kita akan melanjutkan perjalanan" ucap Shin.


"Lalu bagaimana dengan para sandera yang mulia" tanya Leo.


"Tenang saja mereka semua akan ada di bawah pengawasanku" jawab Shin.


"Ah... aku lupa, kumpulkan semua harta, senjata, dan armor mereka bawa ke sini" ucap Shin.


"Baik yang mulia" jawab Ryuzen dan kembali ke markas bandit yang telah hancur untuk mengambil harta mereka.


Setelah semuanya selesai dan para prajurit merasa tenaga mereka telah kembali, Shin memutuskan melanjutkan perjalanan untuk kembali melanjutkan perburuannya yaitu menyerang markas para bandit yang ada di hutan.


Perjalanan Shin dan para bawahannya berlangsung selama satu minggu dan dalam waktu satu minggu itu mereka telah menyerang puluhan markas bandit mulai dari yang kecil hingga yang besar, dan setelah banyak pertarungan yang mereka lalui saat ini para prajurit Shin sudah bertambah kuat, Shin sangat senang dengan hal itu dan bukan hanya itu saja bahkan para sandera yang mereka kumpulkan sangat lah banyak.


"Baiklah kita sudahi dulu perburuan untuk saat ini, mari kita kembali ke kerajaan" ucap Shin.


Mereka semua kemudian bergerak meninggalkan hutan untuk kembali ke kerajaan, para tawanan sangat khawatir dengan keadaan mereka, apa yang akan terjadi saat mereka sampai di kerajaan yang Shin sebutkan tadi.