
Disaat semua orang dari kerajaan Tempest tengah termenung dan bertanya-tanya dari mana datangnya seratus orang dengan armor biru itu dan siapa mereka?, pasukan Blue Lightning sudah melesat maju dan menebas para monster yang ada di sana.
Gerakan mereka dalam menyerang sangat cepat dan juga terbilang aneh, setelah mereka berhasil mengalahkan satu musuh mereka terus berpindah-pindah tempat dengan yang lainnya, dan itu terus mereka lakukan berulang-ulang, hingga membuat mereka yang tengah menyaksikan pertempuran itu menjadi bingung.
"Ryuzen, Rayzen turun dan bantu para prajurit!" kata Shin memberi perintah.
"Siap yang mulia" jawab mereka berdua.
Tanpa berlama-lama mereka berdua lansung melompat dari punggung Griffin, Shin dan yang lainnya hanya menggelengkan kepala melihat apa yang mereka lakukan, mereka tidak khawatir namun mereka semua tau watak Ryuzen yang selalu saja ingin pamer dan terlihat mencolok.
Mereka terjun bebas dengan sangat cepat, keduanya mulai mencabut pedang mereka dan mengarahkannya ke bawah.
"Hahahaha ini sangat menyenangkan" ucap Ryuzen tertawa senang.
Raja Dixgard yang tiba-tiba saja seperti mendengar sesuatu dari langit lansung melihat ke atas dan benar saja dia melihat dua orang dengan armor yang juga berwarna biru dengan cepat melesat terjun bebas ke bawah bagaikan meteor.
"BOOMMM!!!"
"BOOMMM!!!"
Dua ledakan terdengar saat keduanya sampai di lautan para monster dan ketika itu pula puluhan monster terbang berhamburan akibat dari ledakan itu, bahkan raja Lyon dan pangeran Alex yang mendengar ledakan itu lansung keluar dari tendanya untuk melihat apa yang terjadi.
Karena jarak yang lumayan jauh raja Lyon agak kesusahan melihat apa yang terjadi, namun tidak dengan pangeran Alex dia bisa melihat dengan jelas dua orang tengah menebas monster-monster dengan sangat mudah dan bahkan di belakang mereka berdua juga tengah terjadi pertempuran.
Namun bukan dengan pasukan kerajaan Tempest melainkan dengan pasukan yang menggunakan armor serta senjata yang sama dengan mereka berdua.
Sementara itu raja Dixgard dan para pasukannya hanya bisa termenung dengan mulut sedikit menganga melihat apa yang saat ini terjadi, mereka sudah sangat kaget dengan kemunculan tiba-tiba dari pasukan misterius yang membantu mereka dan sekarang mereka dikagetkan lagi dengan kemunculan dua orang yang terjun dari langit.
"Raiga, pimpin pasukan pemanah kita hujani mereka dengan anak panah" ucap Shin memberi perintah.
"Baik yang mulia" jawab Raiga, kemudian dia menarik senar busurnya dan tiba-tiba muncul sebuah anak panah yang terbuat dari sihir, dari anak panah yang tercipta itu nampak samar-samar ada aliran energi listrik di dalamnya, Leo dan seluruh pasukan mengikuti apa yang di lakukan Raiga setelah semuanya siap, Raiga melepaskan anak panah itu diikuti oleh Leo dan para prajurit.
Langit yang awalnya cerah dengan sedikit awan tiba-tiba saja menjadi agak gelap dan samar-samar terdengar kilatan seperti petir, mereka semua melihat keatas dan alangkah terkejutnya mereka saat melihat ratusan ribu anak panah melesat bagaikan hujan petir mengarah ke pasukan monster.
Sementara itu pasukan Ryuzen dan Rayzen sama sekali tidak menghentikan serangan mereka kepada para monster, karena mereka tau bahwa tidak satupun dari anak panah itu anak mengenai mereka dan pasukannya, dan benar saja ratusan ribu anak panah itu tak satupun menyentuh Ryuzen dan pasukannya meskipun ada yang mengarah ke mereka maka anak panah itu akan segera berbelok dan menyerang para monster.
Seketika ratusan ribu pasukan monster tumbang akibat hujan anak panah yang menghujani mereka, raja Dixgard sangat senang sekaligus penasaran dengan pasukan yang membantu mereka, lalu tiba-tiba saja dia teringat dengan satu orang.
"Apakah pasukan ini milik Shin" gumamnya pelan.
Pangeran Alex menuruti perintah ayahnya lalu dia mencoba memfokuskan pandangannya ke arah datangnya ratusan ribu anak panah tadi, namun dia tidak menemukan siapa-siapa di sana bahkan meski hanya seekor burung.
Hal itu di sebabkan oleh Zuryu yang sudah memasang sihir pelindung, agar kehadiran dan aura mereka tidak bisa di deteksi oleh musuh, Pangeran Alex menjadi bertambah kesal dan marah mengetahui hal itu dia menjadi tidak tenang dan ingin segera terbang ke atas namun ayahnya sudah melarangnya untuk pergi.
Kembali ke pertempuran.
Ryuzen dan Rayzen mereka berdua terlihat sangat menikmati pertempuran itu, bahkan mereka berdua sampai berlomba untuk siapa yang paling banyak menghabisi para monster maka dialah yang terkuat.
"Hahahaha, rasakan pedangku ini monster jelek" ucap Ryuzen.
"Hey Ryuzen sudah berapa banyak yang kau bunuh?" tanya Rayzen.
"Yang jelas sudah lebih banyak darimu" jawab Ryuzen.
"Hahahaha, jangan mimpi kau untuk menyaingiku" ujar Rayzen.
"Kita lihat saja nanti" sahut Ryuzen.
Di sela-sela pertarungan yang lebih terlihat seperti pembantaian itu, Ryuzen dan Rayzen masih sempat mengobrol dan saling menyombongkan diri bahwa dialah yang terkuat, bahkan percakapan tidak bermanfaat itu sampai terdengar oleh raja Dixgard.
"Siapa mereka berdua ini, pertarungan yang kita hadapi mati-matian namun bagi mereka ini hanyalah ajang untuk perlombaan" ucap raja.
"Apa yang mulia mengenal mereka" tanya salah seorang bangsawan.
"Aku tidak mengenal pasukan ini, namun hanya ada satu kemungkinan yaitu pasukan ini adalah milik yang mulia Shin" jawab raja.
Mereka yang belum mengenal Shin timbul banyak pertanyaan di benak mereka, siapa itu Shin? dan kerajaan mana yang ia pimpinan? lalu kenapa pasukannya sangatlah hebat? banyak pertanyaan bermunculan namun tidak ada satupun dari mereka yang berani berbicara.
Jendral Baston segera memerintahkan para prajurit untuk membawa mereka yang terluka ke pos pengobatan, karena saat ini pasukan mereka tidak lagi di serang oleh monster jadi ini merupakan kesempatan baik untuk menyelamatkan yang terluka.
Dia juga sangat kagum dengan dua pemuda yang ada di barisan terdepan, hanya dengan mereka berdua saja sudah bisa membuat ribuan monster tumbang, sedangkan para prajurit yang di belakangnya masih saja menebas monster dan terus maju ke arah dua orang yang di depan.
"Siapakah sebenarnya mereka yang bisa bertarung menggunakan dua pedang?" gumam jendral Baston pelan.
Menggunakan dua pedang bukanlah hal yang mudah, apalagi saat perang mereka hanya bisa menyerang dan tidak bisa bertahan, namun tidak dengan pasukan Blue Lightning, mereka dilatih untuk menyerang sekaligus bertahan menggunakan pedang yang ada pada mereka jadi meskipun mereka tidak menggunakan perisai namun mereka tetap bisa melindungi diri dari serangan musuh, dan hal itu pulalah yang membuat jendral Baston sangat kagum dengan mereka.