The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Serangan Raja Iblis ²



Perbedaan jumlah yang besar serta kekuatan membuat pasukan kerajaan Phoenix kewalahan menghadapi tentara bangsa iblis, pasukan kerajaan Phoenix hanya kurang dari dua juta pasukan sementara untuk pasukan iblis jumlahnya berkali-kali lipat dari mereka.


Meskipun begitu mereka masih tetap menyerang dengan gagah berani, tidak ada rasa takut di mata yang ada hanyalah semangat yang sedang membara.


Leo, Ryuzen, dan Lina memimpin pasukan Blue Lightning dan maju ke barisan terdepan, jumlah mereka tidaklah banyak namun kekuatan tempur mereka terlihat lebih mendominasi, mereka menyerang iblis dengan ganas dan sama sekali tidak memiliki rasa ampun untuk pasukan iblis.


"Leo, Lina lindungi pasukan ku, dan aku akan menerobos barisan mereka" kata Ryuzen.


"Baik!!" jawab Leon dan Lina serempak.


"Pasukan kita hancurkan pertahanan mereka" kata Ryuzen.


Seratus satu Griffin melaju dengan cepat ke barisan terdepan, mereka adalah pasukan kesatria Blue Lightning yang di pimpin lansung oleh Ryuzen, armor biru yang mereka kenakan nampak bersinar di tengah kegelapan dengan gagah berani mereka maju ke pertahanan utama pasukan bangsa iblis.


Jutaan pasukan iblis menganggap remeh pasukan kecil yang saat ini sedang melaju kearah mereka, namun satu hal yang mereka tidak ketahui adalah seratus pasukan dengan senjata dua pedang yang saat ini melaju kearah mereka kekuatannya melebihi gabungan dari seluruh pasukan Elit seluruh kerajaan besar.


Didikan yang keras serta cara bertempur yang di ajari oleh Shin membuat mereka tidak hanya kuat dari segi tenaga namun mereka juga memiliki jiwa yang kuat, sehingga mereka menjadi pasukan yang tidak takut apapun dan menjadi pasukan kuat yang tak terkalahkan.


Ryuzen dan pasukannya melesat dengan kecepatan tinggi menerobos pertahanan utama pasukan iblis, dan dengan mudahnya mereka berhasil menerobos pertahanan para iblis.


"Hahahaha pertahanan kalian hanyalah seperti tembok yang terbuat dari roti" kata Ryuzen.


"Blue lightning jangan berhenti kita hancurkan mereka semua" kata Ryuzen lagi.


"Haaaaaaa!!!!"


Seluruh pasukan bersorak dengan keras menandakan semangat mereka yang semakin membara, dengan komando dari Ryuzen mereka semua bertempur di tengah-tengah jutaan pasukan iblis yang memenuhi langit kerajaan Phoenix.


Pasukan Ryuzen yang saat ini di kelilingi oleh jutaan pasukan iblis dengan gagah berani menghadapi mereka semua, meskipun dalam keadaan terkepung namun mereka nampak dengan sangat mudah menghabisi setiap iblis yang datang mendekat.


Ratusan prajurit iblis berjatuhan ke tanah dengan nyawa mereka yang telah melayang akibat serangan fatal yang di lakukan oleh pasukan Blue Lightning.


"Sungguh pasukan yang hebat" gumam Azazel yang saat ini sedang mengawasi jalannya pertempuran.


"Bahkan dengan jumlah seratus pasukan dan satu jendral mereka berhasil dengan mudahnya menerobos pertahanan pasukan ku, dan sekarang dengan mudahnya mereka membantai ratusan pasukan ku" gumam Azazel.


"Lina mari kita bantu Ryuzen" kata Leo.


"Baiklah kakak" jawab Lina.


Mereka berdua mulai membantu Ryuzen dan pasukannya yang saat ini sedang terkepung oleh jutaan pasukan iblis, Leon memimpin seratus pasukan pemanah miliknya dan dengan cepat mereka melesatkan anak panah mereka kearah pasukan iblis, dan dalam sekejap ribuan pasukan iblis kembali berjatuhan ke tanah dengan nyawa yang telah melayang akibat terkena anak panah Leo dan pasukannya.


"Aku juga yakin pasukan yang di pimpin wanita itu juga sama hebatnya, dan jika di lihat mereka memang mengenakan armor yang berbeda dari yang lainnya" lanjutnya.


***


Di tempat lain terlihat pertempuran yang sangat hebat juga tengah terjadi antara para raja kerajaan Phoenix dengan para jendral bangsa iblis, pertempuran hebat yang bisa menghancurkan apa saja karena efek dari pertarungan yang mereka lakukan serta ledakan aura besar yang bisa menghancurkan sebuah gunung rata dengan tanah dalam sekejap.


Raiga, dan Zuryu keduanya adalah tipe penyerang jarak jauh bahkan Zuryu bisa di katakan sebagai support dalam pertarungan ternyata juga sangat hebat dan terampil dalam pertarungan jarak dekat.


Raiga dengan busur di tangannya dari jarak jauh dia menembakkan anak panah, dan dari jarak dekat busur miliknya bagaikan pedang yang sangat tajam.


Zuryu, yang selama ini hanya menggunakan sihir dan juga kekuatan sihirnya yang sangat luar biasa tidak di sangka sangat terampil dalam pertarungan jarak dekat dengan tangan kosong, dan dengan perpaduan sihirnya setiap pukulan dan tendangan yang ia lakukan menjadi sangat kuat dan mematikan.


Mereka berdua adalah raja yang hebat, dengan dua keahlian yang mereka kuasai membuat para jendral iblis kewalahan, bahkan tidak terlihat ada kelemahan ataupun titik buta dari setiap serangan yang mereka lakukan.


"Tidak mungkin, bagaimana bisa seorang penyihir rendahan sepertimu bisa menjadi petarung hebat" kata Azhura.


"Kau tidak perlu tau itu, yang jelas aku tidak akan memberimu ampun" kata Zuryu dengan tatapan dingin.


"Jangan sombong kau manusia burung sialan!!!" Azhura menjadi sangat marah karena perkataan Zuryu, seketika aura merah darah menyelimuti tubuhnya dan kemudian dia menunjukkan wujud aslinya sebagai iblis darah.


Tubuh Azhura berubah menjadi besar dengan kulit yang berwarna merah serta sepasang tanduk di kepalanya dan empat pasang sayap kelelawar di punggungnya, dan sekarang ukurannya berkali-kali lipat lebih besar dari Zuryu.


"Azhura sepertinya menemui lawan yang hebat, dia tidak pernah mau menunjukkan wujudnya pada orang lain sebelumnya" kata Azazel.


"Hahahaha Bahkan Alex juga sudah menunjukkan wujud aslinya" kata Azazel ketika melihat Alex yang juga kewalahan melawan Raiga.


"Sekarang hanya kau yang tersisa Jeviero, aku harap kau mampu mengalahkan Phoenix yang tidak sempurna itu" ucap Azazel.


Raja iblis Azazel saat ini tengah menyaksikan pertempuran yang sedang terjadi antara pasukannya melawan pasukan kerajaan Phoenix, dia terlihat masih belum menunjukkan sosok aslinya dan masih dengan tenang menunggu hasil dari pertemuan tersebut.


Namun pandangannya tiba-tiba saja berubah kearah istana yang ada di bawahnya ketika merasakan ada aura api yang sangat dingin di sana.


"Tidak, tidak, tidak, ini tidak baik, ini tidak baik, sejak kapan dia mendapatkan api suci, jika begini terus seluruh pasukan ku akan hancur" kata Azazel gelisah.


"Tapi ada yang aneh, kenapa dia tidak menggunakan api suci dan malah meletakkannya di istana itu, padahal jika dia menggunakan kedua api aku yakin dia sudah jadi Phoenix yang sempurna, tapi tidak masalah dengan begitu aku bisa dengan mudah mengalahkan Phoenix yang belum sempurna itu, hahahaha" Azazel tertawa senang ketika mengetahui bahwa Shin tidak menggunakan kekuatan api suci dan malah menyimpannya di istana.


Sementara itu di istana Lily nampak sangat gelisah serta khawatir dengan Shin, dia sangat ingin membantu namun Shin sudah melarangnya dan jika dia ikut bertarung dalam keadaan seperti sekarang yang ada dia hanya bisa menjadi beban untuk Shin.