The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Kedatangan Raja Dark Elf



Beberapa hari telah berlalu sejak kemenangan kerajaan Elessar melawan para monster, para Elf yang tinggal di kerajaan Elessar merasa sangat senang sekaligus bersyukur karena kerajaan mereka telah menghabisi para monster meskipun yang menghabisi para monster tersebut adalah Shin sang dewa Agung Phoenix Ungu.


Selama di istana kerajaan Elessar Shin mendapatkan pelayanan yang sangat baik, dia diperlakukan layaknya seorang dewa namun tetao saja Shin merasa sangat tidak nyaman dengan perlakuan para Elf padanya.


"Kenapa mereka sangat keras kepala, sudah kubilang jangan seperti ini tapi malah lebih parah" gumam Shin kesal.


"Tok,...tok,....tok.." Shin yang tengah merebahkan tubuhnya di tempat tidur dikejutkan oleh suara ketukan pintu kamarnya.


"Siapa?" tanya Shin.


"Yang mulia dewa agung ini hamba Aragorn" jawab Aragorn.


" Brakkkk!!.. sudah kubilang jangan panggil aku dewa agung" kata Shin kesal sambil melemparkan bantal ke arah pintu.


"Ma-maaf sudah mengganggu anda dewa agung" ujar Aragorn dari luar pintu.


"Huhhh... ada apa?" tanya Shin.


"Be-brgini yang mulia, malam ini raja Celeborn dari kerajaan Lorient akan datang ke kerajaan kami, apakah yang mulia bersedia menemuinya?" tanya raja Aragorn.


"Baiklah, akan aku temui dia nanti sekarang jangan ganggu waktu istirahat ku" jawab Shin.


"Ba-baik yang mulia, hamba permisi" kata raja Aragorn dari balik pintu kamar kemudian beranjak meninggalkan kamar Shin.


**


Malam harinya raja Celeborn datang ke kerajaan Elessar bersama dengan istri beserta putranya dan juga 500 prajurit bersenjata lengkap, ketika melihat pasukan besar yang di bawa raja Celeborn untuk menemui raja Aragorn maka orang-orang akan berfikir bahwa akan terjadi perang antara dua kerajaan tersebut.


"Selamat datang di istana kerajaan Elessar raja Celeborn dan keluarga" sambut raja Aragorn.


"Hahaha tak ku sangka kau sendiri yang akan menyambut kedatangan kami raja Aragorn" ucap raja Celeborn.


"Tentu raja raja Celeborn, kau adalah tamu kehormatan di kerajaanku ini, tentu saja harus aku sendiri yang menyambut kedatangan mu" ujar raja Aragorn.


Setelah sedikit berbincang-bincang di depan pintu istana, raja Aragorn mengajak raja Celeborn dan keluarganya beserta dua jendral yang jadi pengawal raja Celeborn menuju ke ruangan khusus untuk menyambut kedatangan para raja.


Raja Celeborn dan keluarganya kemudian dipersilahkan untuk duduk di kursi kehormatan, setelah itu para pelayan mulai berdatangan menyediakan makanan dan juga minuman untuk raja Celeborn dan keluarganya beserta kedua jendral.


"Raja Aragorn, kenapa semua kursi dan meja di ruangan ini sama saja, ini sudah seperti ruang makan dan bukan ruangan para raja?" tanya raja Celeborn heran.


"Maaf jika ini membuat anda sekeluarga merasa tidak nyaman raja Celeborn itu kare.."


"Itu karena aku yang meminta" ujar Shin memotong ucapan raja Aragorn.


Raja Aragorn dan semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut terkejut karena tiba-tiba saja ada yang memotong pembicaraan mereka dan siapa sebenarnya yang sangat berani memotong pembicaraan para raja selain raja lainnya.


Mereka semua menoleh ke arah suara tersebut, mereka semua terkejut ketika melihat seorang manusia dengan rambut hitam panjang serta mata yang berwarna ungu menyala dengan pakaian sederhana yang berwana putih.


Meskipun mereka semua terkejut namun ada sedikit perbedaan dalam keterkejutan mereka semua, raja Aragorn terkejut karena ia tahu siapa yang baru saja datang dan memotong ucapannya barusan, sementara raja Celeborn dan yang lainnya terkejut karena merasa heran sebab seorang manusia berada di wilayah para Elf serta sangat berani memotong ucapan seorang raja.


"Bu-bukan begitu raja Celeborn han..."


"Jangan bilang kalau kau akan menikahkan anakmu dengan manusia rendahan itu" ujar raja Celeborn semakin marah.


"Apa!!, paman bukankah aku sudah bilang bahwa aku akan melamar anakmu" sahut putra raja Celeborn yang bernama Haldir.


"Bukan begitu pangeran Haldir, dengarkan dulu penjelasanku" jawab raja Aragorn.


Sementara mereka sedang berdebat Shin, lansung duduk di kursi yang kosong seakan-akan tak menghiraukan perdebatan mereka, Shin mengambil minuman di atas mejanya kemudian meminumnya dengan sangat santai.


Kedua jendral raja Celeborn dibuat marah dengan sikap Shin yang sangat acuh, selain itu mereka merasa di hina karena telah duduk setara dengan bangsa manusia yang menurut mereka adalah bangsa paling lemah. Hal ini sangat wajar dikarenakan bangsa Elf adalah bangsa kelas atas mereka juga di sebut dengan bangsa suci karena memiliki umur yang panjang dan juga tubuh yang awet muda, jadi sangat wajar jika mereka merasa di rendahkan dan juga jijik saat bersama seorang manusia.


"Lalu apa maksud semua ini, kenapa ada manusia di sini?" tanya raja Celeborn.


"Beg..."


"Suamiku kenapa ribut sekali?, ada apa ini?" tanya ratu Gladriel keheranan, ia baru saja sampai di ruangan tersebut bersama dengan putri Olivia dan juga pangeran Aikanar.


"Ratu Gladriel, ini semua karena salah suamimu" ujar ratu Aradel.


"Maksudnya?" tanya ratu Gladriel penasaran.


"Suamimu telah membawa manusia ke tanah para Elf, lalu dengan sangat lancangnya dia memotong pembicaraan para raja lalu sekarang dia malah duduk bersantai sambil menikmati minuman seakan-akan di dalam ruangan ini hanya ada dia sendiri" kata ratu Aradel sambil menunjuk kearah Shin.


"Begini ratu Aradel dia sebenarnya ad..."


"Jadi benar dia akan menikahi putri Olivia?" ujar pangeran Haldir dengan nada kesal.


Ratu Gladriel serta Olivia sangat terkejut sekaligus merasa heran dengan ucapan pangeran Haldir. Bagaimana mungkin Olivia pantas untuk seorang Dewa agung yang mereka puja selama ini, lalu bagaimana mungkin Dewa Agung mereka akan tertarik dengan pengikutnya sendiri. Sementara itu pangeran Aikanar hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan, ia merasa tak percaya dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh pangeran Haldir.


"Apa kalian sudah puas?" tanya Shin santai.


Mereka semua terdiam dan tidak ada yang berbicara untuk beberapa saat karena pertanyaan yang di lontarkan oleh Shin barusan, hingga salah satu jendral raja Celeborn mengangkat suaranya dengan nada yang kasar.


"Kau manusia hina jangan pernah ikut campur masalah makhluk suci seperti kami" kata jendral Daeron


Shin menatap jendral Daeron dengan tatapan yang dingin dan tajam hingga membuat jendral Daeron bergidik ketakutan, dan entah mengapa ia merasa seakan-akan tatapan tersebut bisa membunuhnya kapan saja.


Sementara itu raja Aragorn, ratu Gladriel dan kedua anaknya merasakan tubuh mereka bergetar ketakutan saat melihat tatapan mata Shin yang sangat dingin, mereka semua tau bahwa membuat marah Dewa Agung yang mereka puja hanya akan berujung kehancuran.


"De-dewa Agung aku mohon anda jangan marah" Olivia berlutut dan memohon.


"Huhhhh, bahkan sampai kau juga memanggilku dengan sebutan Dewa Agung" keluh Shin.


"Tu-tunggu apa maksudmu yang menyebutnya sebagai Dewa Agung, lalu kenapa kau berlutut putri Olivia?" tanya raja Celeborn.