
"Aku rasa sudah cukup membiarkanmu bermain-main, dan sekarang adalah giliran ku".
Sebuah suara tiba-tiba terdengar sangat keras dan lantang membuat pasukan iblis yang tersisa melihat kearah sumber suara itu, mereka semua terkejut saat melihat seorang laki-laki yang tengah menggendong seorang perempuan dan laki-laki itu memiliki sepasang sayap merah menyala seperti api, dan dari tatapannya terkandung aura yang mengintimidasi mereka semua.
Cronos dan Garda juga melirik kearah sumber suara itu, Garda tersenyum melihat wujud asli dari dewa Phoenix telah hampir sempurna hanya tinggal menyerap inti api pembeku maka wujudnya akan sepenuhnya sempurna.
"Y..yang...yang mulia" kata Cronos melihat sosok itu.
"Garda katakan padaku bahwa yang saat ini tengah aku lihat bukanlah kebohongan" lanjut Cronos.
"Kau tidak salah lagi Cronos dialah yang mulia dewa Phoenix" jawab Garda.
Para pasukan iblis bergetar ketakutan saat mendengar ucapan Garda mereka tau seberapa kuat dewa Phoenix bahkan raja iblis Azazel masih bukanlah tandingannya.
Cronos dan Garda kemudian melesat terbang kearah Shin, mereka berdua menundukkan kepalanya dan kemudian memberi salam serta penghormatan.
"Salam hormat yang mulia" kata mereka berdua serentak.
"Yang mulia maafkan aku karena tidak menyadari kehadiranmu" kata Cronos.
"Kau tidak bersalah Cronos, jadi angkat kepalamu dan jangan salahkan dirimu sendiri" jawab Shin.
"Terimakasih yang mulia" ujar Cronos.
"Garda jaga Lily, sisanya biar aku yang akan mengurusnya" kata Shin kemudian menyerahkan Lily pada Garda.
"Baik yang mulia" jawab Garda.
Shin kemudian terbang menjauh dari mereka bertiga dan mendekat kearah Aldeous serta pasukan iblis.
"Aldeous aku tidak akan melepaskanmu kali ini" kata Shin.
"Hahahaha, aku tidak menyangka sekarang kau menjadi sangat kuat bocah" jawab Aldeous dengan sinis.
"Ayo lanjutkan pertarungan kita yang waktu itu, dan aku akan membalas perbuatan mu yang waktu itu" kata Shin lalu mengeluarkan aura yang sangat kuat.
"Jangan sombong kau manusia hina!! teriak Aldeous.
Aldeous kemudian membuat sebuah pedang dari api lalu sayap yang telah putus itupun kembali tumbuh, dengan tubuh raksasanya Aldeous melesat kearah Shin dan menebaskan pedangnya, namun pedang yang ia tebas kearah Shin hanya melewati tubuhnya seolah-olah Aldeous sedang menebas api yang membara.
"Baiklah jika memang itu yang kau inginkan, Shin kemudian mengeluarkan sebuah bola api dengan tangan kirinya, lalu dengan tangan kanannya dia seperti mengambil sesuatu dari bola api tersebut.
Sebuah pedang yang sangat indah keluar dari bola api itu, dengan gagang yang berwarna hitam serta bilah pedang yang berwarna merah darah, dengan sedikit corak hitam di tengahnya, "BLADE OF PHOENIX" kata Shin.
Tanpa basa-basi setelah mengeluarkan pedang itu Shin lansung melesat ke arah Aldeous, kecepatannya sangat luar biasa namun meskipun hanya bayangan Aldeous masih bisa melihatnya, Aldeous tidak mau kalah dia juga melesat maju kearah Shin.
"**BOOMMM"
"TRANG"
"TRANG**"
Suara pedang beradu terdengar seperti alunan musik namun hanyalah suara yang bisa mereka dengar sedangkan untuk sosok yang tengah beradu pedang mereka hanya bisa melihat bayangan hitam.
Pertarungan mereka berdua berlangsung lama hingga tiba-tiba Aldeous terpental dan jatuh ke tanah, tak ingin menyia-nyiakan kesempatan Shin melesat kearah Aldeous dan menebaskan pedangnya.
Namun Aldeous yang menyadari kedatangan Shin berhasil sedikit menghindar sehingga hanya tangan kanannya saja yang putus, Aldeous mundur ke belakang untuk menghindari Shin sementara itu Shin terus menyerang Aldeous dengan sangat cepat.
Setiap tebasan yang Shin arahkan berhasil Aldeous hindari namun efek dari tebasan itu membuat pohon di sekitarnya roboh, tubuh Aldeous yang besar juga membuat pergerakannya sedikit melambat di tanah di tambah dengan saat ini dia sedang terluka hal itu menguntungkan bagi Shin untuk menyerang Aldeous terus menerus.
Setelah sekian banyak serangan yang Aldeous hindari akhirnya satu serangan yang sangat kuat berhasil menyentuh dadanya sehingga ia terpental dan menabrak sebuah gunung.
"BOOMMM!!"
Aldeous terduduk lemah dan tak berdaya ia sudah merasakan akhir dari hidupnya, melihat Shin yang kini sudah ada di depannya dengan pedang yang memiliki aura sangat panas Aldeous hanya bisa tersenyum kecut.
"Hahahaha aku tidak menyangka ini akan menjadi akhir bagiku" kata Aldeous.
"Aku mungkin tidak akan memaafkan mu jika kau tidak melukai kekasihku" jawab Shin.
Shin kemudian mengangkat tangan kanannya dan muncul sebuah bola api kecil di telapak tangannya, dia melemparkan bola api itu tepat ke dada Aldeous, seketika bola api kecil itu perlahan mulai membesar dan melahap tubuh Aldeous.
"Hahahaha meskipun kau menang saat ini kau tidak akan bisa mengalahkan raja iblis yang sesungguhnya" kata Aldeous sebelum habis terbakar oleh api.
"Akan aku habisi raja iblis itu sebelum dia menyentuh orang-orang yang aku sayangi" gumam Shin pelan, kemudian terbang menuju ke arah Lily dan yang lainnya.