The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Serangan Raja Iblis ³



Shin yang saat ini tengah bertarung dengan Jeviero tiba-tiba merasakan sesuatu yang besar tengah mengawasinya, Shin mencoba untuk merasakan keberadaan dari sosok tersebut menggunakan kekuatannya.


"Ternyata raja iblis juga ada di sini" kata Shin dalam hati.


"Kalau begitu aku harus segera menyelesaikan pertarungan di sini, jika tidak sesuatu yang buruk akan terjadi" lanjutnya.


Shin menyerang Jeviero dengan ganas, bahkan dia tidak memberikan kesempatan kepada Jeviero untuk membalas serangannya.


Meskipun kesusahan namun Jeviero tetap bisa menahan setiap serangan yang di lancarkan oleh Shin padanya, karena kesal dan marah Jeviero menggunakan kekuatan kegelapan yang ada di sekitar mereka untuk meningkatkan kekuatannya.


Aura kegelapan yang sangat pekat menyelimuti tubuh Jeviero, dan seketika itu pula kekuatannya menjadi berkali-kali lipat lebih besar dari yang sebelumnya.


"Kekuatan macam apa ini" kata Shin.


Karena merasakan tekanan aura kegelapan yang sangat tinggi Shin segera melesat maju untuk menyerang Jeviero setelah berada di depannya Shin lansung menebaskan pedang Phoenix miliknya, namun semua itu sia-sia tebasan Shin sama sekali tidak berefek pada Jeviero bahkan ia hanya seperti sedang menebas kumpulan asap hitam dengan pedangnya.


"Hahahaha kau terlalu naif dewa Phoenix, kekuatanmu belum sempurna, jika saja kau memiliki api suci maka kau akan dengan mudah mengalahkan kami semua" kata Jeviero.


"Jangan sombong kau iblis sialan, bahkan tanpa api suci sekalipun aku sudah bisa menghabisi kalian semua" kata Shin.


Dia kembali menyerang Jeviero dengan pedangnya namun lagi-lagi setiap tebasan yang ia lakukan semuanya sia, Jeviero hanya tertawa melihat usaha Shin yang sia-sia untuk menyerangnya, Jeviero kemudian melesatkan sebuah pukulan keras ke tubuh Shin dan tepat mengenai dadanya sehingga Shin terpental dan jatuh ke tanah.


Seketika sebuah kawah besar tercipta di halaman istana yang luas, akibat dari tubuh Shin yang terjatuh di sana, Lily yang kebetulan berada di dalam istana melihat bagaimana Shin jatuh dari langit, karena khawatir Lily segera berlari menghampirinya.


"Lily, apa yang kau lakukan cepat kembali ke dalam istana" kata Shin ketika melihat Lily berlari kearahnya.


Lily tak menghiraukan perkataan Shin dan tetap berlari keluar dari istana, Azazel yang masih menyaksikannya jalannya pertempuran tiba-tiba saja merasakan kekuatan api suci tengah bergerak keluar dari istana, karena merasakan hal tersebut Azazel lansung mengalihkan pandangannya ke arah istana, dan ketika ia melihat seorang wanita yang tengah berlari keluar istana ia sangat kaget bukan karena wanita itu sangat cantik melainkan wanita itu memiliki kekuatan api suci.


"Tidak, ini tidak baik aku harus menyelesaikan ini secepat mungkin" kata Azazel.


Langit menjadi semakin gelap kekuatan kegelapan telah sepenuhnya menyelimuti kerajaan Phoenix, sekali lagi lubang hitam raksasa tercipta di atas langit kerajaan Phoenix namun kali ini berbeda, lubang hitam tersebut tidak mengeluarkan jutaan pasukan iblis lagi namun hanya mengeluarkan sosok berbadan besar dengan sepasang sayap naga di punggungnya, seluruh tubuhnya di tutupi oleh armor yang dominan dengan warna merah bahkan ekornya juga sangat mirip dengan ekor naga yang juga menggunakan full armor , sosok besar tersebut adalah Azazel sang raja iblis dalam wujud tempurnya.


Ketika dalam wujud tempurnya Azazel akan menyerupai sosok naga hanya saja ia lebih terlihat seperti manusia dengan menggunakan armor naga, peperangan yang tengah terjadi seketika berhenti saat merasakan tekanan yang luar biasa kuat dari sosok yang baru saja keluar dari lubang hitam tersebut.


Para jendral iblis yang tengah bertarung juga mengentikan pertarungan mereka kemudian mendekat ke arah sosok yang baru keluar tersebut dan kemudian menunduk memberi hormat, bahkan seluruh prajurit iblis juga menunduk memberikan hormat.


Raiga dan Zuryu segera melesat turun ke tanah dan lansung menghampiri Shin yang saat ini tengah bersama Lily.


"Yang mulia bagaimana ini, aku merasakan kekuatan yang luar biasa dari orang itu" kata Raiga.


"Kau benar Raiga, dan jika aku tidak salah saat peperangan sebelumnya aku juga di serang oleh dia" kata Shin.


"Tidak salah lagi, dia adalah Azazel sang raja iblis" kata Garda yang baru saja mendarat di depan mereka semua.


"Tidak ada cara lain, kita hadapi mereka dengan segenap kekuatan kita" kata Shin tegas.


"Aku juga akan membantu" ujar Lily.


"Tidak, aku tidak mengizinkanmu membahayakan nyawa anak kita" bantah Shin.


"Pertarungan ini sangat berat, aku bahkan tidak yakin untuk bisa menang, jadi aku mohon padamu Lily pergilah sejauh yang kau bisa untuk menyelamatkan anak kita" kata Shin.


"Tidak, aku tidak ingin meninggalkanmu" jawab Lily sambil menangis.


"Dengarkan aku Lily, jika terjadi sesuatu pada dirimu dan anak kita maka aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri, jadi aku mohon kau pergilah sejauh mungkin" kata Shin kemudian memeluk tubuh Lily.


"Ryuzen, Leo, Lina, dan seluruh pasukan Blue Lightning dengarkan perintah terakhirku pergilah sejauh mungkin dan tinggalkan kerajaan Phoenix bersama dengan ratu kalian, kalian harus menjadi pengawal setia ratu mulai sekarang" kata Shin dengan lantang.


Ucapan Shin menggelegar dan terdengar oleh semua pasukan Blue Lightning, mereka semua kemudian mundur dari medan perang dan lansung turun menuju halaman istana dan lansung berlutut memberi hormat.


"Ryuzen, Leo, Lina aku mohon jaga Lily dan calon anakku, sebagai sahabat terbaikku aku memohon pada kalian bertiga dan juga semua pasukan Blue Lightning, lindungi istri dan anakku apapun yang terjadi" kata Shin berlutut di depan mereka semua.


Mereka semua yang ada di sana sangat terkejut melihat apa yang Shin lakukan, mereka tidak menyangka bahwa raja mereka yang sangat agung sampai harus berlutut dan memohon kepada mereka semua.


"Kapten aku mohon jangan seperti ini, apa kau lupa kita adalah saudara" ujar Ryuzen kemudian maju ke depan dan membangunkan Shin.


"Terimakasih Ryuzen, terimakasih kalian semua" kata Shin.


"Sekarang aku mohon pergilah dari sini, aku akan menahan mereka dengan sekuat tenaga" lanjutnya.


"Shin tenang saja aku akan menjaga mereka semau, dan akan aku gunakan seluruh kekuatanku yang tersisa untuk membawa mereka semua dari sini, namun setelah itu mungkin aku tidak akan bisa lagi berkomunikasi denganmu, tapi jangan khawatir aku sangat senang dapat membantu keturunanku" kata sang Dewa Phoenix.


Setelah itu kekuatan yang sangat terasa di sekitar istana, kemudian dari langit yang gelap itu tiba-tiba saja sebuah cahaya terang menyinari seluruh pasukan Blue Lightning dan juga Lily, semakin lama cahaya tersebut semakin terang dan tubuh mereka yang di sinari oleh cahaya tersebut perlahan-lahan menghilang.


"Lily, jagalah dirimu dan anak kita" ucap Shin dengan senyuman hangatnya.


"Berjanjilah padaku setelah ini, kau akan kembali pada kami berdua" kata Lily sambil menghapus air matanya.


Dan akhirnya setelah cahaya yang sangat terang dan menyilaukan itu hilang, Lily, Ryuzen, Leo, Lina dan semua pasukan Blue Lightning menghilang dari pandangan mereka semua.


(ilustrasi raja iblis Azazel)