The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Serangan Raja Iblis



Hari-hari berlalu dan pesta penyambutan untuk anak pertama Shin juga sudah di lakukan, memang bukan pesta yang megah namun Shin tetap mengundang beberapa kenalannya dari kerajaan Tempest.


Namun semakin hari firasat buruk Shin semakin menjadi-jadi, awalnya ia mengira itu hanya sekedar firasat belaka namun karena semakin hari firasatnya semakin kuat ia menjadi semakin yakin kalau akan terjadi sesuatu yang buruk.


"Sayang kau kenapa?" tanya Lily.


"Tidak apa-apa Lily, hanya saja beberapa hari ini aku memiliki firasat buruk" ucap Shin.


"Tenanglah, mungkin itu hanya firasat mu saja, sebaiknya kau lebih bersantai karena akhir-akhir ini kau selalu saja sibuk" kata Lily.


"Yah, aku juga berharap bahwa tidak akan ada sesuatu yang buruk terjadi" gumam Shin.


Shin kemudian memandang kearah perut Lily kemudian dia menyentuh dan mengelusnya dengan tangan.


"Lily jika seandainya terjadi sesuatu berjanjilah bahwa apapun yang terjadi kau harus menjaga anak kita" kata Shin.


"Kenapa kau bilang begitu, seharusnya kau yang menjaga kami berdua" jawab Lily.


"Iya-iya aku tau itu" kata Shin kemudian mengecup kening Lily.


***


Tidak jauh dari kerajaan Phoenix, tiga jendral iblis terlihat tengah terbang di langit dan menuju ke arah kerajaan Phoenix, dan di depan mereka ada sebuah gumpalan bayangan hitam dengan mata merah menyala dan dia adalah Azazel yang tidak menunjukkan wujud aslinya.


"Bersiaplah semuanya di depan sana adalah kerajaan Phoenix" ucap Azazel.


"Siap yang mulia" jawab mereka bertiga serempak.


Dan benar saja apa yang di katakan oleh raja iblis Azazel tak jauh di depan mereka sudah nampak sebuah kerajaan dengan tiga istana yang sangat megah, mereka bertiga melayang di atas langit kerajaan tersebut kemudian Azazel mengeluarkan aura kegelapan dan tiba-tiba saja langit berubah menjadi mendung.


Shin dan Lily yang mempunyai darah Phoenix dapat dengan mudah merasakan aura kegelapan yang sangat kuat, mereka berdua kemudian berjalan keluar istana, setibanya di luar istana mereka sangat terkejut ketika melihat kegelapan mulai menutupi seluruh kerajaan Phoenix bahkan tekanan aura kegelapan terasa sangat kuat.


Setelah kegelapan menyelimuti kerajaan Phoenix sepenuhnya tiba-tiba saja muncul lubang hitam raksasa yang di atas langit, kemudian dari dalam lubang tersebut keluar jutaan prajurit bangsa iblis yang memenuhi langit kerajaan Phoenix.


"Shin ini adalah kekuatan dari raja iblis Azazel, kau harus berhati-hati" tiba-tiba saja suara dewa Phoenix sebelumnya terdengar


"Ja-jadi ini adalah kekuatan raja iblis" kata Lily sekarang dia juga sepenuhnya bisa mendengar suara dewa Phoenix.


Karena merasakan keanehan seluruh penduduk kerajaan keluar dari kediaman mereka dan menatap langit, para jendral dan semua pasukan juga telah berkumpul di halaman istana.


"Yang mulia, sepertinya bangsa iblis telah menyerang kita terlebih dahulu" kata Raiga.


"Aku tau Raiga, dan segera siapkan semua pasukan" kata Shin memberi perintah.


"Baik yang mulia" jawab mereka serempak.


"Lily, apapun yang terjadi padaku nanti aku mohon kau jangan ikut bertempur dan pergilah sejauh yang kau bisa" kata Shin.


"Tidak, aku tidak ingin meninggalkanmu" jawab Lily.


"Dengarkan aku Lily, kau harus melindungi anak kita, apapun yang terjadi padaku berjanjilah kau akan pergi sejauh mungkin dan melindungi anak kita" ujar Shin.


"Garda!!, Rayzer!!"


"Siap yang mulia" jawab mereka berdua.


"Apa kalian siap bertempur sahabatku" ujar Shin.


"Kami siap mengorbankan nyawa yang mulia" ucap mereka berdua serempak.


"Dengarkan aku semuanya, hari ini pasukan iblis menyerang kerajaan kita yang artinya kita harus bertempur untuk melindungi kerajaan kita serta orang-orang yang ada di dalamnya, jadi untuk itu mari kita bertarung sampai titik darah penghabisan dan lindungi kerajaan kita dari para iblis busuk itu" kata Shin berpidato


"Hahahaha dewa Phoenix, percuma saja kau banyak bicara karena sebentar lagi kerajaan ini akan rata dengan tanah" ujar Jeviero memotong pembicaraan Shin.


"Semuanya naiki tunggangan kalian dan segera serang para pasukan iblis itu" kata Shin memberi perintah.


Shin kemudian merubah wujudnya ke bentuk dewa Phoenix, dan segera dia memimpin seluruh pasukannya untuk maju dan bertempur melawan para iblis. Shin, Raiga dan Zuryu mereka bertiga lansung berhadapan dengan ketiga jendral iblis yaitu Jeviero, Azhura, dan Alex.


"Kalian berdua hadapi Elf dan manusia burung itu, untuk dewa Phoenix biarkan aku yang menghabisinya" kata Jeviero.


"Ini tidak adil aku juga ingin melawan si Phoenix" ujar Azhura.


"Sudahlah Azhura, sekarang bukan saatnya berdebat" ucap Jeviero.


"Baiklah-baiklah, ayo Alex kita habisi mereka berdua, aku akan melawan manusia burung dan kau hadapi Elf itu" kata Azhura.


"Baik Senior" jawab Alex.


Ketiganya lansung melesat maju kearah Shin dan yang lainnya, ketiga jendral iblis tersebut juga mengeluarkan aura yang sangat besar juga memiliki tekanan yang sangat kuat.


"Ayo Raiga, Zuryu jangan sampai kita kalah" kata Shin.


"Baik yang mulia" jawab mereka serentak.


"Baiklah aku akan menunjukkan kekuatanku yang sebenarnya, dan aku sudah muak menunggangi Griffin setiap kali pertempuran" kata Raiga, aura yang sangat kuat terpancar dari tubuhnya kemudian membentuk sepasang sayang transparan seperti sayap para peri.


"Hahahaha sudah lama aku tidak melihatmu serius Raiga" ujar Zuryu.


"Bagus sekarang ayo kita habisi mereka" ujar Shin, kemudian mereka bertiga juga ikut melesat maju kearah tiga jendral iblis yang sedang mengarah ke mereka.


Mereka melaju dengan kecepatan tinggi dan semakin lama mereka semakin menambah kecepatan mereka, hingga mereka berenam seperti akan bertabrakan, Ledakan kekuatan yang sangat kuat terjadi ketika aura mereka bertabrakan satu sama lain, hingga menyebabkan beberapa iblis yang ada di sekitar mereka hilang menjadi abu akibat kuatnya kekuatan ledakan aura mereka.


Shin lansung menggunakan pedang Phoenix miliknya dan seketika tekanan yang lebih besar serta mendominasi menekan para jendral iblis.


"Kekuatan yang sangat besar, tapi aku juga bisa melakukannya" ujar Jeviero, seketika ledakan aura kegelapan menyelimuti tubuhnya hingga menyebabkan tekanan aura dari Shin tidak lagi menekan mereka bertiga.


Melihat auranya tak lagi mempan pada mereka Shin segera melesat maju dan menebaskan pedangnya ke arah Jeviero, Raiga dan Zuryu juga tidak tinggal diam mereka berdua juga ikut maju dan menyerang.


Sementara itu kelima jendral yaitu Ryuzen, Rayzen, Leo, Lina, dan Zarga memimpin seluruh pasukan untuk menyerang bala tentara bangsa iblis, pertempuran sengit tak bisa di hindarkan lagi, dalam sekejap ratusan nyawa telah melayang akibat dari pertempuran dua pasukan yang hebat itu.