The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Perang Kerajaan 6



Pangeran Alex dapat merasakan keanehan yang terjadi saat ini, dia tau bahwa awan yang awalnya menutupi langit tiba-tiba saja menghilang bukanlah fenomena alam melainkan suatu kejanggalan.


Dan yang membuat ia yakin adalah tiba-tiba saja instingnya mengatakan bahwa ada ancaman yang besar sedang menantinya, dia mencoba untuk menenangkan dirinya agar tidak terlihat khawatir oleh ayahnya.


Mau bagaimanapun ia tidak ingin ayahnya tau bahwa saat ini ia sedang khawatir dengan satu hal, namun apa yang ia khawatirkan belum tentu nyata adanya.


"Anakku, sudah saatnya kita kerahkan semua pasukan kita dan kita hancurkan mereka semua" kata raja Lyon.


"Baiklah ayah, aku akan memimpin pasukan iblis dan akan menyerang dari atas" kata pangeran Alex dan lansung terbang menuju ke barisan terdepan pasukan iblis.


"Kembangkan sayap kalian dan kita habisi mereka semua" kata Alex dengan nada lantang.


Para iblis kemudian mengembangkan sayap mereka dan terbang mengikuti pangeran Alex, sementara itu raja Lyon menaiki kuda miliknya dan memimpin pasukan kerajaannya untuk lansung menyerang mereka.


Dua pasukan kerajaan Light Born menyerang secara bersamaan, di hadapan kerajaan Tempest saat ini ada jutaan pasukan kerajaan Light Born dan di atas mereka ada jutaan bangsa iblis yang juga siap menyerang.


Shin merasakan aura yang sangat kuat dan juga terasa akrab baginya, dia kemudian berjalan ke depan tenda pasukan dan melihat ke atas, benar saja saat ia melihat pasukan iblis yang sedang terbang ke arah mereka ia merasakan perasaan saat melawan salah satu jendral iblis.


"Aldeous, apa dia hidup lagi?" gumam Shin pelan.


"Tidak itu bukan dia, ini hanya auranya saja dan orang itu aku sangat yakin bahwa dia yang waktu itu menyakiti Lily" lanjutnya.


"Raja Dixgard, aku hanya akan mengurus pasukan iblis dengan 100 tentaraku, sisanya mereka semua akan membantumu" kata Shin.


"Terimakasih yang mulia Shin" jawab raja Dixgard.


"Ryuzen, Rayzen pimpin prajurit kalian dan kita hadapi para iblis itu" kata Shin memberi perintah.


"Baik yang mulia" jawab keduanya serempak.


Mereka semua kemudian bersiul dan setelah itu seratus dua Griffin turun dari langit dan mendarat di depan mereka, mereka tidak menunggu lama dan lansung melompat naik keatas punggung Griffin yang menjadi tunggangan mereka, sementara Shin dia melepaskan seluruh auranya dan muncul sepasang sayap merah menyala di punggungnya.


Dia kemudian terbang dan melesat ke langit diikuti oleh kedua jendral dan juga pasukannya, Shin mengeluarkan pedang Phoenix miliknya dan semua pasukan juga telah bersiap dengan kedua pedang mereka.


"Hahaha akhirnya aku bisa membalaskan kematian ku waktu itu" kata Alex saat mengetahui bahwa dia dan pasukannya tengah di hadang oleh orang yang dulu membunuhnya.


Alex dan pasukan iblisnya segera mempercepat terbang mereka dan lansung maju ke arah pasukan Shin.


"Aku tidak menyangka kau akan hidup lagi setelah ku bunuh" kata Shin saat pasukan Alex sudah ada di depan mereka.


"Aku akan membalaskan perlakuanmu waktu itu" kata Alex.


"Ah... aku tidak menyangka bahwa demi membalaskan dendam kau rela menyerahkan dirimu kepada bangsa iblis" lanjutnya.


"Kau tau apa, jiwa ini adalah milik seorang jendral kepercayaan raja iblis, dan dengan kekuatan ini aku akan membunuhmu" ucap Alex dengan nada tinggi.


"Hahahaha apa kau kira aku tidak tau jiwa siapa itu, jiwa jendral iblis yang ada dalam dirimu itu adalah iblis yang telah ku bunuh" ujar Shin.


Sementara mereka masih berdebat dengan melayang di udara di bawah mereka kini tengah terjadi pertempuran hebat antara dua kerajaan, lautan manusia memenuhi luasnya padang rumput dentingan besi yang beradu serta teriakan terdengar bagaikan irama musik yang diiringi dengan tiupan angin.


"Mereka sudah memulai pertempuran, lalu apa lagi yang kita tunggu pangeran Alex, atau lebih tepatnya Aldeous" kata Shin memprovokasi.


"Jangan sebut namaku seolah-olah kau sangat mengenal diriku!" ujar Alex dan lansung melesat maju menyerang Shin.


"Kau memang tidak sabaran ya, mari kita mencari tempat yang cukup luas" kata Shin kemudian terbang lebih tinggi.


Alex tidak diam saja dia kemudian mengikuti Shin yang menjauh dari seluruh pasukan, dengan perginya mereka berdua saat ini kedua pasukan mulai saling menyerang satu sama lain, terlihat jelas bahwa pasukan Shin kalan jumlah namun dalam segi tenaga dan kekuatan pasukannya tidak bisa di anggap remeh.


Meskipun mereka hanya berjumlah 102 orang pasukan, namun mereka di lengkapi oleh armor dan senjata tingkat tinggi, pengalaman dan kekuatan mereka juga tinggi, serta cara mereka bertarung menggunakan dua pedang cukup untuk membuat musuh kewalahan.


Awalnya jutaan pasukan iblis tersebut sangat yakin bisa dengan mudah mengalahkan pasukan armor biru yang sedikit itu, apalagi mereka sama sekali tidak menggunakan perisai untuk pertahanan dan malah memilih menggunakan dua pedang, yang mana akan sangat sulit bagi mereka untuk menyerang sambil bertahan.


Akan tetapi bayangan mereka tidak sama dengan kenyataan pasukan armor biru tersebut nyatanya adalah sekelompok ahli yang sangat hebat, tidak hanya lihai dalam menyerang mereka juga sangat ahli dalam bertahan meskipun tidak menggunakan perisai.


Setiap gerakan serangan yang mereka lakukan sama sekali tidak terlihat celah untuk musuh menyerang balik, bahkan dari serangan tersebut sama sekali tidak ada titik butanya, menyerang sekaligus bertahan disaat bersamaan adalah kombinasi yang sangat sulit untuk di lakukan oleh pasukan biasa, bahkan pasukan elit kerajaan besar sekalipun belum tentu bisa melakukan apa yang di lakukan oleh pasukan ini.


Untuk sesaat mereka sempat merasa kagum dengan pasukan kecil ini, namun kekaguman mereka segera terganti dengan kengerian karena pasukan yang kecil ini menyerang dengan sangat ganas dan tak kenal rasa ampun sama sekali, hal itu wajar saja karena Shin mendidik pasukannya dengan tegas dan Shin juga mengajarkan tidak ada ampun bagi iblis ataupun monster yang berbuat jahat.


Sementara itu, Shin masih terbang menjauh dari pasukannya dan di belakangnya terlihat pangeran Alex masih mengikutinya dan sesekali melesatkan bola api untuk menyerang Shin.


"Hey pengecut, jangan menghindar kau!!!, dimana keberanian mu" kata Alex.


"Apa kau terlalu takut untuk menghadapi diriku" lanjutnya.


"Jangan salah faham dulu pangeran Alex, aku bukannya takut atau menghindar darimu hanya saja aku tidak ingin pertarungan kita di ganggu oleh orang lain" ucap Shin.


"Berhenti kau ********" kata Alex berteriak, dan masih melesatkan bola api ke arah Shin.


Shin tidak menghiraukan teriakan Alex dia terus melesat maju untuk mencari tempat yang luas agar dia bisa bertarung dengan aman dan tidak di ganggu oleh orang lain, dia belajar dari kesalahan masa lalu dimana saat dia bertarung teman-temannya juga ikut menjadi korban, dia sama sekali tidak ingin kejadian yang sama terulang lagi.