The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Goblin



Setelah selesai makan Alisha kemudian bersandar di sebuah pohon untuk tidur, tidak ada sedikitpun rasa curiga pada pria yang saat ini menemaninya dan entah kenapa tiba-tiba saja hatinya terasa sangat nyaman ketika bersama pria tersebut.


"Kenapa aku merasakan aura api suci dalam dirinya" gumam Shin.


"Sebaiknya aku periksa saja..."


"Ayah.."


Shin tersentak kaget dan menghentikan niatnya ketika mendengar Alisha memanggil ayahnya, Shin kembali melihat ke arah Alisha dan ternyata dia masih tertidur.


"Ternyata dia mengigau, apa sesuatu terjadi pada ayahnya?, Huhhhh aku jadi merindukan Lily dan anakku laki-laki atau perempuan ya" gumam Shin, sambil tersenyum lembut.


"Sebaiknya aku juga segera tidur" ucap Shin, kemudian bersandar di sebuah pohon yang sedikit jauh dari Alisha dan kemudian tertidur.


Keesokan harinya Shin dan Alisha melanjutkan perjalanan untuk menyusuri hutan, dan entah kenapa Shin malah memutuskan untuk menemaninya.


"Paman, kemana tujuanmu?" tanya Alisha.


"Entahlah, yang pastinya saat ini aku ingin pergi ke kerajaan atau kota terdekat" jawab Shin.


"Kalau begitu paman ke kota ku saja, meskipun lumayan jauh dari sini tapi penduduk di sana sangatlah ramah" ucap Alisha.


"Kotamu? maksudnya?" tanya Shin bingung.


"Ibuku adalah salah satu bangsawan di kerajaan ini, dan dia memimpin salah satu kota" kata Alisha menjelaskan.


"Baiklah kapan-kapan paman akan mampir dan mengunjungimu nanti" ucap Shin.


Karena terus mengobrol tanpa sadar mereka berdua sampai di sebuah gua, dan dari dalam gua tersebut terpancar aura yang sangat kuat hingga membuat Alisha gemetar ketakutan.


Karena merasa khawatir Shin kemudian mencoba untuk memeriksa gua tersebut dengan memancarkan auranya dan menelusuri gua tersebut menggunakan Energinya.


Alisha sungguh kagum sekaligus takjub ketika merasakan aura yang sangat besar namun tidak membuatnya tertindas melainkan merasa nyaman dan hangat.


"Sungguh aura yang sangat kuat" gumam Alisha.


"Alisha sebaiknya kau berlindung karena di dalam sana ada ratusan ribu goblin" kata Shin.


"Baik paman" jawab Alisha kemudian bersembunyi di balik pohon.


Dan benar saja apa yang diucapkan oleh Shin tidak berapa lama kemudian dari dalam gua ratusan ribu goblin berlarian keluar karena merasakan aura yang sangat kuat.


Shin hanya tersenyum melihat kedatangan ratusan ribu goblin itu sudah sangat lama dia tidak bertarung dan sekarang dia sangat ingin mencoba kekuatan barunya.


"Hahaha datanglah kemari!" kata Shin tertawa.


Shin mengeluarkan sebuah bola api kecil seukuran kepalan tangan dan lansung melemparkannya kearah gerombolan para goblin yang berdatangan.


"BBOOMMMM!!!"


Ledakan yang sangat keras terjadi ketika bola api kecil itu menyentuh salah satu goblin, ledakan tersebut menghancurkan apa saja yang ada di sekitarnya bahkan menghancurkan gua yang merupakan sarang para goblin.


"Hahahaha, dasar lemah hanya sekali serang lansung musnah" kata Shin.


Alisha hanya sangat terkejut sekaligus kagum dengan serangan yang dilakukan oleh Shin, dia tidak bisa memikirkan seberapa kuat pria yang saat ini bersamanya, bahkan hanya serangan kecil darinya bisa menghancurkan ratusan ribu goblin sekaligus.


"Alisha kenapa kau malah termenung?" tanya Shin.


"Eh.. hahaha tidak apa-apa paman, aku hanya kagum dengan kekuatan paman" ucap Alisha.


"Paman, apa tingkatan kekuatan paman?" tanya Alisha.


"Tingkatan apa?" tanya Shin.


"Paman tidak tau ya?, baiklah akan aku jelaskan" kata Alisha.


"Jadi begitu ya" gumam Shin.


"Aku tidak tau tingkatan kekuatanku saat ini, karena aku sudah mengasingkan diri selama bertahun-tahun" kata Shin menjelaskan.


"Begitu ya, nanti kalau paman ke kotaku paman bisa mengukurnya di sana" jawab Alisha senang.


"Baiklah" jawab Shin singkat.


"Alisha, apa elemenmu?" tanya Shin


"Elemen api paman, hanya saja aku belum bisa mengontrolnya" jawab Alisha.


"Baiklah nanti akan paman beritahu cara mengontrolnya" ucap Shin, kemudian mereka berdua melanjutkan perjalanan.


Akhirnya waktu dua hari yang di berikan oleh akademi untuk para siswa baru telah habis, dan semua murid kembali berkumpul di halaman sekolah begitu juga dengan Alisha.


Alisha sangat senang karena selama dua hari bersama Shin dia sudah mendapatkan pengalaman yang luar biasa, Shin bahkan mengajarkannya teknik pedang yang belum pernah ia pelajari sebelumnya, Shin bahkan memberikan catatan kepada Alisha tentang bagaimana cara mengontrol kekuatan api.


Di halaman akademi, seluruh murid baru sedang berkumpul mereka semua terlihat letih dan lelah, namun tidak dengan Alisha wajahnya masih terlihat datar seperti biasanya.


"Baiklah sekarang kalian maju satu persatu dan serahkan buruan kalian" ucap kepala akademi.


Satu persatu murid maju dan menyerahkan buruannya masing-masing, berbagai macam binatang biasa dan juga binatang iblis dikumpulkan di halaman akademi, hingga akhirnya giliran Alisha tiba.


Mereka semua tersentak kaget ketika melihat alisha menyerahkan dua kepala monster goblin, yang sebelumnya ia kalahkan dengan bantuan dan arahan dari Shin.


"Monster goblin, itu monster goblin" kata mereka kaget


"Gadis muda apa ini kau yang membunuhnya?" tanya pemimpin akademi.


"Benar kepala akademi, aku membunuhnya sendiri" jawab Alisha.


"Ternyata tahun ini kami memiliki murid yang hebat" gumam kepala akademi.


Monster goblin memang bukanlah monster yang kuat namun bagi anak berumur sepuluh tahun sudah bisa menghabisi goblin yang terkenal gesit dan juga ganas adalah sebuah prestasi yang besar apa lagi ini merupakan perburuan pertama mereka, setelah itu seluruh murid mulai kembali maju satu persatu untuk menyerahkan buruannya, dari ratusan murid yang mendaftar hanya tersisa dua ratus murid yang lulus serta Alisha di tetapkan sebagai murid rangking pertama.


Setelah selesai pemilihan semua murid serta orang tua kembali ke rumah mereka masing-masing, begitu juga dengan Alisha dan Lily hanya saja mereka kembali ke istana karena raja meminta Lily untuk menginap beberapa hari.


"Alisha apa benar kau menghabisi dua goblin itu sendiri?" tanya Lily.


"Benar bu, dan aku juga bertemu dengan seorang paman yang sangat baik" jawab Alisha.


"Benarkah, siapa dia?" tanya Lily.


"Entahlah bu aku lupa menanyakan namanya, tapi paman itu sangatlah kuat, dia menghabisi ratusan ribu goblin hanya dalam sekejap mata" kata Alisha


"Baiklah, kalau begitu dimana paman itu?" tanya Lily.


"Dia masih berada di hutan bu, tapi tenang saja aku sudah mengajaknya untuk mampir di kota kita" jawab Alisha.


"Yasudah kalau begitu kau istirahat saja dulu" ucap Lily.


"Tidak bu aku mau mencari paman Ryuzen, aku ingin mempertajam teknik pedangku" kata Alisha.


"Kalau begitu ibu akan menemanimu berlatih" kata Lily, mereka berdua kemudian menuju ke halaman latihan dan kebetulan di sana Ryuzen serta pangeran Diego juga sedang berlatih tanding, serta di saksikan oleh raja dan yang lainnya.


"Paman, bisakah aku ikut berlatih?" tanya Alisha.


Ryuzen dan pangeran Diego segera menghentikan latihan mereka ketika mendengar Alisha memanggil Ryuzen.


"Tentu saja Alisha, tapi paman sedikit lelah, bagaimana jika kau berlatih tanding dengan pangeran" ucap Ryuzen.


"Baiklah" jawab Alisha kemudian lansung berjalan memasuki arena latihan