The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Serangan Para Monster 2



Setelah memasuki kota Shin kemudian berkeliling sebentar untuk menikmati suasana kota hingga akhirnya Shin berhenti di sebuah penginapan sederhana.


"Selamat datang tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan penginapan.


"Saya ingin memesan kamar untuk tiga hari ke depan" kata Shin sambil memberikan dua koin emas.


"Tu-tuan ini terlalu banyak" kata pelayan tersebut kaget.


"Tidak apa-apa, sisanya anggap saja sebagai biaya makan selama aku disini" ucap Shin ramah.


"Baiklah tuan terimakasih banyak, kalau begitu mari saya antar" kata pelayan tersebut.


Shin kemudian di bawa ke kamar terbaik yang ada di penginapan tersebut, setelah sampai di kamarnya Shin lansung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Sudah lama aku tidak merasakan empuknya tempat tidur" gumam Shin,karena sangat lelah akhirnya Shin memutuskan untuk lansung tidur.


Keesokan harinya, Shin yang telah bangun lansung menuju ke lantai bawah yang merupakan tempat untuk makan, Shin agak terkejut karena suasana penginapan yang sangat ramai padahal penginapan tersebut tidaklah mewah, dan juga ruangan makan tersebut sudah penuh dan tidak ada lagi meja kosong yang tersedia.


"Huhhhh, mejanya penuh semua" kata Shin pelan.


"Permisi tuan, mari ikut saya" kata pelayan penginapan menghampiri Shin.


Karena penasaran Shin hanya mengikuti saja, pelayan tersebut membawanya ke lantai tiga yang merupakan tempat makan para tamu yang merupakan orang-orang kaya atau tamu spesial penginapan tersebut.


Berbeda dengan lantai dasar, lantai tiga terlihat lebih tenang dan tidak berisik karena memang hanya ada beberapa orang saja yang makan di lantai tersebut.


"Silahkan tuan" kata pelayan tersebut ramah.


"Terimakasih" ucap Shin kemudian duduk di salah satu meja yang kosong.


"Tuan, makanan anda akan datang sebentar lagi, apa tuan juga ingin memesan arak?" tanya pelayan tersebut.


Shin berpikir sejenak, selama ini dia belum pernah minum yang namanya arak.


"Baiklah berikan aku sebotol arak" kata Shin sambil tersenyum ramah.


"Baiklah tuan" ucap pelayan tersebut kemudian pergi.


Tidak lama kemudian pelayan tersebut datang lagi membawakan beberapa makanan dan juga sebotol arak untuk Shin.


"Silahkan tuan" ucap pelayan tersebut.


"Terimakasih" kata Shin ramah.


"Jika ada yang tuan perlukan lagi silahkan panggil saya" kata pelayan itu, kemudian pergi meninggalkan Shin dan makanannya.


Karena sudah sangat lapar akhirnya Shin lansung menikmati makanan yang telah di sediakan oleh pelayan penginapan dengan sangat lahap, tak lama kemudian datang beberapa orang dan lansung menghampiri meja Shin.


"Permisi tuan bolehkah kami bergabung?" tanya salah seorang dari mereka.


"Tentu tuan silahkan" kata Shin ramah.


"Terimakasih tuan, saya adalah Robert ketua party 'Silver Stone' dam mereka berempat adalah anggota party saya, Jack, Roland, Roman dan Edward" kata Robert memperkenalkan dirinya dan teman-temannya.


"Salam kenal semuanya saya adalah Shin" kata Shin ramah.


"Tuan Shin, apakah anda seorang petualang?" tanya Robert


"Syukurlah kalau begitu, apa tuan berminat untuk bergabung dengan party kami?" tanya Robert.


"Bukankah anggota tuan sudah lengkap?" tanya Shin.


"Benar tuan hanya saja, besok semua petualang yang ada di kota ini akan diikutsertakan kedalam peperangan yang akan terjadi" ujar Robert.


"Peperangan, dengan siapa?" tanya Shin kaget.


"Begini tuan, kemarin jendral kerajaan mengumumkan bahwa sebuah pasukan besar yang terdiri dari monster dan juga bangsa iblis sedang bergerak menuju ke kerajaan ini, jadi raja meminta bantuan kepada seluruh petualang yang ada di kota untuk membantu mengalahkan pasukan tersebut, hadiah yang di tawarkan juga lumayan besar" kata Robert menjelaskan.


"Pasukan iblis?, akhirnya mereka bergerak juga, sebaiknya aku membantu mereka" kata Shin dalam hati.


"Baiklah, kalau begitu aku akan ikut dalam party tuan Robert" kata Shin ramah.


"Syukurlah kalau tuan bersedia, mari kita minum secangkir arak sebagai tanda persaudaraan dalam party kita" kata Robert sambil menuangkan secangkir arak untuk Shin.


Setelah itu mereka kemudian melanjutkan perbincangan biasa mengenai suka duka selama mereka menjadi seorang petualang, mereka juga sangat terkejut sekaligus bersyukur ketika tau bahwa Shin adalah petualang senior dengan peringkat S.


Setelah selesai berbincang-bincang mereka kemudian kembali ke kamar masing-masing, dan ternyata Robert dan anggota party-nya juga menginap di penginapan tersebut.


Keesokan harinya, pasukan kerajaan Cronos dan para petualang yang telah di kumpulkan lansung bergerak menuju ke perbatasan, dan di barisan paling depan di pimpin oleh pasukan dengan armor biru yang sangat mencolok serta ada lambang petir di dada kiri armor tersebut.


Shin yang juga ikut dalam pasukan tersebut sebagai anggota Party Silver Stone tentu saja merasa kenal dengan armor dan gaya prajurit di barisan tersebut, namun ia memutuskan untuk mencari tau tentang pasukan tersebut dari petualangan lainnya.


"Robert pasukan apa itu yang ada di barisan terdepan?" tanya Shin.


"Hey, jangan keras-keras di kerajaan ini tidak ada satupun yang berani menyinggung pasukan tersebut" kata Albert pelan.


"Kenapa begitu?" tanya Shin heran.


"Mereka adalah pasukan salah seorang bangsawan kerajaan ini, kabarnya satu prajurit mereka saja kekuatannya hampir setara dengan seorang jendral, dan pemimpin pasukan tersebut juga sangat kuat bahkan raja saja bersikap hormat pada mereka" kata Robert menjelaskan.


"Begitu ya" gumam Shin.


"Entah kenapa aku merasa itu adalah pasukan Blue Lightning, jika memang benar itu mereka berarti Lily juga ada di kerajaan ini" ucap Shin dalam hati.


Akhirnya setelah menempuh perjalanan selama empat hari seluruh pasukan sampai di perbatasan, mereka semua lansung mendirikan tenda untuk beristirahat begitu juga dengan anggota party Silver Stone.


Shin yang sangat penasaran mencoba untuk mencari tau lebih banyak informasi mengenai pasukan tersebut, namun setiap orang yang ia tanyai tidak satupun yang mau membahas tentang pasukan tersebut, mereka semua takut akan menyinggung pasukan kuat itu.


"Semuanya dengarkan perketat penjagaan karena para monster bisa kapan saja menyerang, dan mereka tidak memerlukan peringatan untuk menyerang" Kata jendral Albert.


Seluruh pasukan kemudian membentuk beberapa kelompok dan mulai berjaga di sekeliling tenda, namun tidak dengan anggota Blue Lightning sebagai pasukan yang telah berpengalaman mereka tentu tau bagaimana harus bertindak.


Untuk peperangan ini, mereka lebih memfokuskan serangan kepada para pasukan iblis karena mereka di didik memang untuk memerangi iblis.


"Dengarkan semuanya, kalian di didik oleh yang mulia untuk memerangi iblis dan karena itu pula kita ada di sini, dan ingat jangan pernah beri ampun kepada para iblis yang telah merenggut rumah kita, yang telah memisahkan kita dengan yang mulia, dan ingat pengorbanan yang mulia ketika dia menyelamatkan kita semua, dan sudah tugas kita untuk membasmi pasukan iblis yang telah merenggut segalanya dari kita" kata Ryuzen tegas.


"Ingatlah apa tugas yang diberikan oleh yang mulia pada kalian semua sepuluh tahun yang lalu" ujar Leo.


"Dan ingat kalian semua adalah pasukan terkuat di dunia" kata Lina.


Semangat para pasukan Blue Lightning kembali membara, rasa dendam dan juga benci berkobar di dalam diri mereka ketika mereka mengingat bagaimana kerajaan mereka di hancurkan oleh pasukan iblis sepuluh tahun lalu.