
Beberapa hari telah berlalu sejak terbentuknya pasukan khusus Blue Lightning, dan sampai sekarang mereka masih menjalani latihan sihir elemen petir di dan diajarkan lansung oleh Zuryu.
Zuryu mengajarkan para pasukan mengenai cara menggunakan elemen petir untuk meningkatkan kecepatan serangan serta kecepatan gerak, dan dengan menguasai hal ini para pasukan bisa menghabisi musuhnya dengan sangat cepat.
Armor yang di minta oleh Shin juga sudah di selesaikan oleh Zarga, dan juga Shin kembali memerintahkan Zarga untuk membuat pedang kembar sebanyak 100 pasang dan di buat dari besi khusus serta inti kristal monster sebagai bahan tambahannya.
Pedang kembar ini Shin khususkan untuk pasukan kesatria agar pedang mereka tidak cepat rusak dan tahan lama.
***
Sementara itu pasukan kerajaan Light Born sudah sampai di perbatasan kerajaan Tempest, dan selama perjalanan mereka telah menghancurkan puluhan desa-desa kecil di kerajaan Tempest.
Di dalam istana, tepatnya di ruangan pertemuan raja dengan para jendral dan bawahannya mereka sedang mengadakan pertemuan membahas mengenai kerja sama yang akan mereka lakukan dengan kerajaan milik Shin.
"Yang mulia, apakah kerjasama ini akan menguntungkan kerajaan kita" tanya salah seorang bangsawan.
"Aku yakin ini sangat menguntungkan karena, di kerajaan mereka ada bangsa Elf dan juga manusia burung" jawab raja Dixgard.
"Tapi yang mulia, bahkan kita tidak mengetahui dimana letak kerajaan mereka" ucap bangsawan lainnya.
"Kalian tenang saja, masalah itu akan aku tangani yang jelas kita harus menjalin hubungan baik dengan kerajaan mereka" jawab raja Dixgard.
"Brakkkk!!!" saat mereka sedang rapat tiba-tiba seseorang menerobos masuk ke ruang rapat.
"Siapa yang berani menerobos masuk!" ucap jendral Baston dengan nada tinggi.
"Maaf yang mulia tapi ada kabar buruk yang ingin saya sampaikan" jawab orang itu.
"Kabar buruk apa yang ingin kau sampaikan" ujar raja Dixgard.
"Begini yang mulia, para mata-mata di perbatasan telah melihat pasukan kerajaan Light Born dan menurut mata-mata mereka telah menghancurkan puluhan desa sekitar perbatasan" jawab orang itu.
"Apa!!!" ucap raja Dixgard dengan nada marah.
"Ini benar yang mulia, mereka datang untuk menyerang kerajaan kita namun anehnya pasukan mereka di bantu oleh monster dan juga iblis" jelas orang itu.
"Apa.... tidak mungkin, jadi kerajaan Light Born telah bersekutu dengan raja iblis" gumam raja Dixgard, dia terlihat cemas.
"Dengarkan semuanya, kerahkan semua pasukan kita dan pergi ke perbatasan untuk menghadang mereka, jangan sampai mereka merebut kerajaan kita!" ucap raja Dixgard dengan tegas.
"Baik yang mulia" jawab mereka serentak.
"Untuk Tempest" ujar jendral Baston.
"untuk Tempest" jawab mereka serentak.
Mereka semua bubar meninggalkan ruangan rapat, sekarang di dalam ruangan hanya ada raja dan jendral.
"Bagaimana ini jendral" tanya raja Dixgard.
"Kita harus mempertahankan kerajaan kita yang mulia, hamba akan lansung memimpin pasukan kita dan akan menerobos pertahanan musuh" jawab jendral Baston.
"Aku sama sekaki tidak meragukan kemampuanmu jendral, masalahnya lawan kita bukan hanya manusia namun ada monster dan iblis juga" ujar raja Dixgard.
"Baiklah sepertinya aku tidak punya pilihan lain selain meminta bantuan dari dia" lanjutnya.
"Apa yang mulia yakin dia akan membantu kita" tanya jendral Baston.
Dia mengaliri cincin itu dengan mana, dan kemudian cincin itu mengeluarkan cahaya.
"Ada apa raja Dixgard kenapa kau memanggilku" tiba-tiba dari dalam kristal terdengar suara Shin, raja Dixgard sempat terkejut namun setelah itu dia kembali tersadar dan menjawab pertanyaan Shin.
"Begini raja Shin, kerajaan kami sedang dalam masalah" ucap raja Dixgard.
"Apa itu" jawab Shin.
"Begini, raja Lyon dari kerajaan Light Born datang menyerang kerajaan kami" ucap Dixgard.
"Lalu apa kalian tidak sanggup melawan kerajaan mereka" jawab Shin santai.
"Bukan begitu yang mulia, yang jadi masalah adalah pasukan mereka dibantu oleh monster dan ras Demon" jelas raja Dixgard.
"APAAAA!" jawab Shin dengan berteriak, teriakannya sampai membuat raja dan jendral terkejut.
"Baiklah yang mulia, kalian atasi saja pasukan kerajaan dan untuk urusan pasukan iblis serta monster biar aku dan pasukan ku yang menanganinya" jawab Shin.
"Terimakasih yang mulia" ucap Dixgard dan kemudian cahaya di kristal kecil itu menghilang, raja Dixgard menjadi sangat lega saat mengetahui bahwa Shin bersedia untuk membantu kerajaannya.
***
Setelah mendengar kabar tentang kerajaan Tempest Shin segera menuju ke ruang singgasana dan meminta salah satu prajurit untuk memanggil para jendral serta raja kedua ras.
beberapa saat kemudian mereka semua telah datang dan lansung duduk di tempat mereka masing-masing.
"Ada apa yang mulia" tanya Raiga.
"Raja iblis telah memulai niatannya, sekarang dia menjalin hubungan dengan kerajaan Light Born untuk menyerang kerajaan Tempest" ucap Shin.
"Lalu apa yang mulia akan membantu kerajaan Tempest" tanya Leo.
"Bukan begitu, masalahnya sekarang adalah pasukan iblis dan perioritas utama kita adalah menghancurkan bangsa iblis, jadi untuk itu kita akan ikut dalam peperangan ini dan hanya akan menyerang pasukan monster dan iblis, setelah selesai kita akan kembali ke kerajaan kita" jawab Shin.
"Jadi strategi apa yang harus kita gunakan yang mulia?" tanya Ryuzen.
"Apa kalian punya saran?" Shin balik bertanya.
"Begini yang mulia, hamba sudah berhasil merekrut 1000 pasukan dan mereka semua telah hamba latih, jadi hamba rasa mereka sudah siap untuk bertempur dan hamba siap memimpin di pasukan terdepan" jawab Rayzen.
"Aku tidak setuju dengan itu Rayzen, mereka hanya beberapa hari berlatih dan lawan mereka sekarang adalah iblis, aku tidak ingin mereka malah menjadi korban" ucap Raiga.
"Baiklah begini saja, pasukan Blue Lightning akan memimpin di barisan terdepan, lalu para manusia burung akan memecah pasukan mereka dengan sihir, pasukan Elf kalian bantu pasukan kerajaan Tempest saat ada para iblis yang ingin menyerang mereka, dan aku akan memimpin lansung 100 kesatria pedang menerobos kedepan" ucap Shin.
"Rayzen kau bergabung denganku dan Ryuzen, Lina dan bawa pasukan kalian dan bergabung dengan raja Raiga dan Zuryu" lanjut Shin.
Memang strategi Shin saat ini terbilang nekat namun hanya itu yang bisa ia lakukan karena tidak banyak pasukan mereka yang bisa menggunakan pedang.
"Baik yang mulia" jawab mereka serentak.
"Baiklah, Leo, Ryuzen dan Lina, siapkan pasukan Blue Lightning, Raiga dan Rayzen pimpin para pasukan Elf, Zuryu dan Zarga pimpin pasukan manusia burung, kita hancurkan para iblis" ucap Shin dengan tegas
"Laksanakan yang mulia" jawab mereka serentak kemudian pergi meninggalkan ruang singgasana sana dan menyiapkan pasukan masing-masing.