The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Awal Kebangkitan Bangsa Phoenix



Satu jam kembali berlalu dan kali ini proses penyerapan tersebut telah selesai sepenuhnya mereka berempat membuka mata dengan perasaan senang karena merasakan kekuatan mereka naik secara signifikan, namun tidak dengan Shin karena setelah membantu mereka berempat Shin lansung tumbang dan tak sadarkan diri.


"Apa yang terjadi pada pemimpin?" tanya Ryuzen bingung dan juga khawatir.


"Dia memaksakan diri untuk membantu kalian menyerap energi dari kristal api" jawab Aurora.


"Apa!!!, pantas saja penyerapan ini terasa sangat cepat dan juga sangat mudah" ujar Leo.


"Lalu bagaimana sekarang?" tanya Lina.


"Kalian tenanglah Lily dan Alisha akan merawatnya, sementara kalian berempat akan aku latih" jawab Aurora.


"Tapi..."


"Tidak ada kata tapi, Shin terluka karena membantu kalian jadi kalian harus membuatnya bangga, bukankah kalian akan melakukan apapun demi keluarga?" tanya Aurora tegas.


Mereka semua terdiam seribu bahasa, di satu sisi mereka menghawatirkan kondisi pemimpin mereka, namun di sisi lain yang di katakan ratu Aurora sangat benar dan tentu saja mereka akan melakukan apapun demi keluarga, dan hal itulah yang telah di lakukan oleh pemimpin keluarga mereka.


"Baik kami siap, sekarang mari mulai latihannya" ujar Ryuzen.


"Bagus sekarang tutup mata kalian dan tenangkan pikiran kalian, karena kita akan berlatih di tempat yang lebih baik, agar kalian bisa memahami kekuatan bangsa phoenix dengan cepat" ucap ratu Aurora.


Tanpa banyak bertanya mereka berempat segera duduk kembali dan langsung menutup mata mereka, begitu juga dengan Aurora yang lansung duduk di depan mereka berempat.


"Lily aku pergi" kata Aurora.


"Baik kak, aku akan menjaga kalian" jawab Lily.


"Cepat kembali bu..." ujar Alisha.


"Tentu saja sayang" jawab ratu Aurora dengan tersenyum hangat.


Aurora kemudian menutup matanya, terlihat jelas aura biru yang sangat terang menyelimuti tubuhnya dan perlahan-lahan mulai menyebar dan menyelimuti tubuh Ryuzen dan yang lainnya.


**


Ryuzen, Lina, Leo dan Reyna sangat terkejut saat mengetahui mereka sudah berpindah tempat yang entah dimana, mereka berempat juga sangat kagum ketika melihat sebuah istana yang sangat besar dan juga megah berada di depan mereka.


"Selamat datang di istana raja Phoenix" kata Aurora yang tiba-tiba muncul di depan mereka berempat.


"Ja-jadi ini istana raja phoenix" ujar Ryuzen.


"Benar dan disinilah kalian berempat akan berlatih, sekarang mari ikuti aku" ajak Aurora.


Mereka kemudian mengikuti Aurora masuk ke dalam istana tersebut, saat pertama kali masuk ke dalam istana mata mereka lansung di suguhkan pemandangan yang sangat luar biasa dimana sebuah ruangan yang sangat luas lengkap dengan ornamen-ornamen yang sangat indah, di depan mereka terpampang jelas sebuah singgasana besar dan juga megah serta terdapat patung burung Phoenix yang sangat besar di belakang singgasana tersebut.


Di sisi ruangan terdapat banyak sekali patung-patung prajurit berziarah serta lengkap dengan senjata di tangan mereka.


"Istana ini sungguh megah" ucap Ryuzen kagum.


"Ini adalah ruangan tahta milik raja phoenix, dan tentunya kalian pasti sudah tau siapa" ujar Aurora.


Mereka berempat terus saja mengikuti ratu Aurora sampai ke sebuah ruangan besar lainnya, di tengah-tengah ruangan tersebut terdapat sebuah kristal yang sangat besar dan memancarkan aura yang sangat kuat bahkan sampai membuat mereka berempat merinding.


"Sekarang kalian duduk mengelilingi kristal itu dan serap energinya secara perlahan" perintah Aurora.


Perlahan namun pasti dapat mereka rasakan kekuatan mereka terus bertambah kuat, tidak hanya itu saja pemahaman mereka tentang bangsa phoenix juga bertambah, mulai dari cara mengeluarkan sepasang sayap sampai melakukan transformasi atau berubah menjadi burung Phoenix.


**


Di dunia nyata, Lily terlihat terus berusaha mentransfer energinya pada Shin dan mencoba untuk mengobati luka dalam Shin, Aura biru terang seperti milik Aurora terlihat menyelimuti tubuh mereka berdua dan secara perlahan-lahan luka dalam yang di alami Shin mulai membaik.


"Ukhuukk, ukhuukk" Shin kembali batuk darah hingga membuat Lily semakin khawatir, sementara itu energinya juga semakin terkuras akibat menyembuhkan luka dalam Shin akan tetapi Shin masih belum juga menunjukkan tanda-tanda akan sadar.


"Sayang aku mohon, kau harus segera sembuh" ucap Lily pelan.


"Ibu, apa ayah akan baik-baik saja?" tanya Alisha semakin khawatir.


"Tenang saja putriku, ayahmu akan baik-baik saja" jawab Lily.


Satu jam kembali berlalu dengan cepat dan sekarang Lily benar-benar kehabisan tenaga akibat membantu menyembuhkan luka suaminya tersebut, namun hasilnya tidak sia-sia karena luka dalam yang di alami oleh Shin telah sembuh sepenuhnya dan hanya tinggal menunggu waktu untuk dia bangun.


"Akhirnya selesai juga" gumam Lily.


"Apa ibu baik-baik saja?" tanya Alisha khawatir, karena ia bisa melihat wajah ibunya yang sangat pucat.


"Ibu baik-baik saja sayang, mungkin ibu hanya kelelahan" jawab Lily.


"Kalau begitu ibu istirahat saja di dekat ayah, biarkan aku yang berjaga" ucap Alisha.


"Terimakasih sayang, ibu akan istirahat sebentar" kata Lily kemudian merebahkan tubuhnya di sebelah Shin, dan beberapa saat kemudian dia lansung tertidur.


"Ibu dan ayah sedang istirahat, tidak akan aku biarkan siapapun mengganggunya" gumam Alisha.


**


Sementara itu di istana bangsa phoenix, Ryuzen, Leo, Lina dan Reyna nampak masih berusaha untuk menyerap energi dari kristal besar yang berada di depan mereka dan Aurora masih mengawasi mereka dengan tenang dan sabar.


"Sepertinya sebentar lagi akan selesai" gumam Aurora.


Beberapa menit kemudian kristal besar yang awalnya memancarkan energi serta aura yang sangat kuat tersebut kini terlihat hanya seperti kristal biasa setelah energi di dalamnya terserap habis.


Mereka berempat membuka matanya secara perlahan dan bisa mereka rasakan bahwa tubuh mereka semakin ringan dan sangat bertenaga.


"Selamat kalian berempat telah berhasil" ucap Aurora memberikan selamat.


"Terimakasih ratu" jawab mereka serempak.


"Sebenarnya kristal apa ini?" tanya Ryuzen penasaran.


"Ini adalah kristal jiwa, namun kristal ini tidak sama dengan kristal jiwa lainnya, karena kekuatan dari kristal jiwa ini adalah mampu meningkatkan kekuatan serta pemahaman secara bersamaan" kata ratu Aurora menjelaskan.


"Pantas saja pemahamanku bertambah, meskipun hanya tentang bangsa phoenix" ujar Leo.


"Sebenarnya pemahaman tersebut di ambil dari masa depan, yang artinya pemahaman kalian sekarang adalah sama dengan pemahaman yang akan kalian dapatkan jika tidak menyerap energi dari kristal ini, bedanya jika tidak menyerap energi kristal ini maka kalian akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mendapat pemahaman tersebut..


Contohnya saja pemahaman tentang bertransformasi menjadi phoenix, jika kalian tidak menyerap energi kristal ini maka sudah bisa di pastikan bahwa kalian baru bisa bertransformasi menjadi phoenix membutuhkan waktu setidaknya selama setahun" kata Aurora menjelaskan.


"Dan jika kalian telah menyerap energi kristal ini, kalian hanya butuh waktu beberapa jam saja sampai bisa bertransformasi menjadi phoenix sesungguhnya" lanjut ratu Aurora.