
***
Hari-hari terus berlalu tak terasa sudah hampir tiga bulan Shin berada di kerajaan Phoenix, setiap harinya Shin hanya berlatih dengan Garda dan sesekali dia akan masuk kehutan untuk berburu monster agar levelnya meningkat dan sekarang levelnya sudah mencapai 200.
***
Jauh dari posisi Shin saat ini, terlihat sekitar 100 petualang sedang berlatih, 40 menggunakan pedang, 30 berlatih memanah, dan 30 lagi belajar sihir, mereka di latih lansung oleh Ryuzen, Leo, dan Lina.
Sementara itu Lily hanya diam duduk di dalam sebuah kamar, dia mengingat setiap kejadian yang ia lewati saat di dalam kamar itu bersama Shin, dan sekarang Shin entah dimana dan tidak ada kabarnya sama sekali.
Dia duduk disebuah kursi dan memandang ke luar jendela, dia merasakan perasaan kehilangan yang tidak bisa ia tampung lagi, ingin rasanya ia mengeluarkan dan membuang jauh-jauh perasaan itu namun dia tidak bisa, bayangan wajah Shin selalu menghantuinya, air matanya pun menetes membasahi pipinya, saat ia mengingat Shin.
Ryuzen dan yang lainnya sudah mencoba menghiburnya namun sama sekali tidak berhasil, mereka hanya bisa pasrah dan berharap Shin cepat kembali agar Lily kembali ceria seperti dulu.
"Hey Ryuzen bagaimana kalau kita pergi mencari kapten" ucap Leo.
"Jangan bodoh kita bahkan tidak tau dimana kapten saat ini" jawab Ryuzen."dia hanya meminta kita untuk mengurus Party yang dia bentuk, dan bahkan sekarang Party ini telah menjadi sebuah guild, dan bahkan telah mengukir prestasi di kerajaan ini" Lanjutnya
Memang benar yang mereka ucapkan sejak kepergian Shin beberapa bulan yang lalu mereka telah membentuk sebuah Guild dengan Lily sebagai wakil master, dan bahkan master tanpa Guild itu telah mengukir prestasi dengan semua anggotanya yang sangat kuat dan ahli, bahkan beberapa guild kerajaan tidak berani menyinggung guild mereka.
Selain dari kekuatan anggotanya yang kuat hingga saat ini tidak ada yang tau siapa master Guild itu, Bahkan para anggota guild juga tidak tau mereka mengira selama ini Lily adalah ketua guild itu namun setelah Lily menjelaskan dia hanyalah wakil, mereka menjadi bingung dan bertanya-tanya siapa sebenarnya master guild ini.
Banyak rumor mengatakan bahwa master guild itu telah terbunuh, ada juga yang mengatakan bahwa master guild itu tengah berpetualang ke hutan, dan banyak lagi rumor yang tersebar tentang guild itu.
***
Shin yang tengah berlatih dengan Garda Tiba-tiba merasakan sesak di dadanya, seperti ada sesuatu yang berat menghimpit dadanya dan membuatnya sedikit kesulitan bernafas.
"Brrakkkk!!!!!" Shin terpental dan menabrak pohon.
"Ma...maaf yang mulia hamba tidak sengaja" ucap garda.
"Tidak apa tadi aku hanya sedikit melamun, makanya aku bisa terkena pukulan mu" jawab Shin.
Dia kembali berdiri dan lagi-lagi perasaan yang sesak dan sakit di hatinya kembali terasa, "Lily" umam Shin tanpa ia sadari air matanya menetes membasahi pipinya.
Garda yang melihat hal itu lansung berubah kebentuk asalnya dan membentang kedua sayapnya.
"Kyaakkk" Garda memekik keras.
Para pasukan juga berkumpul setelah mendengar suara garda, Shin hanya tersenyum dan menghapus air matanya.
"Tidak ada yang membuatku sedih aku hanya teringat, dengan seseorang yang aku sayangi" Jawab Shin.
"Apakah dia adalah kekasih yang mulia" tanya Raiga yang baru saja datang.
"Ya bisa dibilang begitu" jawab Shin
"Kenapa tidak membawa dia ke sini yang mulia, agar bisa menemani yang mulia disaat sedih" ujar Leshena.
"Kau benar, sebaiknya aku menjemputnya dan beberapa temanku" ucap Shin " Garda siapkan 200 pasukan Griffin besok kita akan menjemput teman-teman ku" lanjutnya.
"Siap yang mulia" jawab Garda
Setelah itu Shin masuk ke istana dan menuju kamarnya, dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur tak lama setelah itu dia lansung tertidur pulas.
Keesokan harinya, Shin sudah bersiap dan berjalan menuju keluar istana, dia sangat senang serta tidak sabar ingin segera bertemu dengan teman-temannya terutama dengan Lily, dia sudah sangat rindu padanya.
Shin kemudian naik keatas tubuh Garda, lalu Garda melompat ke udara kemudian melesat dengan kekuatan penuhnya diikuti 200 pasukan Griffin di belakang mereka.
Sepanjang perjalanan Shin tidak henti-hentinya memikirkan pertemuannya dengan Lily dia sudah sangat tidak sabar ingin segera memeluk Lily.
***
"Ketua salah satu anggota kita melihat ratusan monster tengah terbang menuju ke arah kita" ucap salah seorang anggota guild.
"Apa!!!, cepat kumpulkan semua anggota di lapangan dan lansung pasang posisi bertahan" ucap Lily
"Lily apa yang terjadi" tanya Ryuzen yang baru saja datang.
"Salah satu anggota kita melihat ratusan monster sedang terbang kearah kita" jawab Lily.
"Apakah itu naga" ujar Ryuzen.
"Entahlah yang jelas itu sangat merepotkan" jawab Lily