The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Persiapan



Setelah selesai melakukan tugas masing-masing mereka kembali berkumpul di dekat danau, mutiara bunga kehidupan sangat lah indah, tidak hanya itu mutiara bunga kehidupan juga memiliki kekuatan sihir untuk menyembuhkan segala luka dalam dengan cepat.


sementara kristal raja ular memiliki aura kharisma yang sangat kuat, sehingga apabila di jadikan cincin atau aksesoris lainnya akan menambah kharisma orang yang memakainya.


"Baiklah bahan-bahannya sudah terkumpul lalu siapa yang bsa menempanya menjadi sebuah cincin" kata Shin.


"Kalau untuk itu hamba bisa yang mulia, dengan kekuatan sihir pembentuk hamba bisa membuatnya" jawab Zuryu.


"Bagus kalau begitu cepat, jadikan cincin yang sangat cantik untuk calon istriku" ujar Shin.


"Akan hamba lakukan yang mulia, mohon tunggu sebentar" kata Zuryu.


Dia kemudian menggunakan sihir api untuk melebur kristal raja ular, karena sihir api milik Zuryu tidak terlalu kuat maka dia meminjam api abadi dari Shin untuk melebur kristal itu, dan dengan bantuan api abadi kristal itu berhasil di lebur dia lansung membentuk sebuah cincin dari kristal itu.


Setelah berhasil membentuk sebuah cincin dia kemudian memasukkan mutiara bunga kehidupan kedalam api itu dan menggabungkan keduanya, Zuryu mengubah ukuran mutiara itu menggunakan sihir agar pas untuk di jadikan permata bagi cincin itu.


"Zuryu masukkan juga sihir perlindungan tingkat tinggi kedalam cincin itu" kata Shin.


"Baik yang mulia" jawab Zuryu.


Dan akhirnya setelah beberapa menit menunggu cincin itu berhasil di buat, cincin itu sangat indah dengan warna transparan seperti kaca namun sangat keras seperti baja, di tambah dengan sebuah mutiara di bagian atasnya menambah kesan keindahan pada cincin itu.


"Yang mulia, cincinnya sudah hamba selesaikan" kata Zuryu, sambil menyerahkan cincin itu pada Shin.


"Bagus, tapi aku butuh sebuah kotak kecil untuk tempat cincin itu" jawab Shin.


"Untuk itu sudah hamba persiapkan yang mulia" ujar Raiga menyerahkan sebuah kotak kecil yang juga transparan seperti kaca.


Shin tidak menanyakan kotak itu terbuat dari apa, dia hanya merasa sangat senang akhirnya dia mendapatkan hadiah untuk Lily.


Sementara itu di tempat lain, tepatnya di dalam kamar Lily. Lina dan dua orang ratu tengah sibuk memilih dan memikirkan gaun apa yang cocok untuk Lily.


"Anu.... begini kalau bisa gaunnya jangan terlalu mencolok" kata Lily.


"Kau tenang saja Lily biar kami yang urus masalah itu" jawab Lina.


"Itu benar nona, karena sebentar lagi anda akan jadi ratu kami maka anda harus memiliki gaun yang sangat menawan" ujar Shisily.


"Ya itu benar sekali nona Lily" sahut Leshena.


Mereka masih terus sibuk memilih gaun yang cocok untuk Lily, ratu Shisily dan ratu Leshena meminta bawahnya membawakan semua gaun terbaik yang ada di kerajaan mereka masing-masing, mereka juga meminta dibuatkan beberapa gaun dengan bahan terbaik, dan totalnya ada lebih dari 50 gaun yang di bawa oleh bawahan mereka.


Lily yang melihat kelakuan mereka bertiga hanya bisa menggelengkan kepala pelan, padahal dia berniat untuk tidak mengadakan acara yang terlalu mewah namun karena ulah kedua raja dan ratu itu semuanya harus jadi sangat megah.


Mereka melakukan hal itu bukan tanpa alasan semuanya mereka lakukan untuk menyambut ratu mereka untuk pertama kalinya, karena saat kepemimpinan dewa Phoenix yang lalu dia hanya di kabarkan memiliki kekasih namun tidak menikah.


Ryuzen membawa beberapa anggota guild yang menurutnya adalah yang terbaik untuk berburu binatang di hutan, Ryuzen berencana untuk mencari rusa awan karena binatang itu sangat langka dan katanya rasa dagingnya sangat lezat, jika di tanya alasannya Ryuzen hanya ingin memberikan hal yang spesial untuk teman pertamanya.


Leo, terlihat tengah sibuk mempersiapkan segala hal mengenai acara yang akan mereka adakan, mulai dari meja-meja dan juga menulis beberapa undangan untuk para tamu yang sekiranya ingin di undang oleh Shin.


Semuanya sibuk melakukan tugas masing-masing sementara beberapa anggota guild yang tidak ada kerjaan mereka lebih memilih untuk pergi mencari hadiah untuk pernikahan master Guild.


Raja Dixgard yang sudah di beritahu oleh Leo tentang pernikahan Shin juga menyiapkan beberapa hadiah untuk Shin, meskipun lamarannya di tolak dia tidak ingin memutuskan hubungan baiknya dengan Shin, sementara itu untuk putri Celestina sampai saat ini masih dilanda kesedihan karena rasa cintanya di tolak oleh Shin.


Semenjak di tolak oleh Shin dia memutuskan untuk mengurung diri di kamarnya, dia selalu mencoba untuk tegar dan menerima kenyataan namun tetap saja dia tidak bisa melupakan Shin, setiap saat dia selalu saja memikirkan Shin namun di sisi lain dia juga sadar bahwa perasaannya sudah tidak mungkin bisa terbalas.