
Setelah memenggal kepala salah seorang bangsawan pangeran Alex terbang menuju ke arah pasukannya, tidak butuh lama hanya kurang dari satu menit dia sudah sampai di depan ayahnya.
"Ayah, mereka menolak untuk menyerah sebaiknya kita serang mereka sekarang" ucap pangeran Alex.
"Baiklah nak, kau pimpin saja sesukamu" jawab raja.
"Hahahaha baiklah ayah" ujar pangeran Alex lalu dia terbang kembali dan melayang di atas pasukannya.
"Baiklah dengarkan semuanya, untuk sekarang kita kerahkan para monster terlebih dahulu, sekarang maju dan habisi mereka" ucap pangeran Alex memberi perintah.
Setelah mendengar perintah semua pasukan monster bergerak maju, berbagai macam jenis monster maju dalam barisan yang sangat rapi mereka di pimpin oleh seorang Orc yang sangat besar, dia menggunakan armor hitam legam serta dua pedang yang sangat besar.
Dari arah pasukan kerajaan Tempest salah seorang prajurit yang tengah berjaga melihat kedatangan para monster dia bergegas berteriak dan mengejutkan semua orang.
"SERANGAN, MUSUH MULAI MENYERANG!!" prajurit itu berteriak beberapa kali untuk memberitahukan kepada semua rekannya bahwa pasukan musuh sudah bergerak untuk menyerang mereka.
Raja serta yang lainnya segera bergegas keluar tenda dan kemudian melihat kearah datangnya para pasukan musuh, mereka terkejut saat melihat yang menyerang mereka bukanlah tentara kerajaan melainkan jutaan pasukan monster.
"PASUKAN, BERSIAP UNTUK BERTEMPUR" jendral berteriak memberi arahan.
"Pasang formasi bertahan" lanjutnya.
Seluruh pasukan segera mengeluarkan perisai mereka dan berjejer rapi membentuk sebuah tembok, dari dalam tembok itu tombak-tombak yang sangat runcing sudah mengacung ke luar dan siap menusuk apa saja yang menabrak tembok tersebut.
Pasukan pemanah serta penyihir sudah siap di barisan belakang untuk menembakkan anak panah serta mantra sihir mereka, sementara jendral Baston menunggu dengan sabar untuk memberi arahan kepada mereka semua.
Setelah di rasa cukup dekat jendral Baston kemudian mengangkat tangan kanannya dan memberikan perintah kepada pasukan pemanah serta penyihir.
"Hujani mereka dengan anak panah dan bola api" jendral Baston memberikan perintah.
Para pasukan pemanah melesatkan anak panah mereka kearah para monster, dan para penyihir merapalkan mantra sihir lalu ratusan bola api muncul dan mereka tembakkan ke arah monster.
Hujan anak panah serta bola api nampak menghiasi jalannya peperangan antara manusia dan monster, ledakan serta raungan para monster terdengar saat serangan para pemanah dan penyihir mengenai mereka.
Ratusan ribu Goblin melaju di barisan paling depan karena tubuh mereka yang kecil serta gerakan mereka yang gesit sehingga memudahkan mereka untuk menghindari anak panah serta bola api yang di arah ke mereka, para goblin terus melaju saat dekat dengan pagar mereka tidak menabrak pagar perisai yang penuh dengan tombak itu melainkan mereka semua melompatinya.
Akan tetapi tidak semua goblin berhasil melompatinya, mereka yang tidak berhasil berakhir dengan hembusan nafas terakhir setelah ujung tombak yang sangat tajam menusuk dada dan kepala mereka.
Adapun untuk para goblin yang berhasil melompati pagar itu, mereka semua telah di sambut oleh para pasukan yang siap menebaskan mereka dengan menggunakan pedang, lagi-lagi teriakan dari para monster terdengar di tengah-tengah peperangan itu.
"Jangan menyerah, bunuh mereka semua" ucap jendral Baston yang juga ikut menebas para goblin yang berdatangan.
Para bangsawan juga ikut turun tangan untuk menghabisi para goblin yang berdatangan, jendral Baston sesekali melihat kearah datangnya para monster untuk berjaga-jaga jika ada monster yang kuat dan bisa menghancurkan formasi mereka.
"Pasukan perkuat pertahanan" ucap jendral Baston memberikan perintah.
Para pasukan segera memperkuat pertahanan mereka, para goblin yang awalnya menyerang secara membabi-buta kini tiba-tiba berhenti menyerang dan menjauh dari arah pertahanan pasukan kerajaan.
Pasukan Orc semakin dekat, dan ketika mereka sampai di depan pertahanan mereka mengayunkan pedang besar mereka dan membuyarkan pertahanan pasukan kerajaan, perisai mereka tidak mampu untuk menghadang serangan dari pedang besar para Orc dan juga kekuatan para Orc bukanlah sesuatu yang bisa di remehkan.
"Siapkan pedang kalian dan serang mereka" ucap jendral Baston, dia mengangkat tinggi pedangnya dan lansung maju untuk menyerang pasukan Orc.
Pertarungan tidak bisa di hindarkan lagi, para pasukan segera menyerang musuh menggunakan pedang mereka, para pasukan pemanah serta penyihir juga tak henti-hentinya menghujani para monster dengan anak panah dan juga bola api.
Namun karena kulit bangsa Orc yang sangat keras serta armor besi yang mereka gunakan membuat serangan para pemanah dan penyihir tidak mampu melukai mereka semua.
Para goblin dan monster lain yang awalnya mundur, kini mulai maju dan juga ikut menyerang pasukan kerajaan Tempest, teriakan dan raungan dari monster terdengar di mana-mana menghiasi jalannya pertempuran seperti irama alunan musik.
"Yang mulia, dimana bala bantuan kita?" tanya salah seorang bangsawan.
"Aku juga tidak tau mereka dimana saat ini" ucap raja.
Sementara raja dan para bangsawan dari kerajaan Tempest tengah khawatir akan kekalahan mereka, dari atas pertemuan itu pangeran Alex tengah menyaksikan jalannya pertempuran dia sangat senang melihat para monster berhasil menyudutkan pasukan kerajaan Tempest.
"Hahaha, habislah kalian semua, kalian akan tau akibatnya karena menentang kehendak ku" pangeran Alex tertawa bahagia, dia sangat yakin bahwa pertempuran ini akan dimenangkan olehnya.
***
Jauh dari tempat terjadinya pertempuran saat ini terlihat ratusan ribu Griffin dan juga manusia burung tengah melaju dengan kecepatan penuh, di atas punggung para Griffin juga terlihat ratusan ribu bangsa Elf dengan bersenjatakan busur sihir.
Mereka semua melaju dengan cepat kearah pertempuran yang sedang terjadi, dan para pasukan ini di pimpin oleh seorang raja yang juga menunggangi seekor Griffin yang terlihat lebih besar dari yang lainnya.
"Sebentar lagi kita akan sampai, persiapkan diri kalian semua" ucap Shin.
"Baik yang mulia" jawab mereka semua.
"Para kesatria Blue Lightning, Kita akan maju ke depan, dan sisanya tetap di atas dan hujani musuh dengan anak panah serta sihir" ucap Shin lagi.
Mereka terus melaju dengan kecepatan tinggi, Shin memunculkan sayap Phoenix di punggungnya yang berwarna merah menyala bagaikan api serta memancarkan aura panas yang bisa membakar apa saja, namun aura panas itu sama sekali tidak akan menyakiti pasukannya namun aura panas itu hanya akan membakar para iblis.
Setelah terbang sangat lama akhirnya pasukan kerajaan Phoenix sampai di atas padang rumput yang sangat luas, serta di bawah mereka tengah terjadi pertempuran sengit antara manusia melawan para monster.
"Blue lightning, serang!!" ucap Shin memberikan perintah, kemudian seluruh pasukan yang menggunakan dua pedang melesat turun ke tengah-tengah jalannya pertempuran, ketika mereka berada sekitar lima meter dari atas tanah mereka semua melompat dari atas punggung Griffin.
Mereka mendarat tepat di tengah-tengah jalannya pertempuran dan seketika pertempuran itu berhenti, mereka semua terkejut melihat datangnya pasukan misterius dengan mengenakkan armor biru serta menggunakan dua pedang sebagai senjata mereka.