
Di tengah lautan para monster Shin masih bergerak dengan sangat cepat sambil menebas setiap monster yang berada di dekatnya, sehingga peperangan yang seharusnya terjadi antara para monster melawan bangsa Elf berubah menjadi pembantaian para monster oleh seorang manusia.
"Hahahaha sudah lama aku tidak merasakan sensasi menyenangkan seperti ini" kata Shin berteriak keras.
"......"
Raja Aragorn serta para prajurit Elf hanya bisa tercengang mendengar teriakan Shin dari tengah gerombolan para monster, mereka tidak menyangka bahwa Shin akan sangat menikmati pembantaian tersebut.
Seiring berjalannya waktu, monster-monster serta para binatang iblis mulai berjatuhan dan jumlah mereka berkurang dengan sangat drastis hanya karena satu orang saja, bahkan sedikitpun bangsa Elf tidak membantu orang tersebut.
"Meskipun aku sudah membantai mereka dengan cepat tapi tetap saja jumlah mereka masih sangat banyak" gumam Shin.
Lalu Shin melompat ke belakang untuk menjauhi para monster, dia mengangkat kedua tangannya ke langit dan menciptakan sebuah bola api dengan warna ungu yang perlahan-lahan menjadi semakin besar.
Bola api yang berwarna ungu tersebut perlahan-lahan mulai membesar kemudian membentuk sekor burung phoenix yang sangat besar, Shin kemudian mengarahkan kedua tangannya kearah para monster, api yang berbentuk burung Phoenix tersebut lansung terbang kearah para monster dan menghanguskan apa saja yang di lewatinya.
Sekali lagi ribuan monster dan binatang iblis berjatuhan hanya karena satu serangan Shin, bahkan serangan tersebut nampak memiliki nyawa sendiri karena ia bisa terbang sesuka hati di antara para monster.
Raja Aragorn tidak tau lagi harus berkata apa, sejak awal dia sudah berlaku tidak sopan pada Shin lalu kemudian meremehkannya dan setelah melihat kekuatan Shin yang sebenarnya dia baru menyadari bahwa Shin bukanlah sesuatu yang bisa ia rendahkan ataupun ia pandang sebelah mata.
"Sebenarnya siapa pemuda ini, kenapa aku seperti pernah mendengar tentang kekuatan api ungu tersebut" gumam raja Aragorn.
Beberapa jam telah berlalu dan perang yang seharusnya terjadi antara Elf dan Monster berakhir hanya dengan satu orang saja, mereka bahkan masih tidak percaya dan menganggap ini semua hanyalah mimpi belaka, namun semua yang mereka saksikan saat ini adalah kenyataannya.
"Huhhhh akhirnya selesai juga" kata Shin lega.
Raja Aragorn kemudian mendekati Shin yang tengah duduk di tengah ratusan ribu mayat para monster yang telah ia bunuh, meskipun nampak ragu namun raja Aragorn mencoba untuk memberanikan dirinya.
"Tu-tuan anda tidak apa-apa?" tanya raja Aragorn.
"Kau bisa lihat sendiri keadaanku, dan ada hal yang gawat sekarang" kata Shin serius.
"A-apa itu tuan?" tanya Raja Aragorn khawatir.
"Aku lapar" jawab Shin singkat.
"Dia ini monster atau apa, kenapa dia lebih mementingkan perutnya daripada nyawanya sendiri" batin raja Aragorn.
"Ba-baik tuan, setelah kita kembali ke istana kita akan mengadakan pesta untuk tuan" kata raja Aragorn.
"Baguslah tapi sekarang berikan aku makanan dulu, setelah bertarung aku jadi lapar" kata Shin.
"Baik tuan" jawab raja Aragorn.
Mereka berdua kemudian berjalan kembali menuju ke arah pasukan, tak lupa raja Aragorn meminta prajurit untuk memberikan makanan pada Shin, setelah selesai makan dan beristirahat mereka semua kemudian melanjutkan perjalanan kembali ke kerajaan.
**
Dua hari kemudian Raja dan para prajurit telah sampai di kerajaan begitu juga dengan Shin yang nampak masih tetap terbang di atas semua prajurit, kedatangan mereka di sambut meriah oleh para penduduk kota karena mereka telah berhasil mengalahkan para monster.
Namun tidak dengan para prajurit mereka malah merasa malu dengan sambutan tersebut, dan seharusnya bukan mereka yang dapat sambutan melainkan Shin karena peperangan ini dimenangkan oleh Shin sendirian tanpa bantuan sedikitpun.
Setelah sampai di istana raja kemudian lansung memerintahkan pelayan istana untuk menyiapkan pesta kemenangan mereka, seluruh pelayan istana dengan segera menyiapkan tempat sekaligus makanan untuk pesta tersebut karena raja mengatakan bahwa pesta akan di adakan malam ini.
"Shin, bagaimana keadaanmu?" tanya Olivia menghampiri Shin
"Aku baik-baik saja, lagipula monster yang menyerang tidak terlalu banyak" jawab Shin.
"Syukurlah kalau begitu, sebaiknya kau bersiap-siap karena sebentar lagi akan gelap" kata Olivia.
"Bersiap-siap untuk apa?" tanya Shin.
"Apa kau lupa malam ini ada pesta" jawab Olivia kesal.
"Ah iya aku lupa, baiklah aku siap-siap dulu" kata Shin meninggalkan Olivia sendirian.
"Dasar orang aneh" kata Olivia sambil tersenyum lembut.
**
Shin yang saat ini tengah duduk santai sambil menikmati makanannya tiba-tiba di hampiri oleh Raja, Ratu, Olivia, dan seorang Elf muda, keempat orang tersebut lansung menyapa Shin dengan ramah.
"Selamat malam tuan Shin, boleh saya dan keluarga bergabung?" tanya raja Aragorn.
"Yang mulia ini istana siapa?" tanya Shin.
"Istanaku tuan" jawab Raja Aragorn.
"Lalu ini kerajaan siapa?" tanya Shin lagi.
"Kerajaanku tuan" jawab Aragorn bingung.
"Kalau begitu kau tidak perlu meminta izin untuk duduk bersamaku, justru aku akan merasa sangat terhormat karena bisa duduk bersama keluarga kerajaan" kata Shin ramah
"Hahahaha terimakasih tuan Shin" kata raja.
"Kakak, sebenarnya kau ini siapa?, kenapa kau merubah wujudmu" tiba-tiba saja Elf muda tersebut bertanya dan membuat raja dan yang lainnya yang mendengar hal itu lansung keheranan.
"Ma-maaf Shin dia adalah adikku namanya Aikanar, aku mohon jangan tersinggung karena ucapannya" ujar Olivia.
"Aikanar cepat minta maaf" kata Olivia.
"Yang aku katakan benar kakak, wajahnya yang sekarang bukanlah yang asli" ucap Aikanar.
Mereka yang mendengar ucapan pangeran Aikanar segera menghentikan aktivitasnya dan lansung memasang sikap waspada pada Shin, jika yang di katakan pangeran Aikanar benar maka mereka akan dalam bahaya.
"Hahahaha tak ku sangka matamu sangat bagus pangeran Aikanar, kau benar ini bukanlah aku yang sebenarnya" ucap Shin
Mereka semua terkejut mendengar pengakuan Shin, bahkan raja dan ratu segera berdiri dan menjauh dari Shin karena mereka tidak takut Shin adalah orang jahat.
"Pantas saja dia sangat kuat" gumam Raja Aragorn pelan.
"Kalian semua sudah mendengarnya bukan?, jika kalian penasaran mari ikut aku keluar" kata Shin kemudian berjalan menuju halaman istana.
Karena penasaran mereka semua kemudian lansung mengikuti Shin dari belakang, tidak ada yang berani berjalan terlalu dekat karena mereka semua merasa takut dengan Shin, dan mereka takut nyawa mereka akan terancam.
"Aku rasa di sini sudah cukup" kata Shin pelan.
"Pangeran Aikanar, aku mengakui bahwa aku tidak bisa menyembunyikan identitasku dari matamu, tapi seharusnya kau simpan saja untuk dirimu sendiri" kata Shin
Shin kemudian terbang dengan perlahan setelah mencapai ketinggian sepuluh meter ia berhenti, tiba-tiba tubuhnya di selimuti oleh aura berwarna ungu dan seketika seluruh kerajaan merasakan tekanan yang sangat luar biasa.
Cahaya ungu yang sangat terang dan menyilaukan menerangi langit malam kerajaan Elessar hingga membuat mereka semua menutup mata karena tidak kuat menatap cahaya tersebut, beberapa saat kemudian cahaya tersebut menghilang dan mereka kembali membuka mata.
Ketika mereka membuka mata tubuh mereka semua gemetaran dan lansung berlutut, jantung mereka berdetak kencang, ada perasaan sedih sekaligus senang dalam diri mereka ketika melihat seekor burung Phoenix raksasa dengan bulu yang berwarna ungu.
Mereka semua lansung bersujud di hadapan phoenix tersebut, tidak hanya mereka yang di istana bahkan di seluruh kerajaan yang bisa melihat burung Phoenix raksasa tersebut segera berlutut dan bersujud di tanah.
"Hormat pada Dewa Agung Phoenix Ungu" kata merek semua serempak.
Shin kemudian terbang mengitari kerajaan Elessar sehingga membuat suasana malam yang sejuk berubah menjadi sangat hangat dan nyaman, Shin mengitari kerajaan tersebut sebanyak tiga kali putaran lalu setelah itu ia berhenti di istana dan perlahan-lahan mulai mengecil hingga berubah ke bentuk manusia lagi.
"Pangeran Aikanar, apa kau sudah senang sekarang?" tanya Shin ramah.
"Terimakasih Dewa Agung" kata pangeran Aikanar.
"Aragorn, aku sangat senang dengan sikap tegas serta selalu waspada yang kau miliki namun jangan pernah memandang rendah siapapun" kata Shin.
"Ma-maafkan kesalahan hamba Dewa Agung" kata raja Aragorn, tubuhnya bergetar hebat, wajahnya sangat pucat, keringat dingin bercucuran di wajahnya karena ia takut Dewa Agung akan menghukumnya.
"Sudahlah jangan minta maaf" kata Shin kemudian berjalan mendekati mereka semua.
"Berhentilah berlutut terus, sekarang berdiri dan mari kita lanjutkan pestanya" kata Shin ramah
"Baik Dewa Agung" jawab para Elf serempak.