The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Bertemunya Dua Ratu Bangsa Phoenix



Di kerajaan Angin, Lily dan Alisha yang sedang berlatih di halaman mansion tiba-tiba saja di selimuti oleh cahaya yang sangat terang sehingga mereka berdua menutup mata karena cahaya tersebut sangat menyilaukan mata.


"Ibu, cahaya apa ini?" teriak Alisha.


"Entahlah nak, jangan buka matamu agar tidak sakit" jawab Lily sambil memeluk Alisha dengan erat.


Beberapa saat berlalu, cahaya yang sangat terang dan menyilaukan tersebut kemudian menghilang, dan saat Lily membuka matanya ia sangat terkejut ketika tau bahwa ia dan Alisha tidak lagi berada di halaman mansion melainkan di halaman sebuah istana yang sangat besar dan juga megah.


"Ibu kita dimana?" tanya Alisha.


"Entahlah sayang, ibu juga tidak tau" jawab Lily.


"Selamat datang di istana raja phoenix Lily" tiba-tiba sebuah suara mengejutkan mereka berdua, sehingga membuat Lily lansung mengalihkan pandangannya ke arah suara tersebut.


Dia cukup kaget karena di sampingnya telah berdiri seorang wanita yang sangat cantik dengan mahkota kristal di kepalanya serta pakaian yang serba biru dan terlihat seumuran dengannya, dia adalah ratu Aurora yang telah membawa Lily dan Alisha ke kerajaan bangsa Phoenix


"Siapa kau dan kenapa kau tau namaku?" tanya Lily waspada.


"Hahaha tenanglah Lily aku adalah kakakmu" jawab ratu Aurora.


"Apa maksudmu aku tidak punya saudara" jawab Lily bingung.


"Memang benar tapi bukan itu yang aku maksudkan, pertama perkenalkan namaku adalah Aurora, aku adalah seorang ratu dari bangsa phoenix sama sepertimu, hanya saja aku adalah ratu bangsa phoenix saat ribuan tahun yang lalu dan sekarang aku hanyalah roh saja" kata ratu Aurora menjelaskan.


Lily tidak menemukan adanya kebohongan dari ucapan ratu Aurora, dia juga dapat merasakan aura yang sangat kuat serta dia juga bisa mengetahui aura dari bangsa phoenix ada dalam diri ratu Aurora.


"Kalau begitu maafkan aku yang mulia ratu" kata Lily sedikit menunduk memberi hormat


"Tidak Lily, sesama ratu jangan meminta maaf" ujar ratu Aurora.


"Lalu apa maksud yang mulia ratu dengan mengatakan aku adalah ratu bangsa phoenix dan juga anda sebagai kakakku?" tanya Lily penasaran.


"Apa kau tau bahwa Shin adalah raja agung dari bangsa phoenix yang di kenal dengan sebutan raja dewa agung phoenix ungu?" tanya ratu Aurora.


"Mm"


"Nah kalah begitu kau juga sudah pasti tau, sebagai istrinya kau adalah ratu bangsa phoenix sekarang, lalu maksudku mengatakan bahwa aku adalah kakakmu itu karena ribuan tahun yang lalu aku juga merupakan istri Shin" kata ratu Aurora menjelaskan.


"Apa itu tidak mungkin, Shin masih sangat muda.." kata Lily semakin bingung.


"Kau benar Lily aku juga tidak tau bagaimana bisa ini terjadi, yang jelas Shin suamimu adalah Shin yang sama yang menjadi suamiku dulu sekaligus raja agung dari bangsa phoenix ribuan tahun yang lalu bahkan sampai sekarang" kata ratu Aurora.


"Jika kau masih bingung mari ikuti aku" kata ratu Aurora kemudian membawa Lily dan Alisha ke dalam istana.


Ketika pintu istana yang sangat besar itu Lily lansung memfokuskan pandangannya pada sebuah patung yang sangat besar, tubuhnya gemetar ketika melihat patung tersebut sangat mirip dengan Shin.


"I-ini tidak mungkin" gumam Lily pelan.


"Untuk lebih tau kejelasannya mari ikut aku" ajak ratu Aurora.


Mereka bertiga kemudian memasuki sebuah ruangan yang sangat luas di dalam ruangan tersebut terdapat sebuah bola kristal yang sangat besar, ratu Aurora kemudian meminta Lily untuk meletakkan tangannya pada bola kristal itu.


"Bagaimana ini bisa terjadi" kata Lily sambil melepaskan bola kristal tersebut.


"Aku juga tidak tau Lily, mungkin ini adalah takdir" ucap ratu Aurora.


"Apa kau tidak membohongiku?" tanya Lily.


"Untuk apa aku berbohong Lily, ini adalah kebenarannya bahkan aku juga sempat bingung dengan semua ini namun tetap saja semua ini sangat nyata" jawab ratu Aurora.


"Lalu apa maksud ratu Aurora membawa kami ke sini?" tanya Lily.


"Tidak ada maksud apa-apa Lily, aku hanya ingin menyapa mu, dan jika kau tidak keberatan bisakah aku tetap menjadi istri Shin meskipun aku hanyalah roh saat ini?" tanya ratu Aurora


"Meskipun ini sulit di percaya namun ini sangatlah nyata, dan kau adalah istri pertama Shin meskipun ribuan tahun sudah berlalu, kalau begitu aku tidak keberatan menjadi adikmu" kata Lily tersenyum lembut.


"Shin kenapa kau tidak menceritakan hal ini padaku, awas saja nanti jika kau kembali!!" kata Lily dalam hati, meskipun ia menerima ratu Aurora sebagai kakak sekaligus istri Shin hanya saja dia jadi kesal pada Shin karena tidak menceritakan hal ini padanya.


"Terimalah Lily kau sangat baik" kata ratu Aurora sambil memeluk Lily.


"Ibu siapa dia?" tanya Alisha bingung.


"Sayang mulai sekarang dia adalah ibumu juga" kata Lily.


"Wah... aku sekarang punya dua ibu yang cantik" kata Alisha senang.


"Sekali lagi terimakasih Lily, kau telah membuat roh berusia ribuan tahun ini bahagia" kata ratu Aurora.


"Sama-sama kakak" jawab Lily.


"Sekarang aku akan melatih kalian berdua agar kekuatan kalian meningkat" kata ratu Aurora.


"Benarkah, kalau begitu aku sangat berterimakasih kak" jawab Lily senang.


"Sudahlah jangan di pikirkan" kata ratu Aurora.


Mereka bertiga kemudian keluar dari ruangan tersebut dan lansung menuju ke sebuah aula yang sangat luas, di sana juga terdapat banyak kristal dengan warna merah dan biru, dan di setiap kristal tersebut mengandung kekuatan api suci dan api abadi.


Ratu Aurora kemudian meminta mereka berdua untuk menyerap kekuatan dari kristal biru yang mengandung kekuatan api suci karena Lily dan Alisha sama-sama phoenix yang memiliki kekuatan api suci sama sepertinya.


**


Di kerajaan Elessar Shin di sambut dengan ramah oleh raja Aragorn, sikap raja Aragorn yang semula kasar padanya berubah drastis setelah mengetahui bahwa Shin bukanlah orang yang bisa ia singgung selain itu ia juga merasa senang karena putrinya dapat berteman baik dengan Shin.


Di dalam salah satu kamar di istana, Shin yang tengah beristirahat karena merasa lelah setelah perjalanan jauh tiba-tiba saja merasakan merinding untuk sesaat dan entah kenapa ia tiba-tiba membayangkan jika Lily dan ratu Aurora bertemu.


"Kenapa aku merasa merinding?, dan kenapa juga aku memikirkan apa yang akan terjadi jika mereka berdua bertemu" gumam Shin pelan.


"Tapi apakah Lily akan marah jika tau aku punya istri selain dia meskipun hanya tinggal rohnya saja...? Ah... sudahlah mending tidur saja" ucap Shin pelan kemudian memejamkan matanya.