
Waktu kembali berlalu dengan cepat saat ini raja Dixgard dan seluruh pasukannya tengah berjalan menuju ke medan perang yang berada di perbatasan kerajaan Tempest dan bekas kerajaan Light Born yang telah runtuh.
Raja Dixgard berjalan dengan percaya diri karena dia telah berhasil meminta bantuan kepada bangsa iblis dan bahkan raja iblis mengirimkan pasukan elitenya untuk membantu raja Dixgard dengan persyaratan kerajaan Tempest akan berada di bawah kendali raja iblis.
Persyaratan tersebut diterima raja Dixgard tanpa pertimbangan karena menurutnya jika ia bisa mendapatkan kekuatan dari raja iblis maka meruntuhkan kerajaan lainnya bukanlah masalah lagi baginya.
Jumlah pasukan kerajaan Dixgard tidak main-main dia mengerahkan seluruh pasukan kerajaannya yang mencapai tiga juta pasukan, serta dengan bantuan dari pasukan iblis yang berjumlah seratus ribu.
"Hahaha dengan jumlah kekuatan yang sangat besar ini, aku yakin meruntuhkan kerajaan Shin akan sangat mudah" gumam raja Dixgard dengan senyuman jahatnya.
Sementara itu di perbatasan kerajaan atau di medan perang Shin, Ryuzen, dan Leo menunggu dengan tenang kedatangan pasukan kerajaan Tempest, jika ada orang lain yang melihatnya maka mereka pasti akan mengira bahwa tiga orang tersebut gila karena mereka berani menyatakan perang tapi tidak membawa pasukan.
"Sepertinya sebentar lagi mereka akan sampai" ucap Shin.
"Tenang saja yang mulia, pasukan kita sudah sangat siap dan hanya tinggal menunggu perintah saja" jawab Leo.
"Heh... aku ingin lihat bagaimana ekspresi terkejut dari raja penghianat itu saat mengetahui kekuatan kita" ujar Ryuzen.
"Ingat satu hal, perintahkan pasukan untuk mengutamakan membantai pasukan iblis" kata Shin.
"Baik yang mulia" jawab mereka berdua serempak.
**
Setelah dua jam lebih mereka menunggu dari kejauhan mulai nampak pasukan kerajaan dan pasukan iblis mulai berdatangan, Shin menaikkan sedikit sudut bibirnya saat melihat adanya pasukan iblis dalam pasukan yang di pimpin raja Dixgard.
"Seperti yang aku duga, dia benar-benar meminta bantuan bangsa iblis" ucap Shin.
"Kep**** itu tidak akan aku maafkan!!!" kata Ryuzen kesal.
Raja Dixgard serta para jendralnya mendekat dan menghampiri mereka bertiga dengan mengenakan kuda, sesampainya di dekat mereka bertiga raja Dixgard malah tertawa lantang dan mengejek mereka.
"Hahahaha, apa kerajaanmu sangat miskin sekarang sampai kau mau berperang melawanku tanpa pasukan" ejek raja Dixgard.
"Teruslah tertawa sepuasnya Dixgard, saat perang ini dimulai kau akan ku buat tidak bisa bicara sepatah katapun" ucap Ryuzen kesal.
"Hahahaha kau masih saja sombong, oh ya apa aku harus memanggilmu dengan nama julukan besar mu waktu di kerajaanku, Ryuzen??" kata raja Dixgard.
"Aku tidak butuh julukan untuk bisa membunuhmu" jawab Ryuzen.
"Hahahaha silahkan bicara apapun karena sebentar lagi kalian bertiga akan musnah" ucap raja Dixgard sinis.
"Benarkah?" ucap Shin kemudian mengangkat tangan kanannya.
Tiga ribu pasukan yang sedari tadi bersembunyi di balik awan segera turun dan menampakkan diri mereka setelah mendapat kode dari Shin, wajah raja Dixgard yang semula penuh dengan kesombongan seketika berubah pucat ketika melihat pasukan yang tidak terlalu banyak itu turun dari langit dengan aura yang sangat besar serta mengintimidasi.
Tidak hanya raja Dixgard bahkan seluruh pasukannya merasa kaget dan tak percaya ketika melihat pasukan kecil tersebut turun dari langit dengan sepasang sayang di punggung mereka. Bahkan pasukan bangsa iblis merasa kaget karena mereka bisa merasakan kekuatan dua macam api yang sangat besar dari arah para pasukan Shin.
Raja Dixgard kehilangan kata-kata dia segera memacu kudanya dan kembali ke barisan pasukannya, raut wajahnya nampak semakin kesal dan jengkel karena masih tidak percaya dengan kekuatan pasukan yang di miliki Shin.
"Jendral siapkan pasukan kita, dan bersiap menyerang" perintah raja Dixgard.
"Baik yang mulia" jawab para jendral serempak.
"Pasukan bersiap" ucap jendral utama.
Seluruh pasukan segera bersiap dengan senjata dan perisai di tangan mereka, baik itu pedang, tombak, maupun panah.
Sementara itu Shin dan pasukannya masih nampak tenang, meskipun begitu semangat mereka sudah sangat membara apa lagi saat mereka melihat barisan pasukan bangsa iblis membuat darah mereka memanas dan sudah tidak sabar ingin menghabisi mereka.
"Blue lightning, ingat perioritas utama kita adalah bangsa iblis, setelah kita menumpas pasukan mereka barulah kita akan menghabisi pasukan kerajaan Tempest" kata Ryuzen.
"Baik jendral" jawab seluruh pasukan serempak.
Pasukan kerajaan Tempest nampak sudah bersiap dan tinggal menunggu aba-aba meskipun mereka merasa sedikit takut namun karena jumlah mereka lebih banyak mereka menjadi lebih berani terlebih lagi mereka juga mendapatkan bantuan dari bangsa iblis.
Raja Dixgard mengangkat pedangnya ke langit sebagai tanda agar seluruh pasukannya bersiap sedia, beberapa saat kemudian raja Dixgard menurunkan pedangnya atau lebih tepatnya mengacungkan pedangnya pedangnya ke arah pasukan Blue Lightning.
Jendral utama dengan sigap memberi aba-aba pada seluruh pasukan untuk maju. "SERAANGG!!"
Sesuai aba-aba dari para jendral tiga juta seratus ribu pasukan tersebut melesat maju ke arah pasukan Blue Lightning. Di pasukan Blue Lightning sendiri Shin masih nampak tenang menghadapi situasi tersebut dengan cepat dia melambaikan tangannya yang kemudian di ikuti oleh komando dari Ryuzen dan Leo.
"Blue lightning, habisi mereka semua" kata Ryuzen dan Leo serempak.
Tiga ribu pasukan Blue Lightning dengan di pimpin oleh Ryuzen dan Leo melesat maju ke arah pasukan kerajaan yang juga sedang mengarah kepada mereka, pasukan yang berada di paling belakang merapalkan beberapa mantra sihir dan menciptakan bola api besar yang berwarna biru dan merah.
Beberapa bola api besar dengan berbeda warna tersebut melesat dengan cepat dan menghantam pasukan kerajaan Tempest hingga menyebabkan ledakan yang sangat keras menggema di medan perang.
"BBOOMMMM!!!"
"BBOOMMMM!!!"
Ledakan-ledakan besar terdengar di mana-mana dan hanya dalam hitungan detik ratusan nyawa telah melayang akibat serangan bola api tersebut, udara sejuk seketika berubah menjadi panas sampai membuat kulit mereka terasa terbakar meskipun sudah mengenakan armor, lalu berubah lagi menjadi dingin hingga membuat darah mereka seakan membeku.
Ryuzen dan Leo dengan santainya menembus lautan pasukan kerajaan Tempest dan pasukan iblis, tujuan mereka berdua adalah para jendral dari kerajaan Tempest yang masih berada di barisan belakang bersama raja.
Tiga juta lebih pasukan gabungan antara kerajaan Tempest dan bangsa iblis hanya menjadi bulan-bulanan pasukan Blue Lightning, meskipun jumlah pasukan musuh berkali-kali lipat dari jumlah mereka namun kekuatan mereka bukan lagi tandingan dari pasukan kerajaan. Hanya bangsa iblis yang mampu menghadapi kekuatan pasukan Blue Lightning meskipun begitu tetap saja mereka masih kalah dalam kekuatan.
"Ba-bagaimana mungkin pasukan kecil itu mampu menguasai medan perang" ucap raja Dixgard seakan tak percaya dengan pemandangan yang terpampang jelas di depan matanya.