
Tiga hari telah berlalu sejak di umumkan tentang acara pernikahan Shin dan Lily dan hari ini adalah hari pernikahan mereka, semua anggota guild sedang sibuk mempersiapkan beberapa tempat, ada yang bertugas menjaga keamanan, pelayan, dan yang lainnya.
Sedangkan untuk Ryuzen dan Leo mereka berdua bertugas untuk menyambut setiap tamu yang datang.
Shin saat ini tengah duduk di dalam ruangannya menatap ke luar jendela dia terlihat bahagia namun, di balik kebahagiaan itu ada sebuah beban berat di pundaknya.
"Apa yang kau pikirkan" tanya Lily saat melihat wajah Shin yang terlihat seperti sedang khawatir.
"Tidak ada,.... aku tidak memikirkan apa-apa" jawab Shin dengan senyuman hangatnya.
"Hah.... aku tau jika kau sedang memikirkan sesuatu, apa salahnya jika kau bercerita denganku, bukankah aku akan jadi istrimu?" kata Lily.
"Hahahaha, iya-iya akan aku ceritakan padamu istriku" jawab Shin.
"Aku hanya memikirkan tentang perang yang akan segera terjadi, meskipun aku tidak tau kapan tapi yang jelas raja iblis tidak akan tinggal diam karena tangan kanannya telah mati" lanjutnya.
"maksudmu Aldeous" tanya Lily
"Ya kau benar, sebelumnya aku kira bahwa dia benar-benar raja iblis dengan kekuatannya yang sangat besar sudah membuatku kewalahan, sedangkan untuk raja iblis sendiri kita tidak tahu seberapa besar kekuatannya" jawab Shin.
"Sudahlah jangan terlalu kau pikirkan, kita juga sudah bertambah kuat, dan aku yakin di bawah kepemimpinan anggota kita akan jadi jauh lebih kuat lagi" kata Lily memberi semangat kepada Shin.
"Terimakasih" ujar Shin kemudian mengecup kening Lily.
"Kau benar, sekarang adalah hari bahagia untuk kita berdua, jadi tidak ada gunanya memikirkan hal-hal yang lain" kata Shin.
Lily hanya tersenyum mendengar ucapan Shin dia tau seberapa besar beban yang ditanggung oleh Shin, dia sangat ingin membantu namun dirinya tidaklah sekuat Shin.
"Tok...Tok....Tok..." suara ketukan pintu mengagetkan mereka berdua.
"Master, yang mulia raja dan tuan putri telah datang" kata seorang anggota Guild yang berdiri di depan ruangan Shin.
"Baiklah, layani mereka dengan baik" ujar Shin.
"Baik master!" jawabnya kemudian dia pergi meninggalkan ruangan Shin.
"Kau juga mengundang tuan putri?" tanya Lily.
"Iya aku juga mengundangnya" jawab Shin.
"Tapi apakan tidak apa-apa mengundangnya, bukankah dia sebelumnya melamar mu, dan kau tolak, sekarang malah kau undang, bukankah nantinya dia akan tambah sakit hati" kata Lily.
"Dari awak sudah aku katakan padanya, dalam hidupku hanya akan ada satu perempuan dan itu yang akan terjadi" jawab Shin dengan tegas.
"Apa kau yakin dengan ucapan mu itu?" tanya Lily dia sedikit cemas, namun dia sadar dengan kekuatan yang di miliki Shin pasti akan banyak perempuan yang akan suka dengannya dan jika itu terjadi dia akan mencoba untuk menerima kenyataan.
"Boleh aku pinjam tanganmu?" tanya Shin tiba-tiba.
Shin mengambil sebuah pisau kecil di atas mejanya kemudian dia melukai telapak tangan Lily, setelah itu dia melakukan hal yang sama dengan telapak tangannya, darah segar mengalir dari telapak tangan mereka, setelah itu Shin menyatukan telapak tangan mereka berdua seperti sedang bersalaman.
"Dengan darah kita yang saat ini telah menyatu, aku bersumpah bahwa di dalam hidupku ini, baik sekarang maupun seterusnya hanya akan ada satu perempuan yaitu kau Lily" kata Shin dengan tegas.
Mendengar apa yang baru saja Shin katakan membuat Lily merasa senang hingga air matanya tumpah karena sudah tidak tertahan lagi, awalnya dia hanya ingin menanyakan keputusanmu Shin namun dia tidak menyangka bahwa Shin akan sampai melakukan hal seperti ini, sekarang dia sudah sangat yakin dengan ucapan Shin.
Darah mereka yang telah menyatu terus menetes dari telapak tangan mereka yang masih bersalaman, lalu tiba-tiba terdengar sebuah suara yang membuat Shin terkejut, dan suara itu adalah sang dewa Phoenix sebelumnya
"Aku sangat senang mendengar sumpah yang kau ucapkan namun ada yang harus aku katakan pada kalian agar sesuatu yang buruk tidak terjadi".
"Su-suara siapa itu" tanya Lily wajahnya memucat karena ketakutan.
"Tu-tunggu jadi kau juga mendengar suara itu?" tanya Shin.
"Hahaha tidak usah bingung aku sengaja membuat dia bisa mendengar suaraku agar dia juga bisa mendengar apa yang akan aku sampaikan" ujar dewa Phoenix
"Baiklah apa yang ingin kau sampaikan pada kami?" tanya Shin.
"Sebelum itu, Lily perkenalkan aku adalah sang dewa Phoenix yang sebelumnya yang artinya aku adalah ayah mertuamu..."
"Hey... tunggu dulu sejak kapan kau jadi ayahku" Shin memotong penjelasan dewa Phoenix.
"Aku adalah dewa sebelumnya dan kau adalah keturunanku, jadi yang artinya secara tidak lansung aku adalah ayahmu" jelas Dewa Phoenix.
"Baiklah, lanjutkan penjelasannya" ujar Shin.
"Begini nak, sebenarnya aku sangat senang dengan pernikahan kalian, dan disaat bersamaan aku juga merasa sedih dengan pernikahan ini, alasannya adalah karena kau adalah dewa sedangkan Lily hanya manusia biasa, Lily tidak akan sanggup menahan kekuatan api abadi dan api suci dalam dirimu"
jelas dewa Phoenix
"Lalu bagaimana caranya agar kami bisa bersama selamanya" tanya Shin.
"Jadi maksudmu kami tidak bisa bersama" ujar Lily dia nampak sedih.
"Tenanglah menantuku, dengarkan penjelasan ku hanya ada satu cara untuk kalian agar bisa bersama yaitu dengan api pembeku" jelas dewa Phoenix.
"Api pembeku sebenarnya adalah api suci yang sebenarnya sedangkan api pembakar adalah api abadi, namun anehnya dalam dirimu ada satu lagi api yang aku tidak tau darimana sumbernya jadi aku menyebutnya api suci, jadi kuncinya adalah Lily harus menyerap inti api suci, agar dia bisa menahan panasnya api abadi dalam dirimu" jelas Dewa Phoenix.
"Baiklah jika begitu setelah pernikahan ini, aku akan pergi mencari inti api pembeku" ujar Shin.
"Kau benar sekali, lebih cepat lebih baik sebenarnya jika kalian tidak menyatukan darah maka itu tidak akan jadi masalah" jelas dewa Phoenix lagi.
"Baiklah, sekarang sudah saatnya kita bersiap-siap karena hari ini adalah hari pernikahan kita" ujar Shin.
"Aku ucapkan selamat untuk kalian berdua" kata Dewa Phoenix.