The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
AKU PULANG ²



***


Setelah melakukan beberapa kali pertarungan yang hebat dan melelahkan kini mereka berdua terbaring lemas dengan penuh keringat, meskipun begitu senyum bahagia nampak terukir di wajah mereka berdua.


"Kemana saja kau selama ini" ucap Lina.


"Aku menemukan sebuah kerajaan, di sana ada tiga ras, yaitu Griffin, Elf, dan manusia Griffin, lalu aku menjadi raja di sana" ucap Shin.


"Elf!!!" ujar Lily yang menatap Shin dengan tatapan curiga.


"Hahahaha kau tenang saja, aku tidak akan berpaling dari mu" ucap Shin.


"Apa itu bisa di percaya" ucap Lily.


"Apa perlu kita melakukannya lagi agar kau percaya hanya kau yang aku miliki" jawab Shin sedikit menggoda Lily.


"Ta....tapi kita baru saja melakukannya beberapa kali, jik...jika kita melakukannya lagi nanti aku bisa hamil" ucap Lily dengan wajah memerah.


"Memang itu yang aku inginkan agar kau percaya padaku" jawab Shin.


"Tapi kau belum melamar ku" ujar Lily.


"Kau tau, aku sudah melamar mu saat kita melakukannya pertama kali, setelah ini hanya tinggal menunggu waktu pernikahan kita saja" jawab Shin dengan senyuman khasnya.


"Baiklah mari kita kebawah, ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian semua" ucap Shin sambil beranjak dari tempat tidur kemudian mencium kening Lily.


Shin segera berpakaian dan lansung keluar kamar sementara Lily masih duduk di atas tempat tidur sambil memegang perutnya, Dia mengingat apa yang baru saja Shin katakan bahwa dia menginginkan seorang anak darinya, Lily kemudian tersenyum dan lansung bangkit dari tempat tidur.


***


"Leo, Ryuzen kumpulan semuanya ada yang ingin aku sampaikan" ucap Shin.


"Baik kapten" ujar Leo.


Mereka berdua lansung mengumpulkan para anggota guild dan lansung berjejer rapi di lapangan, Shin kemudian datang menghampiri mereka, diikuti oleh Lily dan Lina.


"Baiklah dengarkan aku semuanya, dalam dua hari ke depan kita akan segera pindah ke kerajaan yang aku pimpin, aku tidak akan memaksa kalian jika kalian tidak ingin ikut silahkan kembali ke kota kerajaan, bagi kalian yang ingin ikut persiapkan diri kalian" ucap Shin.


Mereka semua terkejut dengan apa yang baru saja Shin sampaikan kecuali Lily yang sudah mengetahuinya dari awal.


"Dan tentunya kalian bisa membawa keluarga kalian jika kalian mau, dan lagi aku akan memberikan Griffin sebagai tunggangan kalian, aku akan menunggu jawaban kalian besok" lanjut Shin.


Setelah mengatakan hal itu Shin membubarkan mereka semua kecuali keempat temannya yang masih nampak bingung dan tak percaya dengan yang baru saja mereka dengar kecuali Lily.


"Akan aku jelaskan" ujar Shin saat melihat Ryuzen seperti ingin bertanya.


"Setelah aku berpamitan hari itu aku masuk ke kedalam hutan dan tidak sengaja bertemu dengan Griffin itu" Shin menunjuk kearah Garda "Kami sempat bertarung namun saat dia melihat wujud Phoenix milikku dia menyebutku yang mulia, kemudian dia menjelaskan semuanya dan membawaku ke sebuah kerajaan yang besar, dan ternyata kerajaan itu adalah peninggalan dewa Phoenix" jelas Shin.


Mereka berempat menganggukkan kepala pelan mendengar semua penjelasan Shin, dan sedikit kagum dengan Shin.


"Garda" ucap Shin.


"Siap yang mulia" jawab garda.


"perintahkan keempat jendral Griffin menemui ku" ucap Shin.


"Baik yang mulia" ujar Ryuzen.


Garda terbang menuju barisan Griffin yang agak jauh dari mereka, beberapa saat kemudian Garda kembali dengan empat ekor Griffin yang terlihat ukurannya hampir sama dengan Garda, mereka adalah empat jendral Griffin yang di maksud Shin.


"Kalian berempat pilih lah salah satu dari mereka untuk menjadi tunggangan kalian" ucap Shin pada teman-temannya.


Tanpa pikir panjang Ryuzen lansung mendekat dan memilih Griffin yang paling kanan, kemudian diikuti oleh Leo dan seterusnya.


"Hey apa kau punya nama" ucap Ryuzen.


"Maaf tuan aku tidak punya nama" jawab Griffin itu.


"Lalu kenapa dia punya" ujar Ryuzen yang menunjuk kearah garda.


"Dia berbeda tuan, dia adalah raja para Griffin sekaligus tunggangan yang mulia raja Phoenix" jelas Griffin itu.


"Baiklah aku akan memberimu nama karena saat ini kau akan jadi partnerku" ucap Ryuzen "Tapi aku akan memikirkannya dulu nama apa yang cocok untukmu" lanjutnya


"Terimakasih tuan" ucap Griffin itu.


Setelah itu mereka kembali ke dalam rumah dan duduk di ruang pertemuan, mereka bercerita tentang pengalaman masing-masing dan apa saja yang telah mereka lewati saat Shin pergi.


Mereka juga menceritakan bahwa tiap hari Lily hanya bermalas-malasan dan selalu menangis di kamar Shin, Lily hanya nampak kesal namun pada akhirnya mereka berlima hanya tertawa bersama.


Malam harinya, mereka mengadakan pesta dengan memanggang daging rusa yang telah di tangkap para Griffin yang di perintahkan Shin, para Griffin juga ikut makan hasil buruan mereka sendiri.


Malam itu di lalui dengan penuh canda tawa dari setiap anggota guild The Blue Lightning.