The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Serangan Pasukan Monster



Di kedalam hutan yang terdalam sebuah pasukan besar yang terdiri dari para monster dan juga bangsa iblis, sedang bergerak menuju ke arah kerajaan Cronos.


Pasukan tersebut di pimpin oleh seorang iblis yang terlihat masih sangat muda namun dengan aura yang sangat kuat, penampilannya sangat mirip dengan manusia karena memang sebelumnya dia adalah manusia, pemimpin pasukan tersebut adalah Alex yang sepenuhnya telah berubah menjadi iblis.


Setelah kekalahan kerajaan Phoenix, dan hilangnya Shin selama bertahun-tahun bangsa iblis terus saja memperluas kekuasan mereka, sudah banyak kerajaan ataupun kota yang telah mereka ambil alih, dan sekarang Alex mendapatkan tugas dari raja iblis untuk mengambil alih kerajaan Cronos.


Di dalam istana raja dan yang lainnya tengah berbincang-bincang mengenai hal-hal yang menyangkut permasalahan kerajaan, perbincangan mereka berhenti ketika ada seseorang yang menerobos masuk kedalam ruangan.


"BRAAKKK!!!" suara pintu yang di buka dengan paksa.


"Siapa itu, lancang sekali kau menerobos ruang pertemuan!!!" ujar Duke Daniel kesal


"Tenanglah Duke Daniel dia seorang mata-mata kerajaan kita" ujar Duke Eric.


"Maaf yang mulia dan semuanya jika hamba mengganggu pertemuan ini, namun ada berita penting yang ingin hamba sampaikan" kata mata-mata tersebut.


"Berita apa itu?" tanya raja.


"Begini yang mulia, saat perjalanan pulang dari menjalankan misi hamba secara tidak sengaja melihat sebuah pasukan besar tengah mengarah ke kerajaan kita" kata mata-mata tersebut.


"Apa!!!, pasukan kerajaan mana itu?" tanya raja.


"Maaf yang mulia, mereka bukan dari kerajaan manapun melainkan pasukan para monster yang di pimpin oleh bangsa iblis" jawab Mata-mata tersebut.


"Apa!!!" semua orang yang ada di ruangan tersebut tersentak kaget.


"Yang mulia, bagaimana ini?" tanya Duke Daniel.


"Tenang Duke Daniel, kita tidak akan tinggal diam" jawab raja.


"Tapi yang mulia, mereka adalah pasukan monster dan iblis, kita tidak akan mampu melawan mereka" kata Duke Daniel.


"Hahahaha sejak kapan nyali seorang Duke menjadi ciut begini" ujar Ryuzen yang kebetulan juga ada di ruangan tersebut mendampingi Lily.


"Diam kau pelayan!!" teriak Duke Daniel marah.


"Jika kau panggil aku begitu lagi, maka aku pasti akan menjadikanmu pelayanku seumur hidup" ujar Ryuzen dengan tatapan sinis.


"Sudah-sudah jangan bertengkar" kata raja menengahi


"Yang mulia aku, Leo dan Lina akan memimpin 300 pasukan khusus kami dan akan bertarung di garis depan" kata Ryuzen tegas.


"Hahahaha hanya tiga ratus pasukan saja sudah mau pamer" ujar Duke Daniel.


"Dasar bodoh, jika saja kau tau tiga ratus pasukan tersebut bisa menghancurkan sebuah kerajaan apa kau masih akan berkata seperti itu" kata raja dalam hatinya.


"Yang mulia, aku disini untuk meminta persetujuanmu bukan untuk mendengar omong kosong bangsawan tidak berguna itu, jika yang mulia setuju maka aku akan lansung memimpin pasukan kami, jika tidak maka kami hanya akan menonton saja" kata Ryuzen kesal.


"Te-tentu saja aku setuju Ryuzen, aku sangat setuju" jawab raja gugup.


Bagi mereka yang belum mengetahui kekuatan pasukan yang di sebut Ryuzen hanya bisa memandang remeh padanya, namun bagi raja yang telah melihat sendiri bagaimana pasukan tersebut merasa sangat ngeri jika sampai menyinggung mereka.


Bagaimana tidak satu prajurit saja sudah hampir setara dengan kekuatan jendral sebuah kerajaan, dengan tiga ratus prajurit berarti sama dengan menghadapi tiga ratus jendral berpengalaman sekaligus, dan jika diukur dalam kekuatan maka pasukan Blue Lightning saat ini berada di level Lord tahap awal, sementara untuk pasukan kerajaan hanya level Peak Stage tahap menengah.


"Baiklah yang mulia jika memang demikian maka aku akan lansung memimpin pasukan kami di barisan terdepan" kata Ryuzen tegas.


"Terimakasih Ryuzen, dan para bangsawan lainnya segera siapkan pasukan kalian semua, dan kita tunggu mereka di wilayah perbatasan kerajaan" kata raja memberi perintah.


"Baik yang mulia" ucap para bangsawan tegas.


"Berapa banyak jumlah pasukan musuh, dan kira-kira berapa lama mereka akan sampai di perbatasan?" tanya raja pada mata-mata tersebut.


"Baiklah kau boleh pergi" kata raja.


"Baik yang mulia" ucap mata-mata tersebut kemudian pergi dari ruangan.


"Jendral, siapkan semua pasukan kita dan segera berangkat ke perbatasan dua hari lagi" kata raja memberi perintah.


"Baik yang mulia" jawab jendral.


"Para bangsawan sekalian, saya harap kalian juga bersedia membantu untuk mempertahankan kerajaan ini" kata raja.


"Sudah pasti yang mulia" jawab para bangsawan serempak.


"Baguslah, kalau begitu kalian semua silahkan kembali dan persiapkan semuanya" kata raja.


"Baik yang mulia, kami permisi" jawab mereka serempak kemudian pergi meninggalkan ruangan pertemuan.


**


Sementara itu di hutan dekat kerajaan seorang pria tengah duduk bersantai di atas sebuah pohon sambil menikmati ikan bakar di tangannya, dia adalah Shin setelah menemukan kerajaan Cronos dia memutuskan untuk menetap di sama selama beberapa waktu sambil mencari informasi tentang keberadaan keluarganya.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang?, dan kemana aku akan mencari informasi tentang keluargaku?" gumam Shin.


"Apa sebaiknya aku ke kota saja ya?"


"Hmmmm, baiklah aku akan ke kota saja, siapa tau aku akan dapat informasi di sana" ucap Shin kemudian menghilang dari atas pohon tersebut.


Shin muncul lagi tidak jauh dari gerbang kota, dia memutuskan untuk masuk ke kota kerajaan sama seperti yang lainnya yaitu dengan melewati gerbang.


"Berhenti, mau kemana kau?" tanya seorang penjaga gerbang.


"Aku mau masuk kedalam" jawab Shin singkat.


"Tidak bisa jika ingin masuk kau harus menunjukkan identitasmu" kata penjaga tersebut.


"Identitas ya... sebentar" kata Shin sambil mencari-cari kartu petualangnnya dalam penyimpanan.


"Nah ketemu, ini dia" kata Shin sambil menyerahkan kartu petualangnnya.


"Untung saja masih ada" kata Shin dalam hati.


"Si-silankan masuk tuan, ma-maaf sebelumnya telah menghentikan anda, dan ini identitas anda tuan" penjaga tersebut lansung gugup setelah melihat kartu petualang milik Shin.


"Tidak masalah itu adalah hal yang wajar" kata Shin, kemudian lansung masuk kedalam kota.


Setelah kepergian Shin akhirnya penjaga tersebut bisa bernafas lega.


"Hey kenapa kau bersikap seperti itu pada orang tadi?" tanya temannya.


"Dia adalah petualang peringkat S, dan kau tau apa kartu petualang miliknya di buat sepuluh tahun yang lalu, yang artinya dia adalah petualang senior yang sangat kuat" kata penjaga tersebut pada temannya.


**Halo semua maaf ya kemarin author tidak update karena ada sedikit kesalahan teknis sehingga banyak yang harus Author edit perbaiki, tapi tenang saja sesuai janji mulai dari sekarang sampai seterusnya novel ini akan up 2 episode sehari.


Jadi mohon teman-teman semua untuk terus mensupport Author dengan memberikan Like, Komen, Rate, dan jika berkenan silahkan di Vote 😅.


Sekian dulu untuk hari ini....


#Gracias