The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Kerajaan Elessar & Light Elf



Setelah melakukan perjalanan yang memakan waktu seminggu akhirnya Shin dan Olivia bisa melihat sebuah gerbang yang sangat besar dari kejauhan, hanya tinggal sedikit lagi maka mereka akan benar-benar memasuki gerbang kerajaan Elessar.


"Akhirnya kita sampai juga" kata Olivia.


Mereka berdua kemudian berjalan dengan cepat menuju ke gerbang, sesampainya di gerbang kerajaan mereka berdua di sambut oleh para prajurit penjaga gerbang, para prajurit tersebut lansung menunduk hormat ketika melihat kedatangan Olivia meskipun mereka memiliki tatapan tajam dan penuh dengan selidik pada Shin.


"Dia temanku" ucap Olivia.


"Baiklah tuan putri silahkan masuk" kata penjaga gerbang tersebut kemudian membuka pintu gerbang kerajaan yang sangat besar.


Sesampainya di dalam kerajaan Shin di suguhi oleh pemandangan kota yang sangat bagus, susunan serta tatanan dari gedung-gedung serta bangunan terlihat sangat rapi dengan balutan warna yang dominan berwarna biru langit.


"Apa nama kota ini?" tanya Shin.


"Namanya kota Blue Sky, nama tersebut di ambil dari setiap bangunan di kota ini yang rata-rata berwarna biru, bahkan istana juga berwarna biru" kata Olivia menjelaskan.


"Lalu berapa kota yang ada di kerajaan ini?" tanya Shin lagi.


"Hanya satu kota ini saja, karena di wilayah Elf kingdom hanya ada dua kerajaan yang masing-masing hanya memiliki satu kota saja" jawab Olivia.


"Satu lagi kalau aku boleh tau kalian ini ras Elf apa?" tanya Shin.


"Di kerajaan ku ini semuanya ras Light Elf, dan di kerajaan Lorient semuanya merupakan ras Dark Elf, dan setahuku bangsa Elf hanya memuja satu dewa yaitu sang maha agung yang mulia Phoenix Ungu" kata Olivia.


Shin tersentak kaget ketika mendengar penjelasan Olivia, dengan kata lain berarti semua bangsa Elf yang ada di dunia ini memuja dirinya sebagai Dewa.


"Jadi begitu ya, lalu ada berapa ras Elf yang kau ketahui?" tanya Shin.


"Di sini ada Light Elf dan juga Dark Elf, selain itu di Snow Elf di negeri es, lalu Night Elf di benua bagian barat, dan terakhir Wild Elf konon menurut cerita dari para nenek moyang kami para Wild Elf selalu bersembunyi di hutan dan hanya akan keluar jika keempat bangsa Elf bersatu, masalahnya adalah yang bisa membuat keempat ras Elf bersatu hanyalah Dewa Phoenix ungu" kata Olivia lesu.


"Berarti jika aku berhasil mempersatukan semua ras Elf maka akan ada kemungkinan aku akan mendapatkan bantuan yang kuat saat melawan bangsa iblis" Leon membatin.


Mereka terus mengobrol di sepanjang jalan hingga tak terasa mereka berdua telah sampai di gerbang istana, para penjaga memberikan hormat pada Olivia kemudian mempersilahkan mereka masuk.


Di dalam istana raja bangsa Elf yang terlihat khawatir lansung turun dari tahta saat melihat kedatangan Olivia dan lansung memeluk Olivia, begitu juga dengan ratu dia juga ikut lansung berlari turun dari tahta dan lansung memeluk putrinya tersebut.


"Syukurlah anakku kau baik-baik saja" kata ratu Gladriel.


Setelah agak lama berpelukan, raja dan ratu melepaskan pelukan mereka kemudian mengalihkan pandangan mereka ke arah laki-laki tampan dengan rambut panjang berdiri tidak jauh dari mereka.


"Lancang sekali manusia datang ke kerajaanku, prajurit tangkap dan penjarakan dia" kata raja Aragorn marah.


"Tidak ayah, tunggu dulu dia itu temanku dan dia juga yang telah membawaku kembali ke sini" ujar Olivia.


Shin sama sekali tidak menghiraukan perdebatan ayah dan anak itu, pandangannya tertuju pada sebuah patung perempuan yang sangat cantik, patung tersebut sangat besar dan berada tepat di sebelah kiri singgasana raja dan ratu, dan di sebelah kanannya ada sebuah patung burung Phoenix yang juga sangat besar.


"Aurora" Shin membatin.


Shin melayang di udara kemudian mendekat dengan perlahan ke arah patung Dewi Aurora tersebut, raja, ratu dan semua Elf yang ada di sana melebarkan kedua mata mereka dengan mulut sedikit ternganga ketika melihat Shin melayang dengan mudahnya di udara, bahkan dia terlihat seperti tidak menggunakan energi sama sekali.


"Hahaha Aurora aku rasa patung dirimu lebih cantik" kata Shin sambil tertawa lepas.


Shin kemudian menyentuh kristal biru yang ada di mahkota patung tersebut, setelah itu patung tersebut bergetar hebat bahkan sampai menggetarkan seluruh kerajaan Elessar hingga membuat semua penduduk kerajaan menjadi ketakutan dan berlarian keluar rumah mereka menuju ke tempat yang lapang.


Dari kristal yang berwarna biru itu muncul cahaya yang sangat terang kemudian masuk ke dalam tubuh Shin, sekali lagi Raja dan semua Elf yang ada di sana di buat tercengang dengan apa yang baru saja mereka saksikan.


"Terimakasih sayang, sekarang rohku sudah berangsur pulih" ucap ratu Aurora.


"Sebentar, bukannya kau tidak bisa bicara lagi denganku?" tanya Shin penasaran.


"Hahaha sejak kita bertemu sebenarnya rohku sudah menyatu dengan dirimu, sekarang hanya tinggal menunggu waktu sampai kekuatan rohku pulih dan pada akhirnya aku akan bisa bersama denganmu sepanjang hari" jawab ratu Aurora senang.


"Haaahh sepanjang hari...!!, Aurora kenapa kau tidak bilang kalau kau menyatukan kekuatan roh mu dalam diriku, satu lagi aku juga sudah menikah Aurora" kata Shin.


"Aku tau itu, tapi apa salahnya jika punya dua istri lagipula aku ini istri pertamamu" kata Aurora dengan nada kesal.


"Iya aku tau itu, tapi itukan sudah ribuan tahun yang lalu" kata Shin.


"Jadi kau sudah tidak peduli lagi denganku" ucap Aurora sedih.


"Bukan begitu Auro.." Shin menghentikan ucapannya saat merasakan aura ratu Aurora sudah tidak ada lagi.


"Ya ampun kenapa dia seperti anak kecil saja" gumam Shin pelan.


Shin kemudian turun secara perlahan tidak jauh dari Olivia, mereka semua masih tercengang dengan fenomena yang baru saja terjadi, ketika melihat Shin yang bisa terbang saja mereka sudah sangat takjub sekaligus penasaran tentang seberapa kuat Shin sebenarnya, lalu setelah itu guncangan hebat yang terjadi bahkan sampai membuat satu kerajaan merasakan getarannya.


"Maaf tuan sebenarnya anda ini siapa?, lalu kenapa anda bisa melayang di udara dengan begitu mudah?" tanya raja Aragorn.


Dia tidak lagi bersikap kurang sopan pada Shin karena ia takut akan menyinggungnya apa lagi setelah menyaksikan sendiri Shin melayang dengan begitu mudahnya.


"Maaf kalau aku lupa memperkenalkan diri yang mulia, namaku adalah Shin teman putri Aurora, lalu tentang kenapa aku bisa terbang dengan mudah aku rasa mungkin karena aku sudah terbiasa" jawab Shin ramah.


"Memangnya terbang sama dengan berjalan**" batin semua Elf, mereka merasa sangat kesal dengan jawaban Shin mana mungkin seseorang bisa terbang karena terbiasa, mungkin kalau Shin mempunyai sayap mereka akan percaya tapi tidak Shin melayang dengan sangat mudah seolah-olah terbang ia lakukan sama dengan berjalan.