
Dalam perjalanan pulang, Alisha hanya bisa termenung dan tidak bicara ketika mengingat kejadian yang baru saja ia alami, entah kenapa ia masih sangat takut ketika melihat ayahnya yang sedang marah.
"Alisha maafkan ayah, seharusnya ayah tidak seperti itu di depanmu tadi" kata Shin pelan.
"Putriku, ayahmu akan marah pada orang yang mengganggu kita, tapi jika orang itu baik ayah pasti akan bersikap sangat baik" ujar Lily menjelaskan.
"Iya ayah, ibu aku tau itu hanya saja aku masih sedikit takut" jawab Alisha.
"Kalau begitu sebagai permintaan maaf, ayah akan melakukan apapun yang kau inginkan" ucap Shin.
"Kalau begitu aku ingin punya sayap seperti ayah dan ibu" ujar Alisha.
"......."
"Ayah kenapa diam?" tanya Alisha.
"Baiklah ayah rasa sudah saatnya untuk menceritakan semuanya padamu" jawab Shin.
"Cerita tentang apa?" Alisha menjadi penasaran.
"Begini nak, sebenarnya kita bukanlah manusia biasa melainkan kita adalah bangsa Phoenix, itu juga yang menjadi alasan kenapa elemenmu adalah api, setiap phoenix suatu hari nanti pasti akan memiliki sayap hanya saja sekarang ini kau itu ibarat bayi phoenix yang baru menetas, jadi kau harus sabar sampai sayapmu tumbuh kuat untuk bisa membawaku terbang" kata Shin menjelaskan.
"Phoenix apa itu ayah?" tanya Alisha semakin bingung.
"Phoenix adalah burung yang sangat agung, bahkan para manusia di dunia ini menganggap Phoenix sebagai dewa dan memujanya" ujar Lily.
"Berarti kita adalah dewa?" kata Alisha ragu.
"Benar nak, namun yang tersisa saat ini hanya kita bertiga saja" kata Shin.
"Kenapa begitu ayah?" ucap Alisha.
"Entahlah putriku, ayah juga masih belum mengetahui hal yang sebenarnya" jawab Shin.
Karena keasyikan bercerita saat terbang mereka tidak menyadari bahwa saat ini mereka telah sampai di atas kota lembah angin.
Setelah itu mereka turun secara perlahan-lahan dan mendarat tepat di depan Mansion, Shin menurunkan Alisha dari gendongannya dan kemudian dia terbang kembali ke arah kota namun tidak menggunakan sayap.
Shin berhenti tepat di tengah-tengah kota, dia memandang seluruh kota kecil tersebut, kemudian dia teringat kembali akan kehancuran yang menimpa kerajaannya dulu, dan kali ini dia bertekad akan mempertahankan kota Lembah angin dengan seluruh kekuatannya.
"Apapun akan aku lakukan demi melindungi keluargaku" gumam Shin pelan.
Dia kemudian turun di alun-alun kota, sehingga beberapa orang yang melihat Shin turun dari langit berbondong-bondong menuju ke alun-alun kota karena mereka penasaran.
Sesampai di sana mereka melihat seorang pria dengan tampilan yang sederhana namun memiliki wajah yang sangat tampan berdiri dengan tenang seperti sedang menunggu seseorang.
"Tu-tuan apa ada yang bisa kami bantu?" tanya mereka ramah.
"Tuan, aku ingin kalian semua memberitahukan kepada penduduk kota untuk datang ke sini, ada sesuatu yang penting yang akan aku sampaikan" kata Shin ramah.
"Baik tuan, kalau boleh saya tau tuan ini sebenarnya siapa?" tanya salah seorang penduduk.
"Dia adalah ayahku" ujar Alisha yang baru saja datang bersama Lily.
Mereka yang ada di sana menjadi kaget mendengar ucapan dari Alisha namun tidak ada satupun dari mereka yang berani untuk bertanya.
"Sekarang kalian beritahukan kepada seluruh warga kota untuk berkumpul di sini" kata Lily memberi perintah.
Mereka semua kemudian pergi dari sana dam segera mengumumkan kepada seluruh warga kota bahwa pemimpin mereka sedang menunggu di alun-alun kota.
Tiga puluh menit kemudian seluruh warga kota sudah berkumpul di alun-alun, mereka yang belum mengetahui siapa Shin merasa curiga dengan laki-laki tersebut, bukan apa-apa mereka hanya tidak mau pemimpin mereka salah memilih orang.
"Siapa itu yang bersama pemimpin?"
"Apa dia kekasihnya?"
"Aku akui dia sangat tampan, tapi aku takut dia punya niat buruk dengan pemimpin"
"Sshhttt!!, pelankan suara kalian nanti dia bisa dengar"
Para penduduk kota mulai bertanya-tanya tentang siapa pria yang bersama pemimpin mereka, Shin dan Lily yang mendengar pembicaraan mereka hanya menanggapinya dengan senyuman.
"Terimakasih semuanya telah datang, ada yang ingin aku umumkan pada kalian semua, tapi sebelum itu perkenalkan dia adalah Shin suamiku, setelah sepuluh tahun berpisah akhirnya kami bersama lagi" kata Lily menjelaskan.
Para warga yang memikirkan hal-hal yang buruk tentang Shin mulai merasa bersalah, mereka tidak mengira bahwa pria itu adalah suami dari pemimpin mereka.
"Selamat datang tuan pemimpin!" kata para warga serempak.
"Terimakasih semuanya, dan terimakasih juga karena kalian semua telah menjaga istri dan anakku selama ini, namun ada hal penting yang harus aku sampaikan pada kalian semua, pertama adalah kota kita bukan lagi bagian dari kerajaan Cronos, masalahnya adalah aku tidak suka dengan raja yang ingin memanfaatkan kekuatan kota kita agar dia bisa di anggap kuat oleh kerajaan lain makanya aku menemui raja dan ingin membicarakannya pada raja, namun sesampainya di sana para bangsawan lain malah ingin menyakiti anak dan istriku bahkan mereka berfikiran kotor tentang istriku, jadi aku memutuskan untuk membangun kota kita sendiri tanpa ada yang mengikat kita" kata Shin menjelaskan.
"Jadi aku ingin bertanya pada kalian semua, setelah apa yang di lakukan kerajaan pada kita, apa kalian setuju untuk mendirikan kota kita sendiri?" tanya Shin.
"Aku setuju..!"
"Ya aku juga!"
"Aku juga"
Satu persatu para penduduk mulai membuka suara mereka yang mengutarakan persetujuan mereka dengan rencana Shin, hingga akhirnya mereka semua berseru bersama-sama mengatakan bahwa mereka setuju.
"Bagus kalau begitu sekarang kita tidak perlu lagi membayar pajak pada kerajaan, dan kalian tidak perlu takut karena siapapun yang berani mengganggu ketenangan kota kita maka akan kita hancurkan kotanya" kata Shin tegas.
Warga kota bersorak gembira setelah mendengar ucapan Shin, dan pada akhirnya mereka tidak akan lagi ditindas dan mereka juga tidak perlu khawatir lagi dengan pajak kerajaan yang sangat besar.
"Baiklah semuanya, sekarang secara resmi aku katakan bahwa kota Lembah angin akan menjadi kerajaan angin, meskipun kerajaan kita ini kecil tapi aku berjanji tidak akan ada yang bisa menindas kita" kata Shin tegas.
"Jayalah kerajaan Angin!" kata para warga serempak.
"Hormat pada yang mulia raja, ratu, dan tuan putri kerajaan angin" ucap para warga kemudian berlutut dan memberi hormat.
Shin kemudian melepaskan auranya dalam seketika ledakan aura yang sangat besar terjadi di alun-alun kota, cahaya terang yang berwarna ungu menerangi seluruh kota angin hingga membuat udara yang awalnya sejuk berubah menjadi hangat.
Para warga sangat terkejut ketika melihat tubuh Shin juga di selimuti oleh aura keunguan yang menyerupai api dan juga di punggungnya tiba-tiba muncul sepasang sayap dengan warna ungu terang.
Shin kemudian mengepakkan sepasang sayap ungunya dan sekali lagi udara yang hangat menerpa para warga, namun udara yang hangat tersebut hanya berlangsung beberapa detik saja dan kemudian tiba-tiba berubah menjadi sangat sejuk dan dingin.
Para warga kembali di kejutkan dengan sosok Lily yang juga memiliki sepasang sayap dengan warna biru, hanya saja aura yang di pancarkannya tidak terasa panas melainkan dingin.
"Hormat pada yang mulia Raja dan Ratu" para warga sekali lagi menundukkan kepala mereka dan memberi hormat pada Shin dan Lily.