
Sudah beberapa hari berlalu sejak kedatangan Shin ke kerajaan Elessar, semuanya nampak baik-baik suasana kota yang ramai serta sejuknya udara menimbulkan perasaan nyaman dan juga menenangkan dalam diri Shin, sudah lama ia tidak merasa begitu santai dan tenang seperti ini.
Namun ketenangan tersebut hanyalah sementara sebelum datangnya badai yang sangat dahsyat karena di ujung hamparan padang rumput yang sangat luas tersebut nampak ratusan ribu monster berlari dan mengarah ke kerajaan Elessar.
Pasukan besar monster tersebut terdiri dari Orc, Goblin, Minotaur, dan Lizardman, tidak hanya itu saja dalam pasukan monster tersebut juga terdapat ribuan binatang iblis dengan kekuatan yang berbeda-beda.
Di ruangan tahta, seorang Elf dengan pakaian layaknya Assassin sedang menghadap kepada raja, tubuhnya terlihat gemetaran dari sorot matanya bisa di lihat ada ketakutan yang sangat besar serta kekhawatiran yang ia rasakan.
"Ceritakan apa yang kau lihat" ucap raja Aragorn.
"Yang mulia ratusan ribu monster dan binatang iblis sedang bergerak menuju ke arah kerajaan kita, dan diperkirakan akan sampai di kerajaan dalam waktu lima hari lagi" kata Elf tersebut.
"Baiklah terimakasih laporannya sekarang kau boleh pergi" kata raja Aragorn.
Mereka semua nampak khawatir, ratusan ribu monster bukanlah sesuatu yang mudah untuk mereka hadapi apa lagi setiap monster dan juga binatang iblis memiliki tingkatan yang berbeda-beda.
"Jendral Lanwe apa kau punya rencana tentang masalah ini?" tanya raja Aragorn.
"Karena prajurit kita tidak sampai sebanyak itu bagaimana jika kita meminta bantuan dari kerajaan Lorient yang mulia" jawab jendral Lanwe.
"Tidak, itu terlalu berbahaya kau tau sendiri para Dark Elf itu sangat keras kepala dan hanya dewa agung yang bisa melunakkan hati mereka" kata Raja Aragorn.
"Jendral Thingol apa kau punya pendapat tentang ini?" tanya raja.
"Jika kita tidak bisa minta bantuan maka yang bisa kita lakukan hanya melawan mereka dengan kekuatan yang kita miliki yang mulia" jawab jendral Thingol
"Bagaimana jika kita meminta bantuan Shin?" ujar Olivia.
"Memangnya apa yang bisa ia lakukan Olivia?" tanya Raja Aragorn.
"Begini ayah saat kembali ke kerajaan kami sempat di hadang oleh sekelompok serigala iblis, dan Shin menghadapinya sendirian bahkan berhasil membunuh mereka semua dengan mudah dan cepat" jawab Olivia.
Semua orang tercengang mendengar penjelasan Olivia, mereka merasa kurang yakin bahkan merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh putri Olivia, bagaimana mungkin satu orang manusia bisa menghadapi sekelompok serigala iblis tanpa terluka.
"Apa yang kau katakan itu benar?" tanya Raja Aragorn.
"Benar ayah, aku punya buktinya" jawab Olivia.
"Kalau begitu tunjukkan pada kami" ucap Raja Aragorn.
"Tunggu sebentar aku akan panggil Shin" kata Olivia kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Beberapa saat kemudian Olivia kembali lagi ke ruangan tersebut bersama Shin, Shin sangat heran dengan situasi yang terjadi karena Olivia tidak menjelaskan apa yang terjadi.
"Kenapa semua orang nampak tegang, dan kenapa aku merasa sesuatu yang buruk telah terjadi" batin Shin.
"Sekarang tunjukkan buktinya" ujar Raja Aragorn.
"Eh... bukti apa?" tanya Shin bingung.
"Sekarang tunjukkan mayat serigala iblis yang waktu itu" ujar Olivia.
Shin menjadi semakin bingung dengan situasi saat ini, ia tidak bertanya lagi pada Olivia dan lansung melambaikan tangannya, tiba-tiba tiga puluh mayat serigala iblis tanpa kepala muncul dan menumpuk di hadapan mereka semua.
"I-ini benar-benar mayat serigala iblis" ujar jendral Lanwe
"Ya ini memang benar mayat dari serigala iblis, hanya saja jumlah kali ini terlalu banyak" kata raja Aragorn.
"Begini tuan Shin, mata-mata kerajaan kami baru saja menyampaikan pada kami bahwa ada ratusan ribu pasukan monster dan binatang iblis tengah mengarah ke kerajaan ini, dan mereka akan sampai dalam waktu lima hari lagi" kata raja Aragorn menjelaskan.
"Ternyata monster lagi ya, baiklah aku akan membantu" ucap Shin.
"Terimakasih tuan Shin tapi kita masih kekurangan jumlah" kata Raja Aragorn.
"Tenang saja sekarang siapkan semua pasukan dan kita hadang mereka, masalah kurangnya pasukan biarkan aku yang urus" ujar Shin.
"Apa perkataan anda bisa di pegang tuan Shin?" tanya Jendral Lanwe.
"Terserah kalian mau percaya atau tidak, dan satu lagi jika kalian diam saja maka lambat-laun kerajaan kalian ini akan dihancurkan oleh para monster" kata Shin santai.
"Baiklah Jendral Lanwe, Jendral Thingol, siapkan semua pasukan kita akan berangkat besok pagi" kata raja memberi perintah.
"Baik yang mulia" jawab mereka serempak.
**
Keesokan harinya pasukan kerajaan Elessar yang di pimpin lansung oleh raja Aragorn bergerak menuju ke arah para monster begitu juga dengan Shin yang ikut serta dalam pasukan tersebut hanya saja dia tidak berjalan melainkan terbang di atas semua pasukan.
Pasukan kerajaan Elessar hanya berjumlah 50.000 prajurit jumlah yang sangat sedikit jika di bandingkan dengan para monster yang berjumlah ratusan ribu.
"Yang mulia jika perkiraan kita benar maka dalam waktu dua hari kita akan lansung berhadapan dengan para monster" kata jendral Lanwe.
"Siapkan pasukan dan jangan lengah sedikitpun pertemuan bisa terjadi kapan saja tanpa kita ketahui" kata raja tegas.
"Baik yang mulia" jawab kedua jendral serempak.
**
Dua hari telah berlalu dan saat ini pasukan bangsa Elf tengah bersiap menunggu aba-aba dari raja mereka sementara itu dari arah yang berlawanan nampak ratusan ribu monster tengah berlari menuju ke arah mereka.
"Sialan mereka sangat banyak" gumam raja Aragorn.
Para monster semakin mendekat namun raja masih belum memberi perintah hingga membuat semua prajurit menjadi semakin khawatir, namun di tengah-tengah kekhawatiran mereka Shin tiba-tiba turun di depan mereka semua kemudian melambaikan tangannya ke udara, sepuluh bola api berukuran raksasa terbang ke arah para monster.
"BBOOMMMM!!"
"BBOOMMMM!!"
Sepuluh ledakan besar terdengar bersahut-sahutan di hamparan padang rumput yang luas itu, dalam sekejap mata ribuan monster dan binatang iblis telah habis terbakar oleh ganasnya bola api milik Shin.
Tidak hanya itu saja Shin kemudian mengeluarkan pedang raja Phoenix dan melesat dengan kecepatan tinggi ke arah pasukan monster. Gerakan Shin bagaikan kecepatan kilat yang menyambar ke tanah, sangat cepat bahkan mereka tidak bisa melihat Shin melainkan hanya cahaya ungu yang terus meliuk-liuk di tengah lautan para monster.
"Se-sebenarnya siapa dia itu" kata raja Aragorn.
"Hebat, sungguh hebat, apakah dia masih manusia yang rendahan atau dia adalah dewa yang menyamar" kata jendral Lanwe.
Para pasukan Elf hanya bisa melebarkan kedua mata mereka serta menjatuhkan rahangnya ketika melihat Shin dengan mudahnya membantai dan menghabisi para monster.
Raungan, Ledakan, serta jeritan para monster terdengar seperti alunan musik yang menghiasi hamparan luas padang rumput tersebut, pembunuhan, bukan lebih tepatnya pembantaian sepihak tengah terjadi di padang rumput yang luas itu.
"Sebenarnya siapa yang monster di sini" gumam raja Aragorn pelan.