The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Pertemuan Para Raja



Beberapa hari telah berlalu, dan saat ini di kota lembah angin yang sekarang berubah menjadi kerajaan angin tengah di sibukkan dengan pembangunan istana untuk kediaman raja dan ratu beserta keluarganya.


Sementara itu di kota cahaya tengah di adakan pertemuan para raja dan ratu tentang membahas masalah wilayah masing-masing, semuanya nampak biasa-biasa saja hingga datang empat orang dengan aura yang sangat kuat hingga membuat para raja dan ratu menjadi sedikit takut, keempat orang tersebut adalah, Shin, Leo, Lina dan Ryuzen.


"Maaf jika aku mengganggu raja dan ratu sekalian tapi ada hal penting yang ingin aku sampaikan" kata Shin membuka pembicaraan.


"Lancang memangnya siapa kau, berani mengganggu pertemuan kami" ujar raja Dixgard.


"Hahahaha raja Dixgard sepertinya setelah kepergianku kau nampak semakin menikmati kejayaanmu itu, tapi untuk kali ini saja tolong diam" kata Shin tegas.


"Raja Carlos, Ratu Riana mohon izin bicara" kata Shin ramah.


"Sebentar bagaimana kau bisa mengetahui namaku?" tanya ratu Riana penasaran.


"Yang mulia ratu apa anda sudah lupa denganku?, dulu aku pernah singgah di kerajaanmu saat akan pergi ke negeri Es" jawab Shin.


"Jadi itu kau" kata ratu Riana terkejut


"Benar sekali yang mulia ratu,.. Baiklah kedatanganku ke sini bukan tanpa sebab, aku datang ke sini untuk mengumumkan pada kalian semua bahwa aku telah mendirikan kerajaan kecil di dekat kerajaan Cronos, kerajaan tersebut bernama kerajaan Angin" kata Shin.


"Untuk itu, aku ingin menjalin hubungan baik dengan kalian semua, jadi apa kalian mau?" tanya Shin.


"Heh apa untungnya berhubungan dengan kerajaan kecil yang baru berdiri, dan apa kau yakin bisa bertahan dari kerajaan besar dan para penjahat?" tanya raja Dixgard menghina.


Shin tidak menghiraukan ucapan raja Dixgard, dia lansung mengalihkan pandangannya pada ratu Rosalina dan setelah itu memandang raja Carlos.


"Sudah tentu aku setuju karena kita adalah teman lama" ucap Riana.


"Aku juga sangat setuju, untuk menjalin hubungan baik" ujar raja Carlos.


"Hahahaha terimakasih semuanya, aku jamin kalian tidak akan menyesal jika berteman baik denganku" kata Shin ramah.


"Huhhhh!, kalian ini benar-benar bodoh apa kalian tidak sadar bahwa dia hanya memanfaatkan kalian saja" kata raja Dixgard kesal.


"Raja Dixgard jaga ucapanmu!!" bentak raja Carlos.


"Hahaha apa kau sekarang takut dengan seorang anak baru?" tanya raja Dixgard mengejek.


"Yang mulia raja Dixgard, jika kau tidak setuju maka silahkan anda diam saja, atau lebih baik anda pergi dari sini" kata Shin dengan tatapan sinis.


"Sialan berani sekali kau mengusirku" kata raja Dixgard marah.


"Tidak ada yang mengusirmu, hanya saja perlakuanmu sangat tidak menunjukkan bagaimana harusnya seorang raja bertindak!" ujar Ratu Rosalina.


"Hahahaha bagus-bagus sekarang kalian bersekongkol untuk menyingkirkan aku, baiklah ingat ini baik-baik terutama untuk mu anak baru, suatu saat nanti akan aku kuasai kerajaan kalian semua" kata raja Dixgard tegas.


"Oh itu artinya kau menantang kami untuk berperang" sahut Shin.


"Hahahaha bagiku untuk menghancurkan kerajaan kalian sangatlah muda terutama untuk kerajaan kecilmu itu anak baru, ingat baik-baik ucapanku hari ini" ucap raja Dixgard kemudian pergi meninggalkan aula pertemuan.


"Ratu Rosalina, Raja Carlos terimakasih telah mau bekerja sama" kata Shin.


"Tentu saja Shin, apapun untuk teman lama" jawab ratu Rosalina.


Setelah kepergian raja Dixgard mereka bertiga hanya berbincang-bincang hangat saja, ratu Rosalina tampak sangat senang karena setelah sekian lama akhirnya dia bisa bertemu lagi dengan Shin, namun tidak dengan raja Dixgard dia masih nampak canggung dan takut ketika mengingat kembali kejadian yang pernah menimpa kerajaannya.


Setelah selesai berbincang-bincang mereka kemudian memutuskan untuk pergi ke restoran dan makan bersama, mereka memilih sebuah restoran sederhana yang ada di kota Cahaya hal tersebut mereka lakukan agar tidak terlalu mencolok dan menarik perhatian penduduk.


"Eh, sejak kapan ketua minum arak?" tanya Ryuzen bingung.


"Sejak aku kembali dari latihanku" kata Shin santai.


"Apa Lily tau hal ini?" tanya Lina.


"Eh... masalah itu aku rasa dia tidak tau hehehe" jawab Shin sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.


"Apa raja Shin sudah menikah?" tanya ratu Rosalina, panggilannya pada Shin lansung berubah meskipun ia masih merasa sedikit kaku.


"Benar ratu aku sudah menikah, bahkan sebelum aku mampir di kerajaanmu waktu itu" jawab Shin.


"Kalau begitu apa raja Shin sudah punya anak?" tanya ratu Rosalina.


"Sudah ratu, anakku perempuan sekarang sudah berumur sepuluh tahun, kalau ratu sendiri bagaimana apa sudah punya cucu?" tanya Shin ramah.


"Hahahaha bagaimana mau punya cucu, sampai sekarang Reyna masih belum menikah, karena masih belum ada yang cocok sebagai pendampingnya" jawab ratu Rosalina.


"Kalau begitu bagaimana dengan Leo saja, kebetulan dia juga masih sendiri" ujar Ryuzen.


"Ukhuukk, ukhuukk!!" Leo lansung tersedak ketika mendengar ucapan Ryuzen.


"Hahaha aku rasa dia cocok dengan putriku, lagipula mereka sepertinya seumuran" kata ratu Rosalina.


"Kalau begitu baiklah sudah di tetapkan bahwa Leo akan kita jodohkan dengan anak ratu Rosalina, apa kalian setuju?" tanya Shin.


"Tung..."


"Kami setuju" jawab Ryuzen dan Lina serempak dengan semangat.


"Tung.."


"Bagaimana pendapat anda yang mulia raja Carlos?" tanya Shin, memotong ucapan Leo


"Tap..." ucapan Leo kembali di potong.


"Tentu saja saya setuju raja Shin, jika saja pangerannya Diego sedikit lebih tua maka aku juga akan melamar putri Reyna untuknya" jawab raja Carlos.


Leo hanya bisa pasrah menerima keadaan saat mereka semua membicarakan perjodohan tentang dirinya bahkan mereka lansung menyetujuinya tanpa bertanya lebih dulu.


Pembicaraan mereka akhirnya berhenti ketika seorang pelayan datang mengantarkan makanan untuk mereka semua, karena sudah sangat lapar akhirnya mereka semua lansung makan dengan sangat lahap, dan hanya Leo saja yang nampak lesu dan tidak bersemangat.


Setelah selesai makan, ketiga raja tersebut kemudian lansung saling berpamitan dan kembali ke kerajaan masing-masing, namun tidak dengan raja Carlos karena dia masih ingin menikmati suasana kota cahaya, jadi dia memutuskan untuk tinggal selama beberapa waktu.


Perjalanan pulang ke kerajaan Angin lumayan jauh karena memang kerajaan kecil milik Shin tersebut letaknya sangat jauh dari kota cahaya, namun itu tidak berlaku untuk Shin dengan kekuatannya dia dan teman-temannya hanya membutuhkan waktu selama beberapa jam saja utuk sampai di kota Awan.


Mereka memasuki gerbang kerajaan dengan berjalan santai, di sana nampak beberapa pasukan Blue Lightning sedang berjaga-jaga, ketika melihat kedatangan Shin dan yang lainnya mereka semua lansung menunduk memberikan hormat.


"Selamat datang yang mulia, dan para jendral" ucap mereka serempak.


**Maaf ya semua hari ini cuma bisa up satu episode, Karena Author lagi kurang sehat jadi tadi malam gk bisa nulis.


*Dukung terus Author ya dengan cara memberikan Like, Vote, dan Rate*