The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Akhirnya Pulang



Setelah pertempuran yang sengit dan hampir membuat semua pasukan serangan jantung akibat selalu di kejutkan dengan hal-hal yang di luar akal mereka, akhirnya mereka semua kembali ke kerajaan Cronos dengan perasaan bahagia dan senang.


Namun hanya ada satu orang yang sampai saat ini masih nampak seperti tidak merasakan apapun, tidak senang dan juga tidak sedih sedari tadi dia hanya memikirkan satu hal yaitu, dimana dan kapan ia pernah mendengar nama Ashley tersebut.


Ryuzen, Leo dan Lina hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat tingkah Leon, mereka bertiga bahkan berfikir bahwa Shin telah menjadi sedikit aneh.


"Ekheemm, kapten apa yang sedang kau pikirkan?" Ryuzen memberanikan diri untuk bertanya.


"Tidak apa-apa Ryuzen, aku hanya sedang berfikir tentang nama Alisha ini, karena sepertinya aku pernah bertemu dan mendengar nama itu hanya saja aku lupa dimana" ucap Shin.


"Ya ampun Shin jadi sejak tadi itu yang kau pikirkan?" tanya Lina.


"Yup itu benar" ujar Shin santai.


"Sudahlah nanti saja kau pikirkan, sebaiknya kita bergegas pulang, karena aku yakin Lily akan sangat bahagia melihat kepulanganmu" ucap Lina.


Setelah sampai di kerajaan pasukan Blue Lightning lansung memisahkan diri dari pasukan kerajaan dan lansung menuju ke kota lembah angin, karena Lily juga sudah pulang ke kota tersebut.


Raja sangat ingin mengajak mereka berkumpul bersama namun karena pasukan Ryuzen mengatakan mereka akan lansung pulang jadi raja hanya bisa mengiyakannya saja.


"Jendral apa orang yang kuat tersebut juga ikut mereka kembali?" tanya raja.


"Benar yang mulia, orang itu juga ikut dengan mereka" jawab jendral.


"Siapa dia sebenarnya, kenapa pasukan tersebut sangat menghormatinya melebihi menghormati raja" ucap raja pelan.


"Entahlah yang mulia, siapapun orang itu yang pastinya kita harus menjalin hubungan baik dengannya, karena akan menguntungkan kerajaan kita" kata Jendral.


"Kau benar sekali jendral, ingatkan aku nanti untuk mengundangnya ke istana" kata raja.


"Baik yang mulia" ucap raja.


**


Setelah berpamitan dengan raja Ryuzen dan rombongannya lansung menuju ke kota Lembah Angin, karena mereka ingin segera membawa Shin menemui Lily.


Di perjalanan pulang Shin menanyakan pada mereka bertiga tentang apa yang terjadi setelah mereka menghilang dari kerajaan Phoenix, dan Ryuzen menceritakan semuanya dengan rinci, mulai dari pertemuannya dengan raja hingga Lily diangkat menjadi bangsawan, bahkan dia di nobatkan sebagai bangsawan terkuat.


Begitu juga dengan Shin dia juga menceritakan semua perjalanannya pada seluruh pasukan, hingga latihannya yang memakan waktu sepuluh tahun.


Setelah dua hari perjalanan akhirnya mereka semua sampai di kota Lembah Angin, para penduduk kota keluar dari rumah mereka dan memenuhi jalan untuk menyambut kedatangan para prajurit kota Lembah angin yang baru pulang dari perang.


Namun mereka semua di kejutkan dengan wajah baru yang memimpin semua pasukan tersebut, bahkan ketiga wakil pemimpin saja berjalan di belakang orang tersebut, yang menandakan bahwa orang tersebut bukanlah orang sembarangan.


Shin terus saja memutar pendanaannya ke kiri dan ke kanan sambil menikmati pemandangan kota, udara yang sangat sejuk akan lansung bisa membuat seseorang merasa nyaman dalam sekejap.


Shin kembali kagum ketika melihat sebuah mansion yang lumayan megah meskipun akan kalah jauh bila di bandingkan dengan istana miliknya dulu, namun tetap saja baginya mansion tersebut sangat indah dan lumayan megah.


"Shin sebaiknya kau menemui Lily dulu, biasa sekarang dia sedang ada di ruang pertemuan membaca laporan penduduk kota" ucap Lina.


"Baiklah, mari antar aku ke sana" ucap Shin.


Lina kemudian lansung membawa Shin kedalam mansion dan lansung menuju ke sebuah ruangan dengan pintu yang nampak masih tertutup.


"Itu ruangannya" kata Lina sambil menunjuk ke ruangan pertemuan.


"Terimakasih" kata Shin.


Ketika pintu mulai terbuka, Shin dapat melihat seorang perempuan yang tengah duduk di kursi sambil membaca beberapa kertas, perempuan tersebut adalah Lily, wanita yang selama ini ia cari dan sangat ia rindukan.


"Kalian sudah pulang ya, bagaimana perangnya?" tanya Lily tanpa menoleh.


Shin tidak menjawab pertanyaan Lily, dia lansung masuk ke ruangan tersebut dan melangkahkan kakinya mendekati Lily.


"Kenapa kalian diam saja?, apa terjadi sesuatu di medan perang?"


"Oh ya Leo ada sesuatu yang har..."


Lily menghentikannya ucapannya ketika ia menoleh kearah orang yang ia kira Leo, tubuhnya sedikit bergetar, jantungnya berdetak sangat cepat ketika melihat sosok pria tersebut, dia adalah Shin pria yang selama ini ia rindukan, yang selama ini selalu ia nantikan kedatangannya.


Lily lansung berdiri dan memeluk Shin dengan erat, air matanya sudah tidak bisa ia bendung lagi sehingga membasahi baju Shin.


"Akhirnya kau pulang" kata Lily sambil menangis dalam pelukan Shin.


"Maaf aku pergi terlalu lama" kata Shin.


Mereka berdua berpelukan lumayan lama untuk melepaskan kerinduan yang mereka pendam selama ini, Shin kemudian melepaskan pelukannya dan bertanya tentang anak mereka.


"Sayang dimana anak kita?" tanya Shin.


"Dia sedang ada di akademi" jawab Lily sambil menghapus sisa air matanya.


"Baiklah nanti aku akan menemuinya, sekarang aku masih ingin berdua denganmu" kata Shin dan lansung menggendong Lily menuju ke kamar.


"Hmmm, yang mana kamar kita?" tanya Shin


"Yang itu" jawab Lily sambil menunjuk ke kamar utama yang ada di lantai dua.


Shin lansung masuk ke kamar yang di tunjuk oleh Lily, sesampainya di dalam kamar Shin lansung merebahkan tubuh Lily di atas tempat tidur, namun saat ia ingin merebahkan tubuhnya Lily menghentikannya.


"Sayang sebaiknya kau mandi dulu, setelah itu kita istirahat" ucap Lily.


"Aku rasa itu ide yang bagus" kata Shin dan lansung pergi ke kamar mandi.


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian Shin lansung merebahkan tubuhnya di sebelah Lily kemudian memeluknya.


"Aku akan menceritakan semuanya setelah kita istirahat nanti" kata Shin pelan.


"Iya aku tau itu" ujar Lily sambil mencium pipi Shin.


"Kau semakin cantik saja" kata Shin.


"Berhentilah menggodaku, kau bukan anak muda lagi, sekarang kita sudah punya anak" ucap Lily


"Apa salahnya, yang aku ucapkan adalah kebenarannya" kata Shin.


"Sudahlah mari tidur, aku tau kau pasti lelah" ujar Lily.


"Kau benar aku sangat lelah" kata Shin.


Setelah beberapa saat kemudian mereka berdua akhirnya tertidur lelap, meskipun sedang tidur namun di wajah mereka terukir sebuah senyuman, dan juga kebahagiaan, sekarang kebahagiaan keduanya telah lengkap lagi setelah sepuluh tahun berpisah.