The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
AKU PULANG



***


Para anggota guild segera memenuhi lapangan latihan mereka semua sudah siap untuk bertempur, di depan pasukan itu Lily, Ryuzen, Leo dan Lina juga sudah siap untuk bertempur.


"Shin coba saja kau ada di sini" batin Lily.


"Griffin, it....itu Griffin" ujar Ryuzen yang melihat ratusan monster terbang kearah mereka.


"Ti....tidak mungkin, bukannya Griffin hanya ada dalam legenda" ucap Leo.


"Apapun yang terjadi kita harus melindungi tempat ini" Lily berteriak memberikan mereka semua semangat.


Leo mengambil busurnya, kemudian dia mengarahkan anak panah yang telah dia pasangkan ke arah Griffin itu, dia kemudian melesatkan anak panah sementara itu Lina merapalkan mantra kemudian di depan anak panah yang sedang melesat itu muncul lingkaran sihir.


Setelah anak panah itu melewati lingkaran sihir, anak panah yang semula hanya satu berubah menjadi ratusan anak panah yang melesat kearah Griffin.


Shin sedikit terkejut melihat sambutan yang ia terima, kemudian dia mengambil pedangnya dan menebaskan kearah ratusan anak panah itu, seketika ratusan anak panah itu terbelah menjadi dua dan jatuh ketanah, mereka semua kaget melihat serangan Leo di lawan dengan mudah oleh musuh.


"Apakah begini cara kalian menyambut kepulangan ku" ucap Shin yang masih duduk di atas punggung Garda.


"Aku mengharapkan pesta yang meriah tapi kalian malah menghujaniku dengan anak panah" Lanjutnya.


"Su...suara ini" Lily sedikit gemetar mendengar suara itu, dia sangat mengenal suara itu, karena itu adalah suara yang sudah sangat lama ingin ia dengar.


"Hey... aku...aku sedang tidak bermimpikan" ucap Ryuzen


"A..aku tidak tau tapi su...suara itu sangat akrab" ujar Leo.


Para anggota guild keheranan melihat perubahan sikap ketua mereka, mereka berempat hanya terdiam memandang seseorang yang tengah duduk di atas Griffin itu.


"Garda ayo kita turun" ucap Shin


"Baik yang mulia" jawab Garda.


Kemudian dia turun perlahan-lahan diikuti oleh Griffin yang lainnya, setelah mendarat Shin kemudian turun dan tersenyum kearah mereka berempat.


"Kapten" Ryuzen, Leo dan Lina berucap serentak kemudian berlari kearah Shin dan lansung memeluknya, Shin hanya bisa tersenyum bahagia saat sahabatnya datang dan lansung memeluknya.


Para anggota guild yang mendengar ucapan mereka bertiga semuanya terkejut, master guild yang selama ini tidak pernah menampakkan dirinya, dan master guild yang selama ini selalu mereka tanyakan keberadaannya, adalah seorang yang sangat hebat dan kuat.


"Hey... apa kau hanya akan berdiam diri di sana, tidak kah kau merindukanku" ucap Shin pada Lily yang sedari tadi hanya diam dan menatap Shin dari kejauhan.


"Bodoh.... Dasar bodoh, kau pergi selama itu, dan tidak pernah memberi kabar padaku, apa kau tau yang telah aku lalui selama ini" ucap Lily, air matanya tidak bisa ia bendung lagi dia kemudian berlari dan memeluk Shin.


"Maafkan aku, kau pasti sangat khawatir, aku benar-benar minta maaf Lily" ucap Shin sambil membalas pelukan Lily dengan hangat.


Kemudian Shin melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Lily.


"Aku pulang" ucap Shin sambil tersenyum pada Lily.


"Hey...hey... apa kalian berdua melupakan keberadaan kami" ucap Ryuzen yang mulai kesal.


"Hahahahaha" mereka berlima kemudian tertawa bersama, lalu setelah itu berjalan menuju anggota Guild.


"Semuanya dengar, dia adalah Shin ketua guild The Blue Lightning yang sesungguhnya" ucap Ryuzen menjelaskan kepada seluruh anggota Guild


"Selamat datang kembali master" ucap mereka semua.


"Bangun lah, terimakasih karena kalian semua telah setia menunggu kedatanganku, maka dari itu malam ini kita akan mengadakan pesta" ucap Shin.


"Garda!!!" ucap Shin.


"Siap yang mulia" jawab garda, seketika semua yang ada di sana terkejut dan menoleh kearah Griffin yang bisa bicara itu, yang membuat mereka kaget lagi adalah Griffin itu memanggil master guild dengan sebutan yang mulia kemudian Ryuzen, Lily, Leo dan Lina menoleh ke arah Shin.


"Nanti aku ceritakan semuanya" jawab shin.


"Garda perintahkan beberapa Griffin untuk masuk kehutan dan menangkap beberapa binatang, untuk kita berpesta malam ini" perintah Shin.


"Baik yang mulia" jawab Garda.


Mereka semua bubar mempersiapkan segala hal, kini hanya tinggal Shin dan Lily, Shin kemudian menggendong Lily dan berbisik ke telinganya.


"Saatnya senang-senang" bisik Shin.


Lily hanya diam dan tersipu malu, Lalu Shin menggendongnya dan membawanya masuk ke kamar.


"Kau tau aku sudah sangat rindu padamu" ucap Shin.


"Aku juga sangat merindukanmu" jawab Lily


Shin kemudian mencium bibir Lily dan mereka berdua akhirnya Larut dalam pertarungan hingga terbang ke surga


(Maaf ya lagi-lagi harus author sensor)


***


"Dimana kapten ada yang ingin aku bicarakan" ucap Leo.


"Sudahlah Leo, sebaiknya nanti saja, berikan mereka waktu untuk berdua" jawab Ryuzen.


"Ya kau benar, aku rasa sebentar lagi akan terjadi perang di lantai atas" ucap Leo.


"Hehehehe" apa kita memiliki pikiran yang sama" mereka berdua tertawa bersama.


"Plak!!!, Plak!!!" Lina memukul mereka berdua.


"Dasar mesum" ujar Lina.