The Phoenix's Destiny

The Phoenix's Destiny
Perang Kerajaan ¹



Setelah selesai berbicara dengan Shin dan dia memutuskan untuk membantu raja Dixgard menjadi sedikit tenang, lalu setelah itu dia dan jendral pergi meninggalkan runang pertemuan untuk segera mempersiapkan diri mereka.


Raja memakai armor berwarna emas dan terlihat sangat mencolok, armor itu di buat dengan bahan khusus dan juga langka sehingga bisa melindungi tubuh raja, bahan untuk membuat armor raja Dixgard sendiri adalah baja meteor, yang mana baja meteor sendiri sangat susah untuk di dapatkan.


Setelah selesai memakai armor lengkap raja kemudian meninggalkan ruangannya dan pergi menuju ke halaman istana tempat para petinggi dan bangsawan kerajaan berkumpul.


"Ayah apa ayah akan pergi berperang" tanya putri Celestina saat melihat raja pergi dengan armor lengkap.


"Benar putriku, ayah harus mempertahankan kerajaan kita agar tidak di rebut oleh kerajaan Light Born" jawab Dixgard.


"Ayah harus berjanji akan pulang dengan selamat" ucap Celestina air matanya perlahan menetes membasahi pipinya.


"Iya ayah janji akan segera pulang dengan selamat" jawab Dixgard kemudian dia memeluk putrinya.


Setelah itu Dixgard pergi meninggalkan putrinya yang masih berdiri memandangi kepergiannya untuk menuju ke medan perang.


"Jendral Baston, apa semua sudah siap" tanya raja.


"Sudah yang mulia" jawab jendral.


"Baiklah kalau begitu mari kita segera berangkat!" ucap raja dengan suara lantang.


Mereka kemudian mulai bergerak menuju ke perbatasan, pasukan kerajaan Tempest sendiri hanya ada 1 juta pasukan, jika di tambah dengan pasukan para bangsawan maka saat ini kerajaan tempest memiliki 2 juta pasukan.


Jumlah yang sangat sedikit jika dibandingkan dengan kerajaan lainnya, itu karena kerajaan tempest merupakan kerajaan terlemah diantara yang lainnya, bahkan jumlah ini masih kalah dengan jumlah pasukan kerajaan Light Born yang berjumlah 2.800 ribu pasukan dan jika dijumlah dengan pasukan monster juga Demon yang mereka bawa maka pasukan kerajaan Light Born saat ini adalah sebanyak 6 juta pasukan.


Meskipun mengetahui bahwa jumlah musuh sangatlah besar, namun raja Dixgard tetap tidak gentar untuk menghadapi musuh karena dia yakin bahwa dengan bantuan dari Shin mereka semua akan mampu menghabisi para pasukan kerajaan Light Born.


***


Sementara pasukan kerajaan Tempest sedang bergerak menuju ke perbatasan, pasukan kerajaan Light Born sendiri telah siap menunggu kedatangan mereka, dan siap kapan saja untuk menyerang musuh yang datang.


Jutaan manusia, monster dan juga iblis terlihat berbaris rapi membentuk tiga barisan dengan ras berbeda-beda, untuk pasukan kerajaan sendiri akan di pimpin oleh raja Lyon, sementara pasukan monster di pimpin oleh seekor Orc yang berukuran sangat besar dari yang lainnya, dan pasukan para iblis di pimpin oleh pangeran Alex.


Seraya menunggu kedatang musuh mereka raja Lyon dan pangeran Alex tengah duduk santai menikmati minuman yang saat ini mereka pegang, meskipun tengah dalam situasi perang keduanya nampak masih tetap santai dan tidak khawatir sama sekali.


Mereka sangat yakin akan kemampuan pasukan mereka untuk menghabisi pasukan kerajaan Tempest yang hanya berjumlah sedikit, bahkan tidak sampai setengahnya dari pasukan yang saat ini mereka bawa, jadi mereka masih bisa bersantai dan menikmati waktu yang terus berlalu.


***


Di kerajaan Phoenix saat ini, tepatnya di halaman kerajaan semua pasukan sudah siap untuk segera berangkat dan tinggal menunggu arahan dari raja mereka saja yaitu Shin.


500.000 pasukan Elf menunggangi Griffin, serta 500.000 pasukan manusia burung nampak berbaris rapi di halaman kerajaan, meskipun begitu ada satu pasukan kecil yang terlihat sangat berbeda dari yang lainnya, mereka adalah pasukan khusus kerajaan Phoenix yaitu Blue Lightning.


Mereka semua memakai armor dengan warna biru langit di padukan dengan warna putih sehingga membuat armor mereka nampak elegan, di dada sebelah kiri armor itu terdapat sebuah lambang yang juga berwarna biru namun warnanya sedikit lebih cerah yang menandakan lambang dari nama pasukan mereka yaitu lambang sebuah petir.


Beberapa saat kemudian Shin dan yang lainnya keluar dari dalam istana, semua pasukan lansung berlutut memberikan hormat.


"Aku rasa kalian semua sudah tau kenapa kalian di kumpulan di sini, hari ini kita akan pergi memerangi pasukan iblis yang mulai menyerang kerajaan manusia, jadi aku harap kalian semua tidak keberatan untuk pergi bersamaku melawan para pasukan iblis" ucap Shin dengan suara yang lantang.


"Kami adalah prajurit sang dewa, kami hanya setia pada sang dewa, dan kami akan mematuhi setiap perintah sang dewa" ucap mereka serempak.


Shin sangat kagum mendengar ucapan semua pasukannya yang terdengar seperti suatu kalimat sumpah, Shin kemudian maju ke depan beberapa langkah lalu mengepalkan tinjunya dan mengangkatnya tinggi-tinggi seraya berkata.


"Hancurkan para iblis"


Suasana menjadi hening untuk beberapa saat hingga mereka semua bersorak


"Hancurkan para iblis!!"


"Hancurkan para iblis!!"


"Hancurkan para iblis!!"


"Hancurkan para iblis!!"


Seketika keheningan itu bertukar dengan sorakan teriakan dari para prajurit, dari suara sorakan itu terdengar bahwa api semangat tengah berkobar membakar jiwa mereka semua, bahkan para Griffin tak ingin kalah mereka menghentakkan satu kaki mereka ke tanah sehingga menciptakan irama yang membangkitkan semangat untuk setiap orang yang mendengarnya.


Bahkan para penduduk yang mendengar sorakan dan hentakan kaki itu, merasakan api semangat mulai berkobar di dalam diri mereka.


Shin mengangkat tangannya lagi dan kemudian suasana kembali menjadi hening.


"Aku mengerti kalian semua bersemangat untuk itu, persiapkan diri kalian karena kita akan segera berangkat" ucap Shin.


"Baik yang mulia" jawab mereka serentak.


Shin kemudian berbalik ke belakang dan memandang wajah Lily yang saat ini tengah di landa ke khawatiran, Shin kemudian mendekat kearah Lily dan mengelus pipinya yang lembut.


"Tenang saja aku akan secepatnya kembali dan membawa kemenangan untuk kerajaan kita" ucap Shin.


"Baiklah, aku akan menunggumu di sini dan ingat kau harus janji untuk kembali" ucap Lily


"Aku janji akan kembali dengan selamat" ucap Shin kemudian memeluk Lily.


Setelah di rasa cukup Shin kemudian melepaskan pelukannya dan kembali maju beberapa langkah, memandang seluruh wajah pasukannya kemudian dia berbalik lagi dan memandang setiap wajah teman-temannya, Shin tersenyum lembut kepada mereka semua.


"Garda!!!" ucap Shin dengan suara lantang.


"Hamba datang yang mulia" jawab garda kemudian turun tepat di depan para prajurit.


"Semuanya kita berangkat sekarang" ucap Shin kemudian melompat naik ke punggung garda.


"Jaga dirimu" ucap Lily pada Shin.


"Pasti!!" jawab Shin singkat kemudian dia melesat terbang bersama garda dan diikuti oleh yang lainnya di belakang.